Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
AVICENNA (Ibnu Sina) – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Buku / AVICENNA (Ibnu Sina)

AVICENNA (Ibnu Sina)

Avicenna (Ibnu Sina)

Dokter dan Filsuf Muslim Abad ke-11

Penulis : Aisha Khan

 

Nama lengkap Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina (Ibnu Sina) / di dunia Barat lebih dikenal sebutan Avicenna. Lahir pada tahun 980 di Bukhra, Persia (sekarang masuk wilayah Uzbekistan). Pada saat itu Islam berada di zaman keemasan. Avicenna ialah seorang filsuf dan ilmuwan zaman pertengahan yang memberi banyak sumbangan kepada bidang kedokteran, sejarah alam, metafisika, dan agama.

Dalam dunia zaman sekarang, Avicenna bakal dianggap anak ajaib, ketika berumur 16 tahun dia sudah berpraktek dokter. Walau tertarik kepada semua cabang ilmu, yang paling dia perhatikan adalah satu perkara yang saat itu masih direnungkan para filsuf dan ilmuwan; asal usul alam semesta dan kehidupan. Avicenna paling banyak dikenang dengan karyanya Kitab al-Qanun fi al-Thibb, dianggap sebagai karya kedokteran yang pernah ada. Ensiklopedia yang berisi sejuta kata tersebut tak hanya menyajikan secara sistematis semua pengetahuan kedokteran yang ada ketika itu, namun juga mencakup pengalaman dan penemuan Avicenna sebagai dokter yang berpraktek.

(Pendidikan)

Ayah Avicenna ialah seorang anggota elite penguasa, dan dia ingin putranya mendapat pendidikan terbaik berarti pelajaran Arab agar bisa membaca Al-Qur’an. Kemudian belajar ilmu hadits, dilanjutkan ilmu syariah dan fiqih, juga tata bahasa, puisi, dan sastra. Setelah selesai belajar agama, ayahnya membayar seorang ahli sains. Ayahnya juga sengaja mendatangkan pedagang dari India untuk mengajarkan matematika dimana saat itu India sudah menggunakan sistem desimal dan konsep nol.

Setelah itu Avicenna bertekad untuk mempelajari kedokteran, lalu membaca semua buku kedoktera yang telah ditulis saat itu. Walau masih remaja, Avicenna sudah mendapat nama harum sebagai dokter. Kebetulan sultan Samaniyah Bukhra sakit keras pada waktu itu dan tak seorang pun doktet istananya yang bisa menyembuhkan. Dipanggilllah Avicenna untuk merawatnya dan tak lama kemudian sultan sembuh. Sebagai imbalannya, ia dipekerjakan sebagai dokter istana. Saat umur 18 tahun, dia sudah selesai membaca semua buku yang ada di perpustakaan istana.

Setelah itu ia membahas tentang metafisika dalam beberapa karyanya yang mencoba merasionalisasikan keberadaan Tuhan, dan roh manusia.

Kehidupan Avicenna tak melulu berisi tentang belajar dan buku. Sebagai seorang dokter yang berpraktek (bahkan sering tanpa bayaran) dan administratur politik, dia menggunkan pengamatan sehari-hari dalam pekerjaan. Kehidupannya juga penuh bahaya dan intrik (dituduh sebagai dalang dibalik terbakarnya perpustakaan istana). Avicenna terlibat konflik antar penguasa, bahkan sempat dipenjara (tetap menulis buku dalam penjara). Dia meninggal dalam perjalanan ketika berumur 57 tahun karena sakit, ketika melarikan diri dari tentra musuh yang menyerbu kerajaan majikannya.

Avicenna bukanlah orang yang terkenal di masanya, justru lebih dikenal dengan karya-karyanra beberapa tahun setelah ia wafat. Juga dinyatakan bahwa Ia juga tidak pernah menikah. Banyak pelajaran yang biaa kita ambil dari perjalanan hidup seorang ilmuwan besar Ibnu Sina. Tentang kegigihan belajar, kecintaan terhadap buku, haus akan ilmu, dan penalaran logika yang tetap diselaraskan dengan Al-Qur’an.

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via http://tulismenulis.com

Layar Terkembang

Judul Novel: Layar Terkembang Penulis : St. Takdir Alisjahbana Penerbit: Balai Pustaka Jumlah halaman: 201 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *