Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Bidara dan Minyak Zaitun, cikal bakal sabun dalam budaya Islam

Bidara dan Minyak Zaitun, cikal bakal sabun dalam budaya Islam

images (9)

Islam telah mengajarkan membersihkan diri baik setelah haid, mualaf, maupun memandikan jenazah.

Qais ibnu ‘Ashim menuturkan, “Aku mendatangi Nabi SAW, aku ingin masuk Islam. Lantas beliau memerintahkan aku mandi dengan air dan sidr.” (HR. Abu Daud)

Sidr adalah pohon bidara (Zizyphus mauritiania) yang tumbuh di Afrika bagian utara, Asia Barat dan daerah tropis. Rasulullah SAW mengajarkan para sahabat menggunakannya karena ternyata daun ini mengandung senyawa saponin yang dapat membentuk buih layaknya sabun yang bertemu dengan air seperti yang tertuang dalam jurnal berjudul A novel process for extraction of furostanolic saponins from fenugreek seeds). Sementara jurnal yang berjudul Formulation and Evaluation of Herbal Shampoo from Ziziphus Spina Leaves Extract menuliskan bahwa saponin dan senyawa lain yang terkandung dalam daun bidara dapat menjadi agen pembersih, anti bakteri dan anti jamur.

Pembuatan sabun batangan dengan minyak zaitun (Olea europea) utamanya diproduksi di wilayah Syam. Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda, “Makanlah minyak ini (zaitun) dan berminyaklah dengannya.”(HR Tirmidzi)

Sumber: Suara Hidayatullah, edisi 12, April 2017, hal 58-59
Gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/Starr_080601-5080_Ziziphus_mauritiana.jpg/1024px-Starr_080601-5080_Ziziphus_mauritiana.jpg

 

Nikmatul Husna

About Admin

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *