Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Harapan Subur Kembali

Harapan Subur Kembali

cita-citaku
cita-citaku via pendoasion.files.wordpress.com

Tak diduga hari ini ada jatah kulsap saya. Disuatu sisi cukup bingung ingin kulsap apa. Di sisi lain tak ingin menunda apa yg seharusnya segera ditunaikan. Mungkin saya akan sedikit berbagi ibroh yang saya peroleh 2 hari ini bersama Bunda Helvy Tiana Rosa. Semua begitu full cerita. Mulai dari bolak-balik kampus-lokasi seminar karena tak ingin kehilangan kedua-duanya. shalat bersama di masjid seribu tiang jambi, bertandang ke Menara Gentala Arasyi Jambi yang oke kece. Hingga syuting bahas confounding film KMGP di TVRI jambi.

Saya melihat bahwa begitu banyak dari kita yang memiliki harapan khususnya saya pribadi, namun sayangnya, kita tidak cukup serius untuk memelihara harapan itu untuk tetap exist, untuk tetap stay, tidak meninggalkan kita.

Menghasilkan tulisan yang kemudian dibaca orang lain. Adalah salah satu cita-cita saya dari dulu, sejak SMP. Saya cukup banyak berimajinasi kisah-kisah untuk buku saya. Namun seiring dengan berjalannya waktu harapan itu kian hari kian terkikis dan kian tergerus habis. Ya, benar-benar habis. Entahlah, mungkin karena saya yang terlalu cepat menyerah. Atau memang mindset saya yg memang telah berubah. Apa yang salah??. Padahal setiap hari selalu berusaha untuk berada dilingkungan positif baik itu, kegiatan, teman, buku atau postingan di beranda sosial media dan sebagainya.

Hingga kemudian saya menyadari bahwa tak pernah ada lingkungan yang betul-betul ideal. Walaupun kita telah berusaha menarik garis, menfilter, mensterilkan semua nya.Namun Tetep , ada saja hal-hal tak baik yang walau sedikit tapi-tapi terbawa-bawa tanpa sadar. Runtuhnya kepercayaan diri setelah beroleh kegagalan beruntun, mindset publik yang tak usah muluk-muluk, orang-orang terpercaya yang malah mematahkan semangat juang . Membuat kita pernah berfikir dua kali untuk bercita-cita.

Ada saat dimana, terlalu memikirkan serius “sesuatu” tidak selalu baik. Pernah baca sebuah quote tapi lupa dari siapa namun intinya begini. “Masa depan memang harus difikirkan baik-baik tanpa ada kekhawatiran hari esok”.
Memang,! Ternyata…jika kita sedang melakukan sebuah upaya. jangan diikuti dengan berfikir sekaligus. Kita sering terlalu terpaku pada hasil. Padahal lakukan lah upaya- upaya itu demi langkah, demi perubahan-perubahan yang memang perlu untuk sesuatu yg namanya proses.

Hidup di dunia serba instan, tanpa sadar telah menjadikan diri ini tidak sabar, sehingga menolak yg namanya “proses”. Padahal berproses adalah harga mati untuk sebuah cita-cita. Tak dipungkiri, Kemudahan-kemudaha yang kita peroleh di era jaman sekarang membuat kita selalu mencari sesuatu yang gampang, cepet, praktis!!.  Setiap kali menemukan kegagalan, pembenaran-pembenaran muncul, mengikuti pembenaran argumen-argumen negatif yang pernah ada sebelumnya. Semakin pudar harapan. Semakin kuat keyakinan untuk mundur.

Berhenti membanding-bandingkan!! Setiap kita tentu punya ukuran capaian, standar-standar yg sudah dipatok. seseorang yg menjadi tolak ukur . Kita memiliki cerita hidup kita masing-masing. Kita menjalani kehidupan kita, dan orang lain dg kehidupannya. Ketika kita selalu membandingkan diri sendiri dg orang lain maka kita akan jengah, akan lelah sendiri. Yang ada hanya kita kian hari kian jengkel. Karena selalu jengkel, maka hilanglah yang itu kesyukuran. Padahal kita sering mendengar bahwa Allah berfirman dalam alquran Apabila kita bersyukur, maka nikmat itu akan Allah tambah2. Namun apabila kita kufur , maka siksa Allah itu amat pedih..

Tak ada yang salah menjadikan seseorang sebagai pemicu, sebagai motor penggerak. Semuanya boleh saja, asal masih dalam batas “kewajaran”. Karena memang sesuatu yang berlebihan2 itu tidak baik. Selalu begitu.

Penyesalan. Terkadang memaafkan Diri sendiri lebih susah dibanding dg memaafkan org lain. Jika sesuatu yg baik terlewat,kesempatan-kesempatan terbang. Penyesalan-penyesalan datang silih berganti. Mengapa begini, mengapa begitu, mengapa harus dan mengapa-mengapa lainnya.  Penyesalan untuk bermuhasabah adalah bagus, namun sekali lagi lakukanlah sewajarnya . Sesali sewajarnya kemudian belajar lah “memaafkan diri sendiri”dengan azzam yang kuat serta upaya-upaya ekstra untuk komit lebih baik berikutnya.

Sebuah kutipan penentram : Hiduplah dalam batasan hari ini, kerahkan segala daya dan segala upaya. Apabila hari ini dapat dilewati dengan baik. InshaAllah hari esok juga akan baik..

Last..
Alhamdulillah, inilah plus plus nya berjama’ah, gak nafsih-nafsih. Berada disekitar orang-orang baik, orang soleh, orang-orang kreatif. Berkat mereka dan juga berkat motivasi yang diperoleh selama 2 hari ini. Harapan itu kembali, dunia terasa lebih lapang, ada kebahagian, juga semangat yang besar. Jangan luput untuk mengikat harapan.Karena mengikat harapan, adalah kemestian..

Teringat sepenggal lagu nya maher zain, “Dont despair and never lose hope cause Allah is always by you side… InshaAllah, you will find a way.”

Demikianlah, sedikit kulsap yang lebih mirip curhat ini. Mohon maaf dengan penulisan yang masih compang camping ini. Adapun saran dari sahabat semua adalah sangat diharapkan.

Wassalam
Aila

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

always positive

Tidak Ada Kata Percuma

Bismillaahirrahmanirrahiim.. Terinspirasi dari tindakan seorang mahasiswi di kampusku. Ketika itu di mesjid kampus ia merapikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *