Home / Pengetahuan Umum / Berkarya dengan FLOSS

Berkarya dengan FLOSS

Berkarya dengan FLOSS (Free Libre Open Source Software)

09-11-41-Linux-OS-Logo_1920x1080_6052.jpg.cf

Teman-teman disini sudah pernahkahkah mendengar kata opensource? Atau mungkin mendengar atau tau dengan linux? Inkscape? LibreOffice? Atau mungki software pengolah animasi 3D bernama Blender?

Oke.. jika mungkin kurang akrab dengan kata-kata itu, bagaimana dengan Windows? Software Corel draw, Adobe Illustrator? Atau.. Microsoft Office, Saya sangat yakin bahwa kita disini tentu pernah menikmati fitur dari perangkat dan software tersebut.

Perlu kita sama-sama ketahui bahwa software yang saya sebutkan diparagraf ini adalah jenis sofware proprietary atau perangkat lunak tertutup. Biasanya berkepemilikan dan juga dijadikan bisnis oleh sipemilik, artinya untuk menikmati perangkat tersebut kita harus memperoleh izin (lisensi) dari mereka dengan memberi upah alias bayar sesuai ketentuan mereka.

Nah sekarang temen-teman boleh cek lagi laptopnya/komputernya, lalu cek apa saja yg ada di dalamnya. Trus tanya lagi “apakah saya pernah membeli lisensi windows? Apakah saya pernah membeli lisensi microsoft? Bagaimana cara saya mendapatkan corel draw di laptop ini? Dan begitupun software2 lainnya.

Jika temen-teman sudah membelinya secara legal di web resminya ataupun agen resmi mereka dengan harga sesuai ketentuan (umumnya dijual pake kurs dolar dan lumayan merogoh kantong), saya ucapkan selamat. Namun jika ternyata tidak pernah membelinya secara resmi dengan nominal resminya, hayooo.. jangan-jqngqn softwarenya ilegal lagi alias dipasang pake crack :”v

Hehe yang pengen saya sampaikan adalah, *ketika kita di dunia nyata berusaha untuk
“Membersihkan” apa-apa saja barang dan kita punya. Atau harus berjelas-jelas gitu, ini punya saya, ini pinjaman, ini bukan punya saya, nah begitu juga seharusnya kita bertindak di dunia digital. Walaupun wujudnya tidak nampak. Karena semua ada perizinan dan semua di buat dengan usaha dari mereka. Jadi kita harus bayar sesuai yang mereka jual. Ada akad jual beli dan sebagainya hehehehe :”D (semoga teman-teman paham dengan bahasa saya).

Okee. Kita kembali ke opensource software tadi, Apa itu opensource software?
Software Opensource merupakan kebalikan dari Proprietary Software.. yes!
Artinya kalau yang ini kode sumbernya terbuka. Bisa kita lihat secara nyata kode2 yang membangun software/perangkat tersebut. Dan juga bisa di modifikasi oleh semua orang..

Oke lanjut.. tapi kan judulnya FLOSS tadi? Oke saya jelaskan sedikit. FLOSS yang kepanjangannya sudah saya buat di judul itu adalah FREE/LIBRE. FREE bahasa inggris dan Libre itu bahasa spanyol yang artinya gratis.
Serius gratis? Ngga temannn.. bukan hanya gratis doang artinya cuma tapi juga BEBAS! yess.. bebas diapa-apain hehe.. (asal untuk kebaikan yak..) iya bisa kita modif, bisa kita uangkan, bisa kita salin kode sumbernya. Pokoknya gimana deh yang penting bebas wkwkwk. Kurang baik apa coba yang bikin :”)

Nah software-software yang saya tanyakan di paragraf pertama itu adalah contoh-contoh dari perangkat open source tadi atau kalau bahasa indonya “perangkat lunak bebas”

– Ada linux sebagai OS, fungsinya setara dengan Windows
– Ada Inkscape, perangkat pengolah grafis fungsinya setara dengan corel draw atau Adobe Ilustrator
– Ada Libre Office pengolah kata dan kebutuhan kantor setara dengan Microsoft word.

Jadi itu sedikit alternatif yang bisa temen-temen PDKT in secara bebas dan gratis.. ngga pake trial.

Disini saya ngga maksa teman-teman buat make perangkat opensource sih. Tapi saya ingin mengingatkan point penting yang tadi saya bold.. jika teman-teman mampu membeli lisensi software atau perangkat yang teman-teman pakai, legalkanlah. Terlepas untuk apa nantinya akan teman-teman pakai. Nah jika rasanya butuh nabung dulu buat menghalalkan si dia *eh mksudnya software-software proprietary tadi. Hayuk lah kita coba migrasi dulu ke software yang jelas-jelas akadnya gratis ngga pake bayar. Hehehe

Annisa aulia rasyidin

About Admin

Check Also

Via haibunda.com

Membuka Suara Menutup Mata pada Pornografi

Dunia digital, dengan akses yang makin luas terhadap berbagai informasi, memberi banyak kesempatan belajar, tetapi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *