Home / Pengetahuan Umum / Peribahasa Bahasa Banjar

Peribahasa Bahasa Banjar

Peribahasa Bahasa Banjar

Husnul Hatimah

images Peribahasa Bahasa Banjar
https://www.kompasiana.com

Assalamu’alaykum wr.wb. Alhamdulillah saya akhirnya bisa menyampaikan kulsap pada hari ini. Atas izin Allah jualah saya bisa menuntaskan hutang kulsap di mjr 2. Kali ini saya akan bahas mengenai peribahasa/ ungkapan bahasa banjar yang sering saya dengar dan digunakan oleh orang-orang di sekitar saya. Terutama Mama saya terkadang beliau sering mengatakan ungkapan-ungkapan bahasa banjar yang kadang saya tidak mengerti, tapi lama-kelamaan tau juga.

Saya lahir dan besar di Banjarmasin dan suku saya suku banjar dengan kedua orang tua asli Banjar. Saya tidak bermaksud membanggakan suku saya sendiri. Karena kita sudah tahu bahwa semua manusia sama dihadapan Allah, tidak peduli apa suku, bangsa ataupun rasnya. Hanya taqwa yang membedakan kita dihadapan Allah.

Alasan saya mengangkat tema bahasa banjar, karena saya suka bahasa. Karena keterbatasan ilmu saya dalam menyampaikan bahasa asing, jadilah saya berani menyampaikan mengenai bahasa sehari-hari yang saya gunakan yaitu bahasa banjar. Siapa tahu, teman teman sekalian ada yang mau main/jalan jalan/wisata ke banjarmasin, atau ditempatkan bekerja di daerah banjarmasin kalsel atau mungkin berjodoh dengan orang banjar.

Kosakata bahasa banjar hampir kebanyakan sama seperti bahasa indonesia, bahasa jawa dan melayu. Nah yang akan dibahas kali ini adalah peribahasa atau ungkapan bahasa banjar. Beberapa peribahasa yang sama arti seperti bahasa indonesia :

  1. Ganal pasak pada tihang (Besar pasak daripada tiang)
  2. Halus-halus lumbuk pangrawit (Kecil-kecil cabe rawit)
  3. Imbah tagugur tatindih tangga pulang (Sudah terjatuh, tertimpa tangga)
  4. Kaya pinang dibalah dua (Seperti pinang dibelah dua)
  5. Lapas dimuntung harimau, masuk muntung buhaya (Lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya)
  6. Sudah banyak makan uyah (Sudah banyak makan garam)
  1. Amun garing, sau mantah gin kada tamakan*

Artinya : Kalau sakit, sawo mentah pun tidak termakan. Maksudnya adalah orang sakit yang kehilangan nafsu makan. Sehingga makan apapun tidak enak.

Kosakata

Amun : kalau

Garing : sakit

Sau : buah sawo

Mantah : mentah

Kada : tidak

Tamakan : termakan

  1. Asa di hujung ilat

Artinya : Rasa di ujung lidah. Maksudnya melupakan sesuatu yg ingin disebut/ucapkan tapi terlupakan, hanya ingat kata depannya tapi tidak terucapkan.

Kosakata

Asa : rasa

Hujung : ujung

Ilat : lidah

  1. Babuang-buang liur basi

Artinya : Membuang- buang air liur basi. Maksudnya, orang yang ada maksud minta tolong dengan orang lain. Kalau mau syukur, kalau tidak mau ya tidak masalah.

Liur basi is air liur yg menetes ketika someone tidur (ileran, ngiler, ngeces)

Kosakata

Babuang-buang : membuang-buang

Liur : air liur

Basi : basi

  1. Banganga dahulu hanyar baucap

Artinya : Menganga (membuka mulut) dulu baru berucap. Mulut menganga kalau mau berbicara. Kalau mulut tidak menganga, atau tertutup mulut, kita tidak bisa berbicara.

Maksudnya, berpikirlah dulu sebelum berbicara. Jangan asal bicara.

Kosakata

Banganga: menganga

Hanyar : baru

Baucap : berucap

  1. Dibari daging handak tulang

Artinya : Diberi daging ingin tulang

Maksudnya, orang yang diberi enak tapi malah memilih yang susah/sakit. Orang yang susah diurus atau tidak bersyukur

Kosakata

Dibari : diberi

Handak : hendak

  1. Duit kada bakula

Artinya : uang tidak berkeluarga.

Maksudnya, soal uang (hutang piutang) tidak kenal keluarga atau saudara tetap harus dibayar.

Kosakata

Kula : keluarga

  1. Haram manyarah lawan walanda

Artinya : Haram menyerah pada Belanda.

Peribahasa ini adalah pernyataan Pangeran Antasari yang jadi pelopor perang banjar tgl 28 april 1859.

Kosakata

Manyarah : menyerah

Lawan : kepada, dengan, dan (sesuaikan konteks)

Walanda : belanda

  1. Talalu harap tatiharap

Artinya : Terlalu berharap tertiarap

Maksudnya, orang yang terlalu berharap dengan orang lain namun orang yang diharapkan justru mengecewakan.

Kosakata

Talalu : terlalu

Baharap : berharap

Tatiharap : tertiarap

  1. Umpat di batang timbul

Artinya: ikut di batang timbul.

Maksudnya, orang yang berpindah-pindah kelompok dalam masyarakat yang menurutnya lebih menguntungkannya.

Kosakata

Umpat : ikut

Batang : batang (kayu)

Timbul : timbul/ terapung

  1. Kaya kalayangan pagat

Artinya : seperti layang-layang putus.

Layang-layang putus diterbangkan angin melayang bebas tanpa arah.

Maksudnya, orang yang hidupnya tidak menentu karena nasib yg tidak beruntung. Misalnya tidak punya pekerjaan, hidup susah, kesana kemari membawa diri.

Kosakata

Kaya : seperti

Kalayangan : layang-layang

Pagat : putus

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat, jika ada yang mau ditanyakan monggo ditanyakan. Demikian kulsap saya. Salah khilaf mohon maaf, wassalamu’alaykum wr.wb.

About Admin

Check Also

Images Pentingnya Kemampuan Komunikasi bagi Pendidik

Pentingnya Kemampuan Komunikasi bagi Pendidik

Pentingnya Kemampuan Komunikasi bagi Pendidik Karena pada dasarnya setiap profesi membutuhkan kemampuan komunikasi. Pernahkah terbesit ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *