Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
Believe – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Buku / Believe

Believe

Believe
Believe via http://bukuyusufmansur.com

“Ada yang tahu tapi ga yakin,
Ada yang yakin tapi ga ngamalin,
Ada yang tahu dan yakin,
tapi tidak bekerja dengan apa yang diketahui dan diyakininya.
Maka bekerjalah, dengan apa yang diketahui dan diyakini”

Merinding sekali saat bercermin, jika diri ini sampai sekarang belum bisa balance antara mengetahui, meyakini dan mengamalkan. Itu lah sebait kutipan yang tercetak pada cover buku yang berjudul “Believe” karya ustadz Yusuf Mansur.

Awalnya, saya mendapat pinjaman buku tersebut dari seorang sahabat (Kebetulan orangnya ada di grup ini), beliau pesan agar segera dibaca dan dikembalikan waktu bertemu di suatu acara tanggal 24-26 April 2015 di Bandung. Alhamdulillah sudah dibaca, memang keren sekali bukunya dan seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, kebetulan saya mendapat jadwal bedbuk hari ini. baiklah, berikut informasi bukunya.

Buku dengan tebal 190 halaman tersebut adalah buku ketiga yang terbit pada Oktober 2013, dan ternyata merupakan serangkaian karya trilogi setelah Feel, buku pertama dan Rich, buku kedua. Terdapat beberapa kutipan menarik pada bagian muqaddimahnya.

“Percaya bahwa Allah itu bisa mewujudkan impian, keinginan, hajat, termasuk mengimani Allah. Percaya bahwa Allah bisa mengatasi masalah kita, bisa mengubah kesulitan menjadi mudah, bisa membuat yang berat menjadi ringan, termasuk juga hal mengimani Allah.”

“Coba tanya diri yang berhutang. Mana yang lebih dia percaya? Apakah bagian bahwa dirinya ga bisa bayar, lalu dia bakalan susah? Atau Allah yang lebih dia percayai? Bahwa Allah bisa melunasi hutangnya? Bahwa hidupnya bakalan tentrem. Bahwa hidupnya insya Allah lewat hutang dan serangkaian kesusahan lalu bakalan dihapus semua dosa?”

“Coba pula tanya diri yang belum punya rumah? Mana yang lebih dia percayai? Duit kah? Atau kemampuan Allah? Situasi pekerjaannya yang tidak memungkinkan dia punya rumah ataukah Allah Yang Maha Kaya? “

Memang seperti itu perjalanan keyakinan seorang manusia, terkadang bukan kepada Allah malah lebih banyak percaya pada hati, pikiran atau bahkan logika yang justru akan menakut-nakuti diri kita sendiri. Poin terpenting dari buku tersebut sebenarnya adalah ‘menguji’ ketauhidan kita dalam menghadapi oroblematika hidup. Kutipan-kutipan tersebut menunjukkan bahwa, jika benar ber-tuhankan Allah, maka masalah-masalah yang dihadapi tidak terasa berat. Masalah pelunasan hutang dan ingin memiliki rumah, tidak membebani pikiran, tinggal tunggu waktu saja. Allah akan meng-acc

Ustadz YM bercerita tentang adiknya yang bekerja di perusahaan dengan gaji 7 juta/bulan. Suatu hari ketika ceramah tentang matematika sedekah di kantornya. Sederhananya, kalo punya 1 disedekahkan nanti dapatnya 10. Akhirnya adik ustadz setuju dan merencanakan gaji bulan depan akan disedekahkan, Tapi ustadz tidak puas dengan niat adiknya ini dan meminta adiknya untuk menyedekahkan gajinya selama setahun. Akhirnya, dia pun mensedekahkan uang senilai 84 juta, Alhamdulillah 3 bulan sampai beberapa bulan kemudian dia di PHK. Tapi ternyata itu adalah cara Allah. Ketika perusahaannya dibeli oleh perusahaan di Arab, kalo posisi dia tidak di-PHK duluan, maka yang terjadi adalah dia akan ditransfer, dengan standar gaji yang sama. Atas skenario Allah, adik ustadz masuk lagi ke perusahaan tersebut sebagai orang baru, menjadi professional expert dari Indonesia dan gajinya adalah 125 juta/perbulan. (subhanalloh)

Pesan ustadz YM melalui buku itu, yang terpenting dari keyakinan terhadap Allah adalah menjalankan amal shalih dan pasti Allah akan menepati janji-Nya. Jika seseorang bersedekah, maka yang terpenting adalah dia yakin saja akan balasan yang Allah akan berikan. Tidak perlu memikirkan bagaimana Allah membalaskan sedekah kita.

Ustadz YM juga mengkritik bahwa setiap seseorang yang berpikiran positif, maka dia pasti akan memperoleh sesuatu yang sesuai dengan pikiran positifnya itu. Tapi perlu digaris bawahi juga, berpikiran positif saja tidak cukup tanpa adanya pondasi keyakinan kepada Allah. Karena jika hanya bersandar pada prinsip berpikir positif saja, maka dia sudah menuhankan prinsip itu.

Simpelnya kalau hanya mengandalkan otak kita, diri kita, itu terlalu sempit pemikirannya. Karena otak kita terbatas sekali apalagi otak hanyalah organ tubuh (bagian dari manusia), Logikanya, jangankan otak, manusia saja tidak ada apa-apanya tanpa bantuan Allah. Jangan tanggung-tanggung, jangan hanya sekedar berpikiran positif saja, jangan hanya menyandarkan pada diri sendiri. Tapi akan berbeda jika mengkolaborasikan kesemuanya itu dengan tetap berorientasi kepada Allah, tentu saja reward yang dijanjikan Allah kepada kita tidak hanya sebatas pada level punya rumah, punya mobil, karena itu sangat terlalu kecil. Ada level-level berikutnya yang lebih besar dan puncaknya adalah surga.

Karena sesungguhnya tidak hanya kekuatan pikiran positif dalam sebuah keyakinan. tapi lebih dari itu, ada kekuatan yang lebih dahsyat dari sekadar kekuatan pikiran positif, yaitu Allah swt yang menciptakan manusia dan pemikirannya. Allah Maha Luas dengan kekuasaan-Nya, hanya cukup bilang “Kun!”, maka jadilah.

D.O.B.A

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via http://tulismenulis.com

Layar Terkembang

Judul Novel: Layar Terkembang Penulis : St. Takdir Alisjahbana Penerbit: Balai Pustaka Jumlah halaman: 201 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *