Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Diskusi Pakar / Geliat Industri Halal Pada Kehidupan di Jepang

Geliat Industri Halal Pada Kehidupan di Jepang

Screenshot_2018-09-16-09-50-24-744_com.google.android.googlequicksearchbox
(sumber foto: google search)
Tatsqif Online ODOJMITI MJR-SJS
Pembicara: Abrory Cahya Pramana
Moderator: Dimas Prabu Tejonugroho
Tema: Geliat Industri Halal Pada Kehidupan di Jepang
Hari, tanggal: Sabtu, 3 Februari 2018
Pukul: 20.00-22.16 WIB
Dimas Prabu Tejonugroho:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para member MJR.Kita bertemu lagi dalam sesi tastqif yang super duper keren.Dan yang tak kalah pentingnya membawa ilmu yg baru buat kita.
Sebelum kita mulai, marilah kita ucapkan taawudz dan basmalah ditempatnya masing-masing. Topik pada tatsqif kedepannya ialah bagaimana Islam di mancanegara. Dan untuk sesi ini Kita akan membahas mengenai bagaimana pertumbuhan industri halal dalam Kehidupan di Jepang.
CV-Abrory A. C. Pramana
Kita akan membahasnya bersama narasumber kita, mas Pram yg saat ini sedang studi lanjut di Jepang. Ini CV pembicara malam ini. Silahkan bagi yg ingin tahu profilnya. Dan sy ucapkan selamat datang kepada mas @abroryacp ini grup tastqif ini.
Abrory Cahya Pramana:
Haik, Mas Dimas. 🙏🏽
Dimas Prabu Tejonugroho:
Untuk plan tastqif Kita malam ini seperti biasa:
Penyampaian materi sampai kira2 pukul 21.00 WIB,Kemudian dilanjutkan tanya jawab dan diskusi sampai jam 22.00 WIB.Bagi teman2 peserta tastqif yang ingin bertanya, silahkan kirimkan pertanyaannya langsung lewat jalur pribadi ke saya.
Silahkan mas @abroryacp , waktu dan tempat dipersilahkan utk bahasan malam ini…
Abrory Cahya Pramana:
Haik.
Hapyo hajimemasu…😅
Sebelumnya salam kenal, saya Abrory, saat ini sedang mengambil master di Tokyo.
Bidang saya sebenarnya adalah mengenai natural product dari bakteri, namun inshaAllah akan sedikit berbagi mengenai industri halal di negeri Sakura ini.
Saya datang di Jepang pada tahun 2016, yang mana pada tahun tersebut geliat industri halal Jepang sudah mulai banyak menjamur.
Saya sedikit berhipotesa di sini, kedatangan para pendatang, dari negara-negara Islam merangsang geliat industri halal di negeri sakura ini.
Misal saja, kebab di sini, yang dibawa oleh orang2 Turki menjadikan mereka mulai mengenal apa itu makanan halal.
Ditambah, pada akhirnya perkawinan campuran antara para muallaf Jepang dan para muslim/muslimah sendiri, menyebabkan kebutuhan makanan halal meningkat.
Beberapa rekan-rekan di sini mungkin pernah mengenal mengenai Halal Media Japan, HMJ.
Ini adalah salah satu satu company yang mempromosikan makanan-makanan halal dan juga mengenalkan konsep-konsep halal pada berbagai restauran yang ada.
Industri halal Jepang sendiri semakin gencar dipromosikan mengingat perhelatan akbar pada tahun 2020 yang dirasa akan banyak mendatangkan wistawan, terutamanya mereka yang berasal dari negara-negara Islam.
Hal inilah yang kemudian diperkirakan bahwa Jepang mulai akan membuka diri pada wisatawan asing dan menjadikan negeri ini sebagai negara dengan muslim friendly yang dapat menarik para wisatawan.
Jika mungkin pernah mendengar, industri halal di Jepang, tidak hanya menyentuh ranah makanan, jika tidak salah ada Hotel Syari yang dibuka di daerah Fuji.
Hal ini sebagai pertimbangan bahwa pengunjung yang notabene muslim akan lebih nyaman jika ada kenyamanan dalam menginap.
Kebetulan saya senang sekali mengunjugi Panga, salah satu restoran yang menyediakan halal yakiniku bagi para wisatawan muslim.
Kebetulan tenchou di restaurant tersebut menyampaikan bahwa mereka bahkan memiliki slaughter sendiri untuk menyiapkan kualitas daging halal yakiniku yang mereka jual.
Selain itu, bentuk promosi mereka mengenai industri halal juga menyentuh kepada trend fashion muslimah yang ada.
HMJ sebagai salah satu company banyak membantu dari segi pemasaran dan pengenalan mengenai hal tersebut.
Bahkan setiap beberapa tahu mereka, HMJ, mengadakan pameran mengenai Islam dan makanan halal, baik mengenai pergelaran khusus dalam suatu ruangan, atau mengajak warga jepang dengan menyantap makanan yakiniku halal dalam sebuah acara barbeque party > sebagai bentuk dalam usaha mengenalkan komunitas muslim dan makanananya.
Menyambung mengenai pergelaran olimpiade tokyo 2020.
Bagaimana peran kampus?
Kebetulan di kampus kami, pernah ada email dari pihak international yang meminta perwakilan beberapa negara baik dari South East Asia, untuk menjelaskan mengenai makanan yang berada di negara kami.
Kebetulan ketika itu, Indonesia mendapatkan undangan, namun saya pribadi tidak mengetahui siapa perwakilan yang datang.
Pada dasarnya, support system yang baik diberikan dalam menyiapkan Jepang sebagai negara yang ramah bagi muslim.
PM Tokyo pun pernah ketika ramadhan, mengundang para duta besar negara muslim untuk berbuka bersama, sebagai bentuk dukungan bahwa Jepang akan menjadi negara yang ramah terhadap muslim.
Dari mana banyaknya pasokan makanan halal?
Sampai saat ini, banyak pasokan makanan halal datang dari Malaysia, Thailand, Filipina, dan juga beberapa rumah potong daging hewan yang berlabel halal dari negara Brazil.
Bagaimana dengan Jepang?
Saat ini beberapa tempat, semisal di shinjuku mulai menyediakan daging sapi atau ayam asli Jepang, yang bisa dibeli.
Bahkan beberapa online shop juga menjual makanan-minuman halal, beserta beberapa busana muslimah.
Pada akhirnya mungkin nyaman jika ingin bertanya jawab secara langsung.
Dan saya ingin menutup materi kali ini, dan ingin menyampaikan bahwa makanan halal terutama di Tokyo, sudah sangat banyak, maka ada baiknya membeli makanan yang jelas dengan label halal, dan tidak mengandung babi.
Serta terakhir, jangan malu bertanya mengenai kandungan makanan yang ada di dalamnya, sekiranya tidak menemui makanan halal di suatu wilayah, karena di sini, mereka akan sangat menghargai dengan aturan agama yang dimiliki oleh setiap muslim.
Mas @dimasprabu mungkin bisa langsung pada sesi tanya jawab mas.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Thoyyib. Syukron atas penjelasannya.Kita akan langsung mulai sesi tanya jawabnya.Silakan japri saya utk mengajukan pertanyaan
Abrory Cahya Pramana:
Terakhir, kebetulan saya sedang makan kebab 😅
Dimas Prabu Tejonugroho:
Kita sudah kedatangan pertanyaan 😄
Pertanyaan pertama datangnya dari rekan kita yg baik hatinya bernama @aachmadfaisall :
Untuk range harga makanan halal di jepang brp yen kak? Sebab makanan halal dijepang msh belum bnyk di jepang (eksklusif)
Apalagi kalau lihat penjelasan ini, segala bahan bakunya masih impor. Teman-teman di Indonesia mungkin bisa menikmati juga kebab ini bersama dengan sepiring nasi 🤓
Nama menunya: Nasi yang terasa kebab
Silakan dijawab mas Pram
Abrory Cahya Pramana:
Kalau untuk makanan semacam ramen, masih terjangkau dengan harga kisaran sampai 2000 yen.
Kalo untuk kebab umumnya400-600yen
Kalo untuk daging yakiniku, biasanya mereka memasang harga paket untuk dinner, dan harga satuan yang lebih terjangkau untuk lunch.
Beberapa restauran juga menyediakan tabehodai dengan kisaran harga sampai 2500, but you cant eat everything with one thing is you need to eat all you take. 😅
Ada restaurant shabu-shabu halal di shibuya, kisaran harga sampai sekitar 3000 an mbk.
Saya melihat harga di sini hampir stabil mbk.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Jadi kurang lebih rangenya200-3000ya mas
Saya coba confirm lagi mas @abroryacp , berarti untuk makanan halal yg dijual di Jepang harganya masih bisa bersaing ya? Walaupun harganya memang sedikit muahal
Abrory Cahya Pramana:
Ya mas
Dimas Prabu Tejonugroho:
Wokeh. Kita punya pertanyaan kedua dan ketiga yg terlihat sama dari mbak @FiaIrsyad dan @sakinah_salsabil
@sakinah_salsabil :
Kalau di Indonesia, menandakan makanan halal itu kan ada label BPOM nya. Nah bagaimana dgn di Jepang? Apa sudah ada label yg bisa ditandai?
Soalnya klo maen kesana, bingung juga nanti kaan 😅
Apa hanya label halal saja?
@FiaIrsyad :
Ada berapa lembaga yang berhak memberi label halal di jepang?
Abrory Cahya Pramana:
Di sini ada Nippon Halal Foundation yang berhak memberikan label halal.
Di sini selama makanan itu tidak mengandung barang-barang haram masih bisa dimakan mbk. Semisal tidak mengandung mirin, atau daging babi.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Lembaga ini dimiliki pemerintah atau hanya lembaga swadaya masyarakat mas?
Abrory Cahya Pramana:
Ini sepertinya punya lembaga swadaya mas
Ayu Wandira 25 Medan:
Ohh berarti blom ada kerjasama dgn lembaga pemerintah yaa
Abrory Cahya Pramana:
Iya Mbk.
Tapi lembaga ini sudah mulai memberikan diri dalam setiap ada restauran yang ingin menyiapkan halal menu.
Lembaga ini akan memberikan sertifikat.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Nah ini mas, sepertinya ini pertanyaan koenci kita pada malam hari ini:
Bagaimana pada saat di Jepang kita mau bertanya atau berkomunikasi dengan teman-teman penyedia pangan disana, kalau makanan mereka halal? Terutama buat yang tidak ada keterangan halalnya.
Abrory Cahya Pramana:
Bisa langsung bertanya mas. Apakah ada mirin, atau pork atau kandungan lainnya yang ndak bisa dimakan.
Bisa disampaikan bahwa kita muslim.
Bahkan kalo ndak salah ada kartu untuk menyatakan kalo muslim dan ada keterangan makanan yang ndak bisa dimakan.
Pengajuan proses halal di sini, inshaAllah dijamin Mbk bahkan sampai ke piring atau alat nyuci dan panci2nya
Maaf rada putus-putus, barusan juga ngobrol sama penjual kebabnya, yang kebetulan juga orang Turki dan menceritakan tentang kondisi Turki dan kepemimpinan Erdogan di sana. Maaf 🙏🏽😅
Di sini malah akan sangat dianjurkan bertanya adakah kandungan bahan makanan yang sekiranya haram bagi muslim. Karena mereka inshaAllah akan jujur, jika ada alkohol ataupun ada babi, atau daging kambing atau sapi yang tidak layak dikonsumsi muslim.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Terkait ini ada pertanyaan lagi dari mas @a_bahrudin58 :
Bagaimana proses dan berapa lama proses pengajuan label halal suatu produk sehingga terbitnya label halal di Jepang?
Kayaknya mas @a_bahrudin58 mau nyoba impor produk Banten ke Jepun.
Abrory Cahya Pramana:
Untuk berapa lamanya saya kurang paham Mas.
Tapi saya ada kenalan di Halal Media Jepang, yang mungkin jika ingin bertanya lebih detail bisa disambungkan.
Saya pernah ke Kyoto, ke daerah Arashiyama, hutan bambu, ketika itu mampir di sebuah restoran baru, dan baru saja menyediakan makanan halal yang luar biasanya, mereka memisahkan gelas, piring, sendok, bahkan sumpit, dan mereka labeli dengan halal.
Jadi kalo saya lihat pengetahuan yang diberikan oleh pihak Nippon Halal Jepang, sangat detail.
Mengenai waktu, maaf, masih terbatas informasinya.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Barusan saya coba searching di Gugel tentang informasi makanan halal di Jepun dan kemudian bertemu file ini.
Di file ini sepertinya ada kartu untukmenyatakan kita Muslim dan keterangan makanan yang tak bisa dimakan seperti kata mas @abroryacp
Ini pertanyaan berikutnya dari @Meizajolanda02 :
Ada ndak makanan halal dari Indonesia di Jepang, karena notabene Indonesia sama Jepang punya historis yang panjang, yang mungkin membuat Jepang tertarik sama rempah-rempah diIndonesia, ada ndak sedikit banyaknya makanan Jepang ada cita rasa Indonesianya, kalau ada prospek untuk makanan Indonesia hadir sebagai salah satu varian menu d Jepang menjanjikan tidak?
Lebih bertanya tentang prospek bisnis masakan Indonesia untuk dijual di Jepang
Abrory Cahya Pramana:
Rumah makan Indonesia di sini ada mas, tapi tidak semenjamur kebab ataupun kare-kare India.
Kebanyak orang-orang yang pernah tahu masakan Indonesia pasti akan mencari.
Mizati Dewi Wasdiana 96 Pekalongan:
Masakan Padang banyak ga Mas?
Abrory Cahya Pramana:
Di sini, kebanyakan ada yang menjual masakan Indonesia banyak ketika ada bazar saat kegiatan di Keluarga Masyarakat Islam Indonesia, semisal tabligh akbar atau seminar. Bahkan ada yang menjualnya melalui facebook atau mulut ke mulut.
Karena dengar-dengar dari kakak kelas yang pernah ingin berbisnis masakan, harus sampai jelas hitungan rincian modal dan perkiraan untungnya.
Jadi banyak yang semisal dia pernah menjual, lalu temannya membeli dan mengabari rekan-rekan lainnya. Lalu mulai menjual secara online.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Insya Allah bagi teman-temanyang orang Padang dan kebetulan punya rumah makan sendiri tentu sudah paham mengenai ini.
Abrory Cahya Pramana:
Di sini, ada orang Indonesia yang sukses berbisnis roti, namanya Bu Siti Nurjanah, kalo ndak salah. Beliau menjual roti hanamasa pan.Semua bahan adalah terbaik dari Jepang, dengan kualitas halal dan thoyyib.
Masakan padang ada yang jual Mbk.
Dia bahkan menjual online di FB
Jadi yang mau sekolah ke Jepang, jangan khawatir mengenai makanan dan komunitas Islam di sini.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Pertanyaan dari @MizatiDewiW utk memastikan satu hal;
Apakah ada edukasi bagi Pedagang makanan di Jepang tentang bagaimana makanan yang halal itu selain hanya bebas dari babi?
Abrory Cahya Pramana:
Kalau secara umum, ndak ada Mbk.
Tapi bagi pedagang yang akan membuka halal restaurant maka mereka akan mendapatkan pengetahuan terlebih dahulu.
Dimas Prabu Tejonugroho:
Mas @abroryacp berhubung di saya tak ada pertanyaan lagi yg masuk, mungkin Ada yang mau mas Pram sampaikan utk menutup sesi kita malam ini?
Closing statement
Abrory Cahya Pramana:
Closing statement yak. 😅
Ditunggu di Jepang untuk belajar ataupun mencari pengalaman melalui magang atau apapun.
Dan terakhir man jadda wajadda 😅
Ahmad Bahrudin 1992 Serang:
Regulasi produk halal ini udah disemua daerah di jepang atau baru daerah tertentu saja?
Abrory Cahya Pramana:
Informasi mengenai regulasi saya kurang paham ya mas.
Tapi dibandingkan dengan wilayah lain Tokyo banyak sekali makanan halal.
Sepertinya ini melihat perhelatan akbar akan banyak berlangsung di Tokyo.
Tapi jangan khawatir selama berani bertanya di daerah lain, di sini orangnya akan senyum dan ramah bahkan bilang semisal ada babi atau mirinnya.
Dulu saya pernah ke pasar Tsukiji market, waktu itu kebetulan ingin membeli tahu yang ada ikannya. Pas ditanya, apakah ada mirinnya dan bisa dimakan muslim, mereka langsung menyampaikan maaf karena muslim tidak bisa makan.
Bahkan ketika itu si penjual sempat bertanya ke bagian dapur, bisa ndak dibuatkan tanpa mirin. Tapi sayangnya semua sudah kecampur mirin.
Satu hal lagi mas Prabu, saya melihat nilai kejujuran di sini hampir di segala aspek, dan sekali ndak jujur rasanya malu. 😂
Dimas Prabu Tejonugroho:
Haiyaaaah, kalau disini sudah masih ditipu tipu kitaaa 😂
Abrory Cahya Pramana:
Kemarin miris denger berita ada mirin di kedai makanan Indonesia, namun berlabel halal. 😭
Dimas Prabu Tejonugroho:
Dengan nama untung, Kita masih merepotkan bangsa sendiri. Hehehehe
Mas Pram, matur nuwun sudah membagi ceritanya di malam Februari ini.
Semoga dgn bercerita disini semakin membuat mas Pram bersemangat utk menyelesaikan studi di luar negeri dan segera pulang ke Tanah Air.
Buat teman2 yg lain, semoga semakin terinspirasi utk main atau berbisnis di Jepang.
Aku malah udah kepikiran ini… Oke kali ya jualan rendang disana 😂
Kayaknya kalau ada pertanyaan lagi bisa menghubungi mas @abroryacp langsung.
Terima kasih semuanyaa sudah membersamai saya sampai pukul 22.00 malam ini.
Marilah kita tutup bersama-samadengan hamdalah dan doa penutup majelis ditempatnya masing-masing.

About Admin

Check Also

via https://i.ytimg.com

Good to Great Season 2: Konsep Landak

Bersama sensei Edi Sukur (ES). ES: Assalamu’alaikum wr.wb. Kita mulai ya. Seperti biasa mohon gak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *