Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Back to Organic Farming and Gardening

Back to Organic Farming and Gardening

pertanian organik
via mentari-rissa.blogspot.com

  “Know Your Farmer, Know Your Food..” Ungkapan diatas cukup membuat kita berfikir.. berfikir dalam mengambil tindakan dan sikap untuk menghadapi tantangan saat ini dan di masa yang akan datang. Ya, terkadang kita sangat cepat dalam memutuskan segala sesuatunya, tanpa memperhatikan berbagai aspek yang akan terjadi nantinya. Gaya hidup petani yang dalam kesehariannya hanya terfokus untuk menanam, pergi ke kebun atau ladang serta melakukan proses penanaman hingga pasca panen tanpa ada ilmu khusus yang nantinya akan membawa perubahan besar dalam teknik pembudidayaannya. Konsep pertanian saat ini cenderung profit oriented, bisa memproduksi hasil-hasil produk pertanian dalam jumlah yang besar, waktu yang singkat dan memperoleh keuntungan sesuai yang diharapkan, namun tidak memperhatikan proses-prosesnya. Sebenarnya jika kita menyadari bahwa kehidupan di dunia ini adalah suatu keterikatan antara makhluk hidup yang di ciptakan oleh Nya, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan, sehingga pentingnya kesadaran dan kefahaman dari masing-masing individu untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa terkecuali.

    Jika saja kita sadar akan kesehatan dan keseimbangan lingkungan hidup, tentunya tidak perlu lagi untuk berfikir ulang dalam memilah jenis pertanian serta cara bercocok tanam yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi semua pihak, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, diperlukan suatu komitmen bagi pelaku pertanian sebelum dan pada saat menjalankan aktivitasnya. Komitmen tersebut diantaranya komitmen kepada Tuhan yaitu dengan menjunjung tinggi etika dan moral organik, komitmen kepada sesama dengan menyiapkan produk dan lingkungan kerja yang sehat dan “aman”, serta komitmen kepada alam dan seisinya yaitu dengan melestarikan kembali lingkungan agar tercipta ekosistem alami yang berkesinambungan.

Untuk saat ini, sudah terdapat sebuah perkebunan yang menerapkan konsep dan prinsip organik dalam pelaksanaannya, yaitu FAM Organic, tepatnya di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Bidang usaha yang dijalankan berbasis eco socio culture yang peduli terhadap perbaikan dan pelestarian lingkungan, serta dengan basis organik karena hanya dengan perlakuan organik prinsip perbaikan dan pelestarian lingkungan dapat diterapkan, untuk mewujudkan misi sosialnya yaitu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan masyarakat, kesehatan keluarga, dan kesehatan lingkungan melalui pendekatan organik, sesuai dengan semboyan “di tanah yang sehat akan tumbuh tanaman yang sehat”.

Konsep bercocok tanam secara organik tidak selalu terfokus untuk lahan yang luas serta daerah yang mendukung kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dimanapun tempatnya, asalkan tetap mengarah pada perlakuan organik, maka proses menanam pun bisa dikerjakan, termasuk dihalaman rumah yang terbilang sempit sekalipun, yang terpenting adalah adanya kemauan dan memegang prinsip kepraktisan, yakni mampu memanfaatkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk bercocok tanam dengan menggunakan bahan ataupun barang yang sudah tersedia dirumah, sehingga tidak membatasi keinginan kita untuk bercocok tanam pada saat merasa ada salah satu alat atau perlengkapan yang tidak dapat dipenuhi. Dengan memulai aktivitas berkebun di halaman rumah maka akan terbentuk kreativitas dan fleksibilitas yang luas. Masyarakat akan semakin pintar dan cerdas dalam bertindak ketika mereka mampu untuk mewujudkan kondisi yang dapat membuat kenyamanan, keamanan, dan terciptanya kepedulian akan kesehatan keluarga, masyarakat, dan lingkungan hidup di masa kini dan masa depan.

Dapat dilihat bahwa produk asli maupun olahan yang dihasilkan dari produk pertanian sama saja, hanya saja yang membedakannya adalah proses penanaman yang dilakukan hingga pada pasca panen. Ada yang menggunakan sistem konvensional dan ada pula yang dengan sistem organik. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Produk organik diperoleh dari hasil pertanian atau peternakan dengan perlakuan secara organik dan pastinya bahan baku yang digunakan berasal dari bahan-bahan organik. Sedangkan produk natural diperoleh dari bahan-bahan alami, tetapi tidak harus organik, bisa saja hasil pertanian atau peternakan konvensional, hidroponik, atau bahkan genetically modified organism. Jadi jelaslah bahwa produk hasil pertanian organik memiliki tingkat residu yang rendah daripada produk natural, karena salah satu karakteristik dari hasil pertanian organik adalah tanpa menggunakan pupuk atau pestisida berbahan kimia, sedangkan produk natural yang dikembangkan dengan sistem non organik, tentu penggunaan bahan-bahan kimia bisa saja digunakan sehingga residu yang dihasilkan dari produk pertaniannya memiliki tingkat yang variatif sesuai dengan sistem yang diterapkannya.

Terlihat jelas bahwa banyak sekali manfaat yang akan kita rasakan pada saat suatu sistem yang dibangun didasarkan kepada kebermanfaatan untuk semua makhluk hidup tanpa membeda-bedakan atau dapat dikatakan mampu memberikan kesan adil terhadap semua, pasti akan menghasilkan sesuatu yang indah dan jauh lebih baik. Berkebun dan bercocok tanam dengan perlakuan organik telah memberikan bukti dan dampak yang dapat menjawab semua tantangan dimasa kini dan masa yang akan datang, yaitu dengan meyakini bahwa keluarga sehat tentunya dengan makanan yang sehat, dan lingkungan sehat tentunya dengan kegiatan yang sehat pula, mengembalikan kesehatan lingkungan, khusunya daerah perkotaan, serta meningkatkan ketahanan ”pangan” dan “kesehatan” nasional.

Maka dari itu, mari mulai mengenali petani kita, petani yang unggul tahu mana proses pertanian yang terbaik untuk dikelola, tahu hasil yang pertanian yang baik untuk diproduksi dan dikonsumsi oleh konsumennya, dan tahu akan keseimbangan dan kelestarian alam sekitar serta mampu menciptakan lingkungan hijau yang sehat, asri, dan bersih. Bila dilihat dari keseluruhan deskripsi diatas, itu semua merupakan prinsip, dam aspek yang melandasi aktivitas petani yang sesungguhnya.

Penulis : Niken Dwi Nurlita
FB : Niken Dwi Nurlita Tebekers
Twitter : @dwinur_niken
Email : arashynick@gmail.com
Blog : arashynick.blogspot.com

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via www.liputan6.com

Mengenal Lebih Jauh Tentang Gempabumi, Gunungapi, dan Tsunami

Oleh Muhammad Fawzy Ismullah Massiani, S. Si. (Fawzy) Bismillahirrohmanirrohim… Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Sebelum masuk pembahasan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *