Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Cara-Cara Dasar Mempertahankan Diri untuk Muslimah

Cara-Cara Dasar Mempertahankan Diri untuk Muslimah

bertahan
via apisv3.blogspot.com

Tingkat kejahatan tertinggi di Indonesia masih dipegang oleh kasus tingkat kekerasan seksual. Menurut data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak periode Maret 2015, kasus kekerasan seksual tertinggi sebesar 35 persen di Indonesia.

Menurut data KPAI dari tahun 2011 hingga 2014, angka kasus kekerasan seksual selalu meningkat. Pada tahun 2011, kasus kekerasan sebanyak 328. Di tahun 2012 naik menjadi 746, lalu 525 kasus pada 2013 dan meningkat drastis sebanyak 1380 pada tahun 2014.

Dan sampai sekarang kasus kekerasan terus meningkat. Oleh karena itu, para muslimah harus membekali diri dengan teknik sederhana bela diri. Minimal mempunyai persiapan alat pengaman saat harus berada diluar rumah tanpa mahram. Sebenarnya ada banyak benda-benda disekitar kita yang bisa dijadikan alat pengaman diri yang ampuh. Berikut adalah barang-barang yang menurut saya dapat digunakan sebagai media untuk pertahanan diri:

1. Jarum pentul
Muslimah tentu tidak akan pernah lepas dari satu barang ini. Biasanya digunakan untuk menyematkan kerudung atau jilbab. Ternyata, bukan hanya untuk memperbaiki penampilan, jarum pentul juga bisa digunakan sebagai alat bela diri yang sederhana. Cara penggunaannnya mudah. Misal suatu saat kita sedang naik angkutan kota dan yang duduk disebelah kita adalah laki-laki yang punya gelagat menggoda (misal dengan duduk lebih dekat), pegang erat jarum pentul, arahkan pada orang yang mepet-mepet kita. Jangan ragu untuk menusukkan bila laki-laki iseng tersebut terus mepet-mepet, kalua masih nyolot mgkin bias diarahkan ke bagian tubuh yang bias melumpuhkan, Misal mata :v

2. Pulpen
Pulpen yang bisa digunakan sebagai alat pengaman adalah yang ujungnya runcing. Alat ini bisa dijadikan pengganti pisau. Bisa digunakan untuk menusuk lawan. Namun, pastikan pada saat menusuk lawan, si lawan sudah ada dalam radius jangkauan tangan kita. Ini sebenarnya sama caranya dengan jarum pentul tadi.

3. Gunting kecil atau cuter
Sebenarnya lebih aman menggunakan gunting, sebab cuter biasanya mudah patah mata cuternya. Biasakan untuk meletakkan barang ini di tempat yang mudah dijangkau. Misalnya di saku tas. Sehingga bila diperlukan tidak perlu rebut mencarinya. Untuk langkah pertama mgkin bisa digunakan untuk mengancam saja, namun jika perlu dapat digunakan untuk melawan, dan sebisa mgkin diarahkan ke bagian untuk melumpuhkan saja, bukan mematikan (seperti di leher).
4. Payung

Payung yang dimaksud disini adalah payung yang ujungnya runcing. Bukan payung lipat seperti yang kebanyakan orang punyai saat ini. Payung dengan ujung runcing dapat digunakan untuk menusuk atau minimal member gertakkan saat kita diganggu orang tidak bertanggungjawab.

5. Sandal atau sepatu
Sandal atau sepatu yang bawahnya keras punya kelebihan tersendiri sebagai alat beladiri (kaya sandal e*ger :v kan rata-rata suka make sandal itu tuh) yaitu rasa sakit yang dihasilkan saat digunakan untuk menginjak kaki orang. Saat menginjak pilih titik yang menjadi pusat injakan, missal jempol kaki.

6. Parfum Semprot
Benda ini mungkin tidak melukai penjahat (kecuali kalau isinya sudah diganti dengan air cabe), namun paling tidak memberikan waktu kepada kita untuk lari meminta bantuan. Kalau untuk ini jelas sekali targetnya itu di mata, dan kalau sudah di semprotkan jangan diam di tempat, tapi langsunglah berpindah ke tempat yang lebih aman, karena paling lama 1-2 menit, efeknya sudah tidak terlalu terasa.

22 Desember 2015
Mohd Rhedo Margen

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via www.liputan6.com

Mengenal Lebih Jauh Tentang Gempabumi, Gunungapi, dan Tsunami

Oleh Muhammad Fawzy Ismullah Massiani, S. Si. (Fawzy) Bismillahirrohmanirrohim… Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Sebelum masuk pembahasan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *