Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
Betonisasi tak Menyelesaikan Banjir – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Betonisasi tak Menyelesaikan Banjir

Betonisasi tak Menyelesaikan Banjir

betonasi
via http://www.radarcirebon.com

Banjir merupakan peristiwa yang sering terjadi dikarenakan meluapnya air sungai yang yang disebabkan kondisi tertentu. Banjir yang terjadi di Jakarta sebenarnya memang sudah terjadi saat zaman Batavia. Namun, semakin lama banjir menjadi semakin sering dan dampak yang ditimbulkan pun semakin parah.

Warga Jakarta sudah tidak kaget lagi dengan kedatangan banjir. Malah banyak yang sudah bisa memprediksi kapan air mulai datang. Faktor terjadi nya banjir sangat beragam. Anak SD pun bisa menjabarkan penyebab dari banjir.Untuk solusinya banyak orang yang keliru , seperti solusi yang disediakan pemerintah untuk menormalisasikan sungai ciliwung dan cisadane. Pemerintah akan mengeruk dan melebarkan tepi sungai ciliwung dan cisadane kemudian akan dibetonisasi. Cara ini bukan solusi yang tepat untuk daerah Jakarta. Hal ini hanya akan menambah parah banjir yang terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Mengapa demikian? Beton terbuat dari bahan yang tidak dapat menyerap air. Sehingga air yang ada pada sungai tidak akan menyerap ke dinding dasar sungai. Padahal hal ini dapat mengurangi volume air yang ada pada saat sungai meluap.
Dilihat dari topografi Jakarta berbentuk seperti mangkuk. Sungai ciliwung yang ada di Manggarai yang akan dibetonisasi terletak di kontur yang lebih tinggi ketimbang hilir sungai Ciliwung yang berada di Kota tua. Sehingga jika sungai ini nanti dibetonisasi volume air akan bertambah besar dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya. Sedangkan pada daerah hilir lebih rendah daripada permukaan laut. Ini menyebabkan air yang menggenang akan semakin meluas dan parah.
Sebenarnya, Pemerintah menyediakan pompa untuk membuang air tersebut ke laut. Tetapi sejauh ini kita pasti telah paham bagaimana pemerintah menjaga amanah untuk perawatan pompa. Pompa yang tersedia tidak terjaga dengan benar. Sehingga kegunaannya belum maksimal.
Untuk solusi mengatasi banjir tidak harus menunggu dari pemerintah saja. Kita juga harus berusaha untuk mengatasi banjir tersebut.
Setidaknya untuk wilayah kita.
Solusi yang dapat dilakukan adalah
1. Memperluas daerah tangkapan air.
Cara ini efektif untuk diterapkan di Jakarta. Dengan memperbanyak jumlah dan luas hutan dan taman kota akan menyerap air yang menggenang. Masyarakat tentunya dapat pula berpartisipasi untuk membuat daerah tangkapan air ini. Dengan membuat lubang biopori di halaman rumah dan tidak mengeraskan halaman menggunakan semen. Cara ini cukup membantu penyerapan air berlebih ke dalam tanah. Efek dari cara inipun sangat positif. Yaitu menambah jumlah cadangan air tanah.

2. Pembersihan saluran air atau gorong gorong.
Keadaan saluran air sangat mengenaskan. Masih saja ada sampah didalamnya. Biasanya didominasi oleh sampah plastik. Ini membuat jalan air terhambat.

3. Tidak membetonisasi tepi sungai. Menormalisasikan sungai bukan dengan membetonnya. Namun mengembalikan keadaan sungai secara alami. Sehingga fungsi zona riparian pada sungai berfungsi seperti seharusnya.Membetonisasi juga menghambat penyerapan air sungai ke dalam tanah. Sehingga mengurangi pasokan air tanah. Seperti yang sudah terjadi di daerah Bogor.

Sekarang, kita tentunya harus belajar dari kesalahan yang sudah terjadi. Lakukan yang dapat dilakukan. Mulai dari yang sederhana dan kecil. Ini semua bisa dimulai dari diri kita sendiri.

Oleh: Ghonia Yuntafa

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

https://www.dompetdhuafa.org

Rohingya

with Theme : Rohingya Facilitator : ARH (Social Development Manager of Dompet Dhuafa) Moderator : ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *