Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Diskusi Pakar / Dakwah dan Kaitannya Dengan Profesi

Dakwah dan Kaitannya Dengan Profesi

profesi
via www.dream.co.id

Hari: Sabtu, 25 April 2015
Narasumber: Khoirul Anwar

ES :
Assalamu’alaikum wr wb…
Alhamdulillah malam hari ini kita bisa berkumpul di sini untuk acara rutin bulanan tatsqif dengan pakar.
Pada malam hari ini narsum kita adalah Dari Khoirul Anwar, yang menurut saya sudah tidak asing lagi namannya. Namun sebelumnya kita buka dengan baca basmallah

Khoirul Anwar:
Wa’alaykumus salam wr wb. Mohon ijin bergabung bersama teman-teman semua. Semoga ini memberi manfaat, hikmah dan barakah kepada kita semua. Aamiin.
Haik, bismillahirrahmaanirrahiim.

Semoga perjumpaan dengan teman-teman semua di forum ini mendapat ridho dan barakah Allah swt. InsyaAllah kita akan membahas tentang dakwah dan kaitannya dengan profesi serta waktu kita.

Ummat Islam harus memiliki berbagai pengalaman, kemampuan, sarana dan peralatan yang menjadikan mereka mampu untuk berproduksi guna memenuhi kebutuhannya, baik secara materi ataupun non materi.

Furudhul Kifaayah bagi umat Islam. Ini meliputi segala ilmu pengetahuan, profesi, kerajinan atau ketrampilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia baik terhadap agama atau dunianya.

Wajib bagi kita mempelajari dan mengajarkannya serta memperdalam (mengambil spesialisasi), sehingga ummat Islam tidak lagi bergantung kepada ummat lainnya dan tidak dikuasai oleh ummat lain.

Oleh karena itu saya selalu berbahagia jika bertemu dengan para penuntut ilmu seperti teman-teman semua di sini.

Kita semua termasuk yang setiap hari meningkatkan kafaah, meningkatkan skill, meningkatkan spesialisasi kita masing-masing sehingga suatu saat Islam benar-benar luar biasa karena kualitas ummatnya InsyaAllah.
Profesi kita juga bermanfaat untuk Dakwah Islam di Luar Negeri (luar Indonesia)

Orang Jepang bilang kepada saya tentang apa perlunya beragama Islam. Karena mereka tidak beragama Islam saja negara mereka lebih bagus dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Tidak beragama Islam saja negara mereka sudah aman, sedikit kriminalitas, sedikit kemiskinan.

Tidak beragama Islam saja teknologi di negara Jepang berkembang pesat. Riset perkembang, banyak dana penelitian. Orang-orang jujur dan bekerja lebih keras daripada negara-negara Islam.

Saya sampaikan kepada mereka bahwa Indonesia sedang menuju ke sana. Kita sedang berjuang, gambatte, sedikit demi sedikit memperbaiki Indonesia. Itu semua tantangan umat Islam.

Umat Islam, secara fisik mungkin kalah dibanding negara seperti Jepang, tetapi kami punya hati yang luas, punya kualitas ruhiyah yang bagus. Kami punya konsep hidup yang bagus. Punya konsep bahagia dalam hidup meski tidak minum osake (alkohol). Mereka kaget ketika mengetahui konsep Islam dalam kaitan dengan bunuh diri.

Orang Jepang menganggap bahwa membunuh orang lain dilarang, tetapi membunuh diri sendiri boleh, karena ini badan mereka sendiri. Betapa kagetnya mereka saat dalam Islam, badan inipun kita pinjam dari Allah SWT. Kita tidak bisa menciptakan badan untuk diri kita sendiri.

Rekan-rekan semua..
Kita perlu yang namanya izzah. Izzah (harga diri) ini muncul karena kemandirian kita, kemandirian ummat Islam. Allah swt telah menetapkan izzah ini dalam surat al munafiquun ayat ke-8

Walillahil ‘izzati wa li rasulihi wa lil mukminin
Yang artinya: “izzah(kekuatan) itu hanyalah bagi Allah, Rasulnya dan orang-orang mukmin

Ayat ini berkaitan dengan abdullah bin ubay. Yang dia tidak ada lagi peluang menjadi pemimpin di Madinah setelah kedatangan Rasulullah. Abdullah bin ubay membahasakan dirinya orang yang lebih mulia, sedangkan Muhammad dan sahabatnya lebih hina.

Tetapi dalam timbangan Allah, hal sebaliknya, imam al qurtubi mengatakan bahwa orang munafik mengira bahwa orang yang mulia adalah yang banyak harta dan banyak pengikut. Lalu Allah swt menjelaskan tentang izzah, tentang kemuliaan hanya diberikan kepada Rasulnya dan umanya yang beriman.
Terkait izzah di sini berhubungan dengan sifat Allah al aziz. Ana tadi malam sehabis sholat isya berjamaah di JAIST di ishikawa, bertemu dengan orang Mesir.

Saya bertanya apa maksud Al Aziz dalam bahasa Arab. Orang Mesir ini menjawab bahwa banyak yang mengartikan perkasa atau kuat, tetapi sebenarnya menurut yang dia pahami, adalah begitu mulia sehingga kita tidak ada apapanya. Karena kemuliaanya, bukan Allah yang harusnya mendekat kepada kita, tetapi kita lah harusnya yang berusaha mendekat kepada Allah swt.

Dengan skill tadi, kafaah, keahlian kita, kita akan mandiri dan dekat dengan kemuliaan karena ditrahnya kita ini mulia. Jadi percakapan dengan orang Jepang tadi bisa rekan2 pahami bahwa kita seharusnya lebih mulia dari mereka dari dua sisi.
1. Sisi ruhiyah, kualitas iman, kualitas ibadah
2. Sisi skill, iptek, ekonomi

Hanya saja yang nomor 2 ini kita sering agak terbelakang, Semoga dalam pertemuan ini kita menjadi makin bersemangat meraihnya.

Rekan-rekan semua
Jika kita runut lagi setelah kita mencapai 2 hal tadi, kira-kira apa sih yang ingin kita raih?
Tujuan final kita adalah islam ini menjadi ustadizyatul alam, menjadi sokoguru dunia. Tapi ini tidak akan tegak jika kita lambat mandiri. Jika kita lambat dalam berproduksi. Jika kita lambat dalam bekerja, dalam berprestasi. Terus langkah konfkrit bagaimana?

Dalam pertemuan singkat ini, saya ingin memberikan 2 hal praktis
1. Tingkatkan terus skill kita. Milikilah mimpi yang lebih besar lagi
Jangan hnya bermimpi untuk lulus master atau doktor saja. Jangan hanya bermimpi untuk dapat kum dan promosin saja. Tapi lebih dari itu..

Berusahalah menemukan suatu yang baru, yang dengan itu nama kalian akan dikenang banyak orang ratusan tahun mendatang. Temukan hal baru dalam bidang keahlian masing-masing. Ilham diturunkan langsung oleh Allah kepada ilmuwan. Baik itu ilmuwan muslim atau non muslim. Kita yang dibanding orang kafir InsyaAllah lebih dekat kepada Allah.

Sering-seringlah minta ide dari Allah swt, mendekatkan diri kepadanya. Disertai kesungguhan..

2. Serius dalam hal apapun
Jadi jika kita diberi amanah, jangan memilih-memilih. Kerjakan dengan sebaik-baiknya. Orang yang ikhlas hanya berharap pahala Allah. Mereka tidak menghitung-menghitung apakah ada benefit untuk dirinya atau tidak tetapi hanya ridha Allah yang dicari. Orang- Orang seperti itu akan ringan dan selalu bahagia dalam bekerja. Bagi mereka semua pekerjaaa adalah ringan.

Nulis jurnal, eksperiman, baca banyak paper, buku sangat ringan. Tidak pernah kecewa dengan apa yang telah dikerjakan. Mereka mempersembahkan perkerjaan itu sebagai yang terbaik untuk Allah swt.

Saya banyak pengalaman tentang ini, termasuk ketika diundang mengisi seminar-seminar yang diadakan ppi atau juga i-4. Kadang ada pikiran ini tidak ada manfaatnya untuk karir saya di lab, karena tidak dievaluasi oleh HRD.

Hanya saja saya selalu yakin bahwa Allah maha Adil. Segala sesuatu ada manfaatnya. Ada hikmahnya. Jadi jangan meremehkan apapun.

Nah waktu saya ke belanda tahun 2008. Ke sana pakai uang sendiri (karena tidak tahu apakah diganti panitia atau tidak). Saya ke tokyo apply visa. Agar hemat terus naik bus malam. Berat rasanya melalukan sesuatu yang tidak jelas ujungnya. Tidak jelas manfaatnya. Tapi yakin saja Bahwa Allah maha adil.

Ternyata di Belanda saya bertemu dengan beberapa wartawan. Mereka tanya-tanya yang saya kerjakan. Nah sejak saat itu saya mulai dikenal masyakarakat. Semoga semua ada manfaatnya untuk agama kita. Aamiin
Sudah. Ijou desu

ES :
Haaik
جزاكم الله خيرا كثيرا

Pertanyaan 1:
Assalamu’alaykum w.w.,
1. Pak Khoirul tadi menyampaikan bahwa kita harus mempunyai spesialisasi, hal ini sesuai dengan kriteria pencapaian Qodirun ‘Alal Kasbi dalam muwashofat muslim seperti tercantum dalam buku Manhaj Tarbiyah 1433 H untuk semua marhalah. Namun jika mengaca pada ilmuwan muslim beberapa abad lalu, mereka memiliki banyak keahlian, tidak spesial pada satu bidang saja. Bagaimana tanggapan Bapak tentang perbedaan pandangan ini?

2. Dalam kriteria pencapaian Qodirun ‘Alal Kasbi di Manhaj Tarbiyah, terdapat beberapa poin yang masih mengganjal dalam hati saya. Pertama, harus sedang dalam nafkah. Kedua, tidak berambisi menjadi pegawai negeri. Mengapa demikian? Bukankah lebih baik jika nafkah yang kita dapatkan berlebih sehingga dapat kita sedekahkan sebagian? Lalu, bukankah menjadi pegawai negeri juga merupakan hal yang mulia pula? Tidak ada birokrat yang baik, tidak akan baik pula perkembangan negeri ini. Bagaimana pendapat Bapak?

Khoirul Anwar:
Bagus ini pertanyaanya
1. Spesialisi ini punya dua alasan.
a. Ilmu berkembang sangat luas dan cepat. Serta tuntuntan aplikasi yang banyak dan beragam. Jadi bagi satu orang cukup lama jika harus menguasai semuanya, maka jalan terbaik adalah menajamkan keahlian. Ini juga sejalan dengan makrifatul insan bahwa kita sadar bahwa manusia banyak kelemahan. Tidak mungkin menguasai semuanya. Alasan kedua adalah priorotas.

Saya yakin ilmuwan terdahulu meski mereka menguasai banyak bidang, tetap ada bidang yang mereka paling kuasai. Konsep priorotas ini juga sejalan dengan islam. Kita lihat misalnya di quran surat al mulk ayat 2.

Disitu ada ahsanu amala, yaitu amal terbaik, bukan amal terbanyak. Jadi Allah swt mencintai kualitas dahulu baru kemudian kuantitas. Dalam perang badar 1 orang beriman=10 orang kafir. Itu juga karena kualitasnya. Nah saya berharap kita juga demikian di dalam kafaah kita masing-masing. Kita sangat menguasai bidang kita, kalau diukur usahakan juga setara dengan 10 orang kafir. Jika kurang, tambah lagi. Demikian terus

Pertanyaan kedua, pegawai negeri..
Hehe ini mirip dengan pertanyaan dulu saat saya masih di ITB. Kok ada konsep seperti ini?

Saya tanyakan ke banyak senpai, jawabannya adalah itu dulu. Sekarang sudah berubah seiring dengan perbaikan yang ada di negara kita. Mungkin dulu pegawai negeri adalah identik dengan keburukan karena pemerintahnya tidak kooperatof misalnya. Tapi sekarang sudah berubah. Wallahu alam.

Dulu di jepang juga ada perlakuan begitu, Misalnya jangan masuk organisai pelajar. Sekarang banyak manfaat jika kita masuk organisai pelajar

ES:
Soudayona..

Khoirul Anwar:
Ijou desu

Pertanyaan 2:
Ibu adalah madariasah untuk anak anaknya = Generasi penerus dari sebuah negara dan keturunan ayah ibunya ! “Bagaimana orang japan bisa memiliki istilah “kyoiku mama” pdhl mrk tidak mngetahui kisah para istri Rasullullah SAW,  Istri Para Nabi maupun Istri para sahabat nabi .
Dari Ye

Khoirul Anwar:
Wah istilah kyoiku mama ini didengar dari mana ya?
Sepanjang saya tinggal di Jepang sampai menyekolahkan ke SD belum pernah dengar kyoiku mama

YEW:
Profesi Terkeren Wanita Jepang: Kyoiku
Mama dan Ryosai Kentro
http://m.kompasiana.com/post/read/545010/1/profesi-terkeren-wanita-jepang-kyoiku-mama-dan-ryosai-kentro.html

Dari kompasiana Mr. Khoirul , Dulu sya pernah baca article tentang “Universitas yang dikhususkan untuk para ibu ” yang disediakan oleh pemerintah jepang

LFS:
Saya dulu pernah bikin KTI yang nyentil sedikit tentang kyoiku mama, ada beberapa referensi tentang itu Pak. Baru nyadar kalo di Jepang ternyata tidak familiar dengan istilah ini…

Khoirul Anwar:
Hehe jazakillahu khoiron linknya
Sepertinya itu kesimpulan orang asing ya, tetapi apa yang ditulis itu sebagian benar. Tetapi itu tidak dijadikan standard kesuksesan pendidikan Jepang. Jadi saya punya kenalan di travel agent. Setiap saya ke luar negeri untuk conferenece, Saya selalu beli tiket dari dia. Tiba-tiba dia bilang mulai bulan depan dia tidak kerja lagi, Karena menikah. Jadi ikut suami dan mendidik anak-anak. Dia digantikan orang baru yang bagi saya tidak sepintar dia

Nah setiap akhir tahun dia kirim nengajo, kartu tahun baru dan cerita tentang keluarganya. Jadi banyk orang jepang yang seperti itu. Tapi ada juga yang tidak berhenti bekeja.

Rekan saya assoxiate prof di jaist, Dia perempuan. Saat hamil dia cuti beberapa bulan sampai melahirkan. Setelah itu kerja lagi. Nah.. Konsep pendidikan jepang yang saya pahami dan rasakan itu melibatkan kedua orang tua. Kita ada asosiasi guru dan orang tua disebut parent teacher association atau PTA.

Di sini guru dan orang tua berdiskusi tentang tugas dan pr selama musim panas misalnya. Kemudian kegiatan apa saja yang baiknya dilakukan. Terus guru nanya langsung tentang anaknya lagi senang ngapain di rumah. Apakah suka baca atau malah suka main game dst. DemikIan maaf jika kurang puas dengan jawabannya

YEW:
Apakah mereka memakai  Dominan Otak Anak dalam pengajaran juga ? .

Khoirul Anwar:
Tidak ada pemisahan otak kanan dan kiri

Pertanyaan 3:
Asslmlkm, Pak Khairul.
Perkenalkan saya DPW dari UGM, Jogja. Sepertinya kita pernah bertemu tp mungkin Bapak tidak ingat. Tahun 2011 saya menghadiri conference SUSTAIN di Uji-campus Kyodai, dan satu ruangan paralel session dengan Bapak hehe

Sepertinya perkenalan dan basa-basinya cukup hihi

Luar biasa sekali materi malam ini, bahwa kita sbg muslim harus punya izzah. Apalagi jika berbicara tentang izzah dalam parameter keduniawian, seperti IPTEK yang memang dengan negara-negara non-muslim, kita masih kalah jauh. Pekan lalu saya menghadiri conference dalam bidang optik di Praha, dan memang saya merasa ‘minder’ melihat riset saya sangat kalah jauh dibanding yang lain. Terlebih lagi, saya satu-satunya yang terlihat muslim disana karena berjilbab dan cukup lebar lagi. Maka rasa-rasanya, mindernya semakin menjadi, walaupun berkali-kali saya tanamkan dalam diri saya, insya Allah kamu lebih mulia karena kamu muslim walaupun risetmu ga ada apa-apanya. Dan Allah udah bawa kamu kesini, insya Allah ga akan menghinakanmu. Jadi super sekali dapat materi penguatan dari Bapak tentang hal ini. Bahwa hanya sama Allah kita menaruh semua keyakinan dan pengharapan.

Namun ada yang ingin saya tanyakan Pak. Terkait fenomena kekinian di negara kita ini. Ya, mungkin beberapa dari kita punya semangat dan mimpi yang luar biasa. Namun, kadang hambatan besar bagi ide-ide kami ini dari segi fasilitas dan financial yang masih kalah jauh dibanding negara-negara non-muslim. Maka mungkin kiranya Bapak dapat memberi nasehat kepada kami sikap dan mental seperti apa yang harus kami punya dalam hal ini?
Sebelumnya, jazakallah khairan katsira 🙂

Khoirul Anwar:
Bu DPW, wah bagus dan sulit ini pertanyaan ya
Jadi begini..
Pertama, yang paling urgen kita harus miliki adalah ilmu sebelum amal. Makanya beberapa kali dalam al quran Allah swt bertanya “apakah sama orang yang megetahui dan tidak mengetahui?”

Nah saat saya merenungkan ayat-ayat seperti itu, ingatan saya selalu ke konsep. Bahwa banyak orang tidak bergerak karena tidak tahu konsepnya. Karena tidak tahu ilmunya. Ilmu ini penting karena dengan ilmu kita bisa mengukur di mana kerja kita. Dan dengan ilmu juga kita bisa mencari 1000 jalan lain.

Dalam buku the big thinking big, Orang yang sejak awal mau give up, dia akan selalu mencari alasan untuk give up. Ada hujan dikit, langsung berkesimpulan, tuh kan tidak usah berangkat. Tapi jika orang yang punya ilmu, dia akan positif thinking, akan bilang, aha masih ada jas hujan.

Jadi mbak DPW hehe
Yang penting kita punya mimpi dulu, Punya semangat dulu, Punya target dulu sehingga kita tahu harus melangkah ke mana.

Terkait dengan alat, juga fasilitas yang kurang. Kita bisa aplikasikan positif thinking tadi, bahwa akan ada 1000 jalan lain. Malah saya menduga dengan pencarian 1000 jalan ini, muncul inovasi baru. Yang bisa jadi orang luar negeri malah terkagum-kagum.
Demikian mbak semoga jawabnnya memuaskan.
Ijou desu

DPW :
Jazakallah khaiir Pak, sangat mencerahkan..
Intinya bahan bakar berupa ilmu, mimpi dan semangat yang ga boleh habis.

Pertanyaan 4:
Assalamualaikum,
Terimakasih kepada Dr. Khoirul anwar atas materinya (tatsqif) kali ini,
Saya Ry jurusan teknik elektronika Univ.negeri padang,
Mau tanya terkait kata-kata Bapak tadi ” Berusahalah menemukan suatu yang baru, yang dengan itu nama kalian akan dikenang banyak orang ratusan tahun mendatang
Temukan hal baru dalam bidang keahlian masing-masing”.

Saya buat skripsi (tugas akhir) s1 kemaren tong sampah elektronik masih semi robot karena pakai IC n MC, tong sampah yang bisa mengeluarkan suara saat buang sampah kedalamnya untuk anak2 kecil (Paud/TK/SD) agar memotivasi buang sampah pada tempatnya dan menempatkan sampah sesuai jenisnya organik dan anorganik, Insyaallah saya ingin lanjut study dan pengen menguasai robot termotivasi ilmuwan muslim dahulu aljazari, kira-kira menurut bapak Dari.khoirul anwar adakah jalur atau jalan buat saya lanjut study d jepang yang terkenal juga dengann robotnya? nyambungkah dengan skripsi saya tadi, mohon bantuan Kenalan-kenalan prof. Jepang bidang robot dan sejenisnya buat study lanjut saya pak Dari. Khoirul kalo ada

Khoirul Anwar:
Mas Ryo, barakallahu fiik robot bikinannya..
Untuk jurusan robotic, di jepang ada buanyaaak mas hehe. Tinggal dipilih yang sesuai. Jadi biasanya yang dikembagkan dalam robot adalah algorithma. Dan diperlukan banyak inovasi di sana. Sedangkan untuk bikin robotnya, itu urusan kedua karena robot bisa dengan mudah dibikin jika algoritmanya hebat. Hampir di setiap univ jepang ada jurusan robotic. Dicari saja yang paling pas, dan senseinya sedang ada project. Jika ada project kebanyakan mereka perlu orang/mahasiwa.
Demikian mas ya
Ijoubsesu

Pertanyaan 5:
Mumpung ketemu pak khairul, mau nanya tentang yang berhubungan dengann frekuensi.
1. Di regulasi secara internasional bagaimana pengaturan frekuensi secara umumnya?

2. Di Indonesia saya dan tim bekerja dibidang yang berhbngan dengann penggunaan frekuensi, terutama untuk penggunaan helicam multirotor dan UAV/darione untuk mapping maupun kebutuhan entertainment.  Frekuensi yang kami pakai ada yang jamak dan umum 433 Mhz, 900Mhz, 1,8Ghz, 2,4 Ghz, 5,8Ghz. Keperluannya antenna telemetry, video transmitter, dll. Kelemahan kami dalam jangkaun antenna, karena jarak terbang yang ditempuh lbh dari 15 km, sedangkan antenna pabrikan hanya kuat sampai 2 km (untuk keperluan pengiriman sinyak telemetry dari UAV ke konouter). Menurut pak Khairul, adakah solusi atau terobosan baru dalam meningkatkan jangkauan radius antenna?

Selama ini kita akhirnya ngakalin antenna dengann antena buatan sendiri dengann jimmy jib antenna (untuk telemetry), dan cross hair antenn untuk video telemetry.

AFB:
Capung.web.id

Khoirul Anwar:
Mas AFB bagus nih pertanyaanya meski agak teknis
Karena banyak orang yang salah paham tentang frekuensi dan bandwidth. Yang saya tahu Regulasi international diatur oleh FCC. Alasannya sederhana, agar jika ada interferensi, bisa diprediksikan itu berasal dari aplikasi yang sejenis. Jadi komunikasi jarak jauh biasanya dialokasikan freq rendah, sedangkan jarak dekat dengan freq tinggi. Alasannya freq tinggi memiliki redaman yang tinggi juga jadi sinyal cepat mati, habis

2. Mas AFB sebaiknya menggunaksn freq rendah jika darione skrng digunakan jarak jauh. Sedangkan untuk antenna, harus diukur beamwidth sesuai dengan freq yang dipakai sebelum diimplementasikan. Antenna apa saja boleh asalkan mas AFB tahu characteristics antennanya. Tidak semua antenna punya beamwidth yang sama.
Saya sarankan: a. Freq rendah,
b. Sntrnna darione omnidirectional
Tidak ada cacat dalsm arah manapun
Demikian mas
Ijou desu

ES:
Alhamdulillah.. Walau lebih dari waktu yang direncanakan
جزاكم الله خيرا كثيرا
Untuk pak Khoirul..

Khoirul Anwar:
Waiyyakum. Alhamdulillah

ES:
Semoga apa yang disampaikan bermanfaat untuk semua di sini. Di jepang sudah mendekati tengah malam. Jadi kita akhiri saja
Sekali lagi جزاكم الله خيرا كثيرا
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Khoirul Anwar:
Jazakumullahu khoiron untuk semuanya.

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via https://pixabay.com

Kriptografi

BINCANG-BINCANG MALAM Tema : Kriptografi Narasumber : Akhmad Arfaq Rosyada Moderator : Arni Oktaviani @19 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *