Home / Dakwah / Belajar bersyukur dari hal kecil

Belajar bersyukur dari hal kecil

image butir nasi
Via m.kaskus.co.id

Berawal dari saya melihat orang yang makan selalu tersisa nasi di piringnya, bahkan setengah dari piringnya. Sering kali kita jumpa orang yang makan tidak habis entah karena tidak selera atau sudah kekenyangan, terlebih saat ada hajatan. Tamu undangan tidak sedikit yang tidak menghabiskan makanannya, bahkan saya pernah menemui piring yang terlihat hanya di sentuh lauknya, itu pun sedikit dan masih layak untuk di makan lagi.

Liputan.com (09-10-2017) menulis bahwa jumlah makanan yang dibuang di seluruh dunia mencapai 1.3 milyar ton. Seorang konsumen Eropa dan Amerika Utara membuang 104 kg, sedangkan warga Afrika Sub-Sahara dan Asia menyia-nyiakan 8 kg. Setiap tahun, para konsumen di kawasan-kawasan kaya dunia menyia-nyiakan 222 juta ton makanan yang hampir setara dengan keseluruhan produksi pangan di Afrika Sub-Sahara (230 juta ton).

Andaikan tiap orang membuang 1 butir nasi di piring tiap kali makan, sehari 3x makan = 3 butir nasi terbuang sehari/ orang. Penduduk Indonesia 250jt x 3 butir/hari = 750 juta butir nasi terbuang tiap hari di Indonesia. Setelah dihitung ternyata dalam 1 kg berisi 50.000 butir beras maka = 750 juta : 50 ribu = 15.000 kg atau 15 ton beras terbuang TIAP HARI di Indonesia. Jika 1 kg beras cukup untuk makan 10 orang maka 15 ton beras bisa memberi makan 150.000 orang. Jika 6,5 milyar penduduk dunia 50% nya makan nasi & tiap orang membuang 1 butir nasi tiap kali makan maka = 195 ton beras terbuang tiap hari, yg sebenarnya cukup untuk memberi makan 1,95 juta orang / hari. Ironisnya menurut data FAO PBB, di dunia ini ada 40 ribu orang meninggal dunia tiap harinya karena kelaparan.

Fakta lain tidak kalah mengejutkan. Kepala perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Mark Smulders, menyatakan bahwa sebanyak 13 juta ton makanan di Indonesia dibuang setiap tahunnya. Padahal jumlah tersebut sama saja dengan jumlah kebutuhan makan 11% populasi Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk! Dan angka tersebut hampir sama dengan jumlah penduduk miskin Indonesia pada tahun 2015 (BPS).

Sementara itu, menurut Dinas Kebersihan DKI Jakarta, sebanyak 4000 ton sampah makanan diangkut setiap hari. Sampah-sampah ini tidak hanya dari sisa makanan saat produksi tapi juga dari sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi.

Pada saat yang bersamaan, tingkat kelaparan di seluruh dunia terus meningkat. Pada tahun 2016, sebanyak 815 juta orang menderita kelaparan, jumlahnya meningkat 38 juta orang dibanding 2015. Laporan tersebut dikeluarkan oleh lima badan PBB, yakni Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dana Internasional dan Pembangunan Pertanian (IFAD), Dana Anak-Anak (UNICEF), Program Pangan Dunia (WFP), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam diskusi bertemakan Hari Pangan 2017: Kedaulatan Pangan VS Perdagangan Bebas, pada 06 Oktober 2017 lalu Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih memaparkan berdasarkan laporan dari Global Hunger Index (GHI) tahun 2017 yang juga salah satu sumber datanya dari FAO, menunjukkan skor indeks kelaparan Indonesia sebesar 22 dan berada pada skala serius. Lebih jauh GHI memberi laporan pada tahun 2008 indeks kepelikan kelaparan Indonesia menunjukkan angka 28,3. Selama kurun waktu 2008-2016, Indonesia masih tetap berada di level serius.

Dari semua kasus tersebut, sebelumnya Allah sudah bilang di surah Al-Baqarah ayat 172 :

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.

Dari ayat ini kita bisa ambil pesannya bahwa Allah menyuruh kita untuk makan yang baik dan dengan makanan itu membuat kita bersyukur.

Rasulullah juga menyerukan bahwa setiap kali kita makan harus menghabiskan makanan untuk mencari keberkahannya seperti pada hadis ini.

Dan beliau memerintahkan kami untuk membersihkan piring (dengan menghabiskan sisa-sisa makanan yang ada), beliau bersabda, Karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan kalian yang manakah keberkahan itu berada. (HR. Muslim)

Juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Apabila seseorang di antara kalian makan, maka jilatlah jari-jarinya karena ia tidak mengetahui di bagian jari yang manakah keberkahan itu berada. (HR. Muslim)

Dengan melihat kasus kelaparan yang ada di dunia bahkan di Indonesia. Masihkah kita menyisakan makanan walau sebutir nasi pun??

Khairunnisa

About Admin

Check Also

Via diandandunia.net

Misi Hidup

Alkisah, ada seorang raja yang menugaskan seorang menterinya untuk pergi ke sebuah kota dalam situasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *