Breaking News
Home / Dakwah / BIOGRAFI IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH

BIOGRAFI IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
izin kulsap yaa!!!

BIOGRAFI IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH

Abu Abdillah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Saad bin Hariiz bin Maki Zainuddin az-ZuraI ad-Dimasyqi al-Hanbali. Yang lebih terkenal dengan panggilan Ibnul Qayyim al-Jauziyah dinamakan karena ayahnya berada / menjadi penjaga (qayyim) di sebuah sekolah lokal yang bernama Al-Jauziyyah.

Dilahirkan di Damaskus, Suriah tanggal 4 Februari 1292 (691 H), dan meninggal 23 September 1350 (751 H). Beliau adalah seorang ahli tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, mujtahid, dan ahli fiqh yang bermazhab Hambali hidup pada abad ke-13 M. Beliau tumbuh di keluarga yang kental dengan keilmuan, keagamaan, ke-wira`ian dan keshalihan. Ayahnya Abu Bakar bin Ayub Az-Zar`i seorang syaikh terpandang, wira`i, ahli ibadah, ahli di bidang ilmu faraid, dari beliaulah ibnu Qayyim menuntut ilmu.

Ibadah yang dilakukan oleh ibnu Qayyim, Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Saya tidak mengetahui di dunia ini di zaman kami yang lebih banyak beribadah daripada dia, ia bisa shalat sangat panjang, memanjangkan ruku` dan sujudnya. Kadang-kadang sebagian sahabatnya mencelanya, tapi ia tidak surut dari kebisaannya itu, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, Seusai melaksanakan shalat Subuh, ia bisa duduk di tempat untuk berdzikir kepada Allah hingga siang, ia (Ibnu Qayyim) mengatakan, Inilah sarapanku, jika aku duduk sekali saja, maka aku kehilangan kekuatan.

Akhlak ibnu Qayyim, Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Bacaannya bagus, simpatik, tidak pernah iri, menyakiti, mencela bahkan tidak pernah dengki dengan orang lain.

Karya tulis beliau banyak sekali salah satunya Al Ijtihadu wa Taqlid, Ijtima`ul Juyusy Al-Islamiyyah `ala Ghazwil Mu`aththilah wal Jahmiyyah, Ahkamu Ahlidz Dzimmah dan karya beliau yang terkenal adalah Zaadul Ma`aad fii Hadyi Khairil `Ibaad.

Sekian kulsap dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Supratika, 29 Des 2018

About Admin

Check Also

Jangan Berhenti Mendoakan Orangtua

Nabi Muhammad SAW : Jika seorang hamba berhenti mendoakan kedua orangtuanya, maka sesungguhnya rezekinya pun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *