Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / A pangkat P = H

A pangkat P = H

belajar matematika
belajar matematika via http://www.peeyope.com

Assalamu alaikum wr. Wb.
Di kesempatan yang pertama ini, saya berikan kulsap yang ringan-ringan saja. Tidak membelok dari jurusan yang saya tempuh saat ini. Matematika. Mohon maaf jika nanti banyak kalimat yang akan susah di mengerti. Saran saya sebelum lanjut membacanya, mungkin teman-teman bisa membuka kembali catatan matematikanya dari SD sampai sekarang. Agar nanti bisa dipahami kulsapnya.
Saya akan memulai kulsap ini dengan penjelasan dari bilangan berpangkat. Bilangan berpangkat itu materi yang ringan kan?. Kalau lupa-lupa ingat, boleh di lihat lagi catatannya. Setidaknya ada 3 kemungkinan yang dihasilkan dari angka positif yang dipangkatkan dengan bilangan selain 0 dan 1. Kemungkinan pertama, hasilnya akan lebih besar dibanding sebelum di pangkatkan. Kemungkinan ke 2, hasilnya akan akn lebih kecil dibanding sebelum di pangkatkan, dan kemungkinan yang ke 3, hasilnya akan tetap sama sebelum dan sesudah di pangkatkan.

Contohnya :
1). 2² = 4 (utk kemungkinan pertama)
2). (½)² =  1/4 (utk kemungkinan ke 2), dan
3). 1² = 1 (utk kemungkinan ke 3)

Bilangan berpangkat itu ada kaitannya dengan ajaran rasulullah tentang amanah. Sebelumnya saya mohon maaf kepada tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian yang sebenarnya memiliki ilmu yang lebih dalah hal ini. Bukan maksud untuk menggurui ulang materi SD ini. Tapi disini juga saya berguru kepada tuan-tuan dan nyonya-nyonya semua bagaimana menjadi guru yang baik. Kalau kita analisis contoh di atas. Kita akan temukan bahwa jika bilangan yg lebih besar dr 1 di pangkatkn maka hasilnya akan menjadi lebih besar. Dan semakin besar pangkatnya, misalkan 3, 4, 5,.. .  Maka hasilnya juga akan semakin akan berlipat ganda.

Sebaliknya, jika bilangan yang kurang dari 1 jika di pangkatkan maka hasilnya akan semakin kecil. Dan semakin besar pangkatnya hasilnya akan semakin kecil. Dan jika angka 0 atau angka 1 di pangkatkan maka hasilnya akan tetap angka semula. Yaitu 0 atau 1. Konsep perpangkatan ini ada hubungannya dengan kosep amanah kepemimpinan.
Coba Perhatikn rumus berikut!

A pangkat P = H

A untuk kepribadian atau potensi yang kita punya, P untuk amanah yang kita pegang, dan H untuk hasil yang kita peroleh. (Rifa’i, 2013:300).  Maksudnya, jika potensi kita (A) besar, dan semakin besar amanah kita (P) yang diberikan juga semakin besar, maka hasil yang akan kita beri juga akan semakin lebih besar. Sebaliknya, jika potensi kita tidak mencukupi dan bila semakin besar amanah yang kita pegang, maka semakin besar juga kehancuran yang akan kita berikan.

Hal ini sesuai dengan perkataan rasulullah yg di riwayatkn oleh Bukhari “Apabila amanat disia-siakan, tunggulah saat kehancurannya”. Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakan amanat ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “apabila perkara itu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya.”

Maka sudah semestinya jangan pernah kita meminta jabatan di atas kemampuan kita. Karena jika kemampuan yang kita miliki belum cukup, maka jabatan tersebut hanya akan membawa “kehancuran”. Bercermin dari kenyataan yang ada di Indonesia saat ini (bukan berita di tv yah, tapi berita di sosmed. Kalau tv tampaknya adem ayem saja), mengapa negara kita semakin hari semakin kecil saja nilainya dengan segala problematika di dalamnya? Mungkin karena nilai A tadi yang belum cukup. Itu salah satu kemungkinannya menurut saya. Semoga yang lain juga sepakat.

Karena masih banyak pemimpin di negara kita ini yang belum mempunyai nilai A yang cukup. Bahkan cukuppun belum cukup, harus lebih. Karena cukup akan menghasilkan nilai yang sama dengan sebelumnya. Oleh karenya, sudah semestinya jika kita menginginnya kehidupan yang lebih baik untuk negeri kita ini kedepannya, sdh sememestinya kita melebihkan potensi yang kita miliki.

Mungkin kita semua ingat tentang bagaimana Umar bin Khatab menangis karena khalifah Abu Bakar menunjuk dirinya sebagai calon pengganti khalifah. “jika engkau benar mencintaiku wahai Abu Bakar, jangnlah engkau bebankan amanah besar itu kepadaku. Masih banyak orang lain yang lebih mampu dariku”. Umar menjawab permintaan sang Khalifah Abu Bakar. Sungguh bijak Abu Bakar, beliau menyampaikn pada Umar, bahwa di hadapan jabatan ada 2 orng yg trjerumus ke neraka. Pertama, orang yg meminta jabatan padahal ia tahu bahwa ada orang yang lebih mampu. Kedua, orang yang mampu dan diminta memegangnya tetapi menolaknya karena lari dari tanggung jawab. Dari itu kita dapat pahami betapa berat amanah tersebut. Baik itu yang sanggup memikulnya ataupun bagi yang pura-pura tidak sanggup memikulnya.

Dengan semakin banyaknya masalah yang ada di negeri kita ini, maka dapat kita simpulkan bahwa orang yang memegang amanah di negeri ini belumlah memiliki kemampuan yang lebih. Bahkan cukuppun tidak. Kita tau kalau negeri ini adalah negeri yang besar, dan di butuhkan orang memiliki nilai A yang lebih besar untuk memberikan hasil yang lebih besar kedepannya. Jika tidak, maka hanya akan datang kehancuran demi kehancuran kedepannya. Semoga Allah memberikan rahmar dan hidayahnya. amin

Shalip Sanri Geolfano
MJR 7

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *