Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / 10 Prinsip Pembelajaran Anak PAUD

10 Prinsip Pembelajaran Anak PAUD

Kuliah whatsapp

ODOJ MITI (MJR-SJS) 1

10 Prinsip Pembelajaran pada anak PAUD

Alfiyah Nur Nurfitriyaniimages

Kebetulan, sejak Agustus 2014, saya bergabung menjadi guru di Sekolah Bermain Balon Hijau (SBBH).

SBBH ini semacam PAUD non profit dan gurunya pun sistemnya Volunteer. Sehingga kebanyakan mahasiswa yang mengajar, khususnya mahasiswa ITB karena dekat dengan kampus juga founder SBBH ini adalah 3 mahasiswi ITB angkatan 2007 sembari mereka menunggu Wisuda kala itu. Diskusi di Masjid Salman, dan alhamdulillah tercetuslah SBBH ini hingga sekarang.

Nah, proses Open Recruitment Guru biasa kita lakukan. Dan serangkaian prosesnya adalah Training Camp Guru SBBH.Salah satu isi acaranya adalah pemaparan materi oleh guru PAUD berpengalaman, yaitu kali ini oleh Kang Redi Awal Maulana (Seorang guru di salah satu PAUD di Sumedang, Jawa Barat).

Dan kali ini saya akan kulsap mengenai salah satu sub materi yang disampaikan oleh kang Redi, yaitu mengenai 10 Prinsip Pembelajaran anak PAUD.

1. Belajar melalui bermain.
Bermainnya anak anak merupakan proses belajar bagi dirinyaa.
Maka ketika mereka masih berusia 5 tahun pertama, bermain merupakan kewajaran untuk mereka dapat mendapatkan informasi dan ilmu baru dari apa yang ada di lingkungan sekitarnya.

Daan kalau di SBBH sendiri, jujur jadi sarana saya refreshing dari hiruk pikuk kampus dan dosen yang menyeramkan (Ketika bimbingan baik pas S1 maupun S2).

2. Berorientasi pada perkembangan anak
Perkembangan anak itu sangat cepat, jadi jangan sampai kita ketinggalan perkembangannya.
Rutin merangsang dengan benda benda, mainan, gambar, buku dkk, menjadi sarana di sekolah untuk dapat melatih perkembangannyaa.

3. Berorientasi pada kebutuhan anak
Misal pas sekolah, anak bilang lapaar. Kan itu merupakan kebutuhan mendesak hhe..

Jadi strateginya adalah pisahkan anak dari ruangan untuk sekolah ke ruangan lain untuk makan, dan dijanjikan ke dia jika sudah selesai makan nanti bergabung dengan teman-temannya lagi yaa. Naah dengan seperti itu, kebutuhan anak terpenuhi, “Anak senang Guru senang”.

4. Berpusat pada anak.
Pembelajaran yang efektif adalah berpusat pada anak.Fokus guru terhadap anak akan memberikan kesan tersendiri pada anak. Sehingga anak mau belajar bersama, berbagi dengan teman temannya, bercerita, dan bertanyaa.Itu dia kenapa ada Quotes “Yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati pula”.

5. Pembelajaran aktif.
Buang dulu urat malunyaa.Anak PAUD banyak tingkah, ini itu dia maunya juga punya partner yang sesuai keinginannya karena egosentris mereka masih tinggi..

Jadi pembelajaran di sekolah pun bisa menjadi sarana pembelajaran yang aktif antara guru dan murid layaknya anak orang tua.

6. Berorientasi pd pengembangan nilai nilai karakter.
Nilai karakter seperti adab, sopan santun, berbagi, cara berteman, berdo’a sangat penting diajarkan saat PAUD. Mereka sangat cepat menyerap materi dan akan mengikuti apa yang ia lihat dan lakukan oleh orang sekitarnya..
Maka dari itu, tanamkan yang baik baik seperti penanaman karakter agar menjadi bekal mereka kelak ketika sudah mumayyiz.

7. Berorientasi pada kecakapan hidup (life skill)
Contohnya melipat kertas, melipat baju, menjahit dkk.. sehingga ketika dirumah mereka melihat tumpukan baju, mereka akan berkata “Bunda, sini adek bantuin, adek udah bisa.. Tadi belajar di sekolah melipat baju bareng bu guru”.
Di jepang, origami sudah bisa dilakukan pada waktu usia dini.

8. Didukung oleh lingkungan kondusif
Perlu kerjasama antara guru dan orang tua dalam pembelajaran anak di sekolah..

Anak yang susah sekali pisah dari bundanya, selalu minta pangku, dan nggak mau didekati guru menjadi salah satu challenge tersendiri bagi guru untuk dapat bekerjasama dengan orang tua agar mendukung anaknya lepas dari pangkuannya dan mau belajar bersama guru dan temen temennya.

9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis.

Jangan terlalu banyak khawatir apabila anak mau ini mau itu, mau pegang ini mau pegang itu (asal masih sesuai koridor dan tidak membahayakan sang anak).

Keingintahuan mereka sangat tinggi, sehingga berdemokratislah untuk mendukung mereka meng-explore hal baru dilingkungan sekitar mereka.

10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar dan narasumber. Manfaatkan segala sumber, media, dan apa saja yang menunjang tumbuh kembang anak, baik motorik halus, motorik kasar, kognitif, kemampuan berbahasa dan berinteraksi, dan sosial emosinyaa.

About Admin

Check Also

Mars n Venus in Case

My kulsap. Suatu waktu seorang teman perempuan curhat mengenai hubungannya dengan atasan yang kurang bagus. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *