Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
Ilmu dan Adab dalam Islam – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Ilmu dan Adab dalam Islam

Ilmu dan Adab dalam Islam

via abuwildansalsabil.blogspot.com
via abuwildansalsabil.blogspot.com

Assalamualaikum wr. wb. Pada pagi hari ini saya akan coba merangkum sebuah tulisan dari Dr. Ahmad Alim, Lc., M.A berjudul “Ilmu dan Adab dalam Islam” dari sebuah buku berjudul Filsafat Ilmu (GIP, 2013) sebagai kulsap saya pada pagi hari ini.

Saya tertarik dari tulisan Dr. Ahmad Alim ini karena menyajikan sebuah deskripsi yang sangat jelas mengenai jenis-jenis adab akademis apa yang harus dilakukan oleh seorang akademisi.

Pertama, kita sudah sering mendengar istilah “loss of adab” di zaman modern ini.

Istilah ‘loss of adab’ yang dimunculkan oleh Prof. Naqib Al Attas menggambarkan bahwa manusia kini kehilangan adab. Hilangnya adab memunculkan hilangnya fungsi ilmu pengetahuan sebagai kebermanfaatan. Fungsi ilmu pengetahuan terdistorsi menjadi alat semata dalam meraih kekuasaan dan kekayaan dunia.

Rasulullah saw selalu memerintahkan agar kita mencari ilmu yang bermanfaat. ‘Bermanfaat’ ini maksudnya adalah membawa pada iman dan amal sholeh. Imam Syafi’i pernah berkata, “Tidaklah disebut ilmu, apa yang hanya dihafal, tetapi ilmu adalah apa yang diaktualisasikan dalam bentuk adab yang akan memberikan manfaat”.

“Banyak dari para pencari ilmu yang sebenarnya mereka sudah bersungguh-sungguh menuntut ilmu, namun mereka tidak merasakan nikmatnya ilmu, hal ini disebabkan mereka meninggalkan atau kurang memperhatikan adab dalam menuntut ilmu” (Az-Zarnuji). Salah satu ulama yang mendeskripsikan mengenai adab akademik itu adalah Ibn Jama’ah. Ibn Jama’ah mengatakan “ Mengamalkan satu bab adab itu lebih baik daripada tujuh puluh bab ilmu yang sekedar dijadikan pengetahuan. Artinya, ilmu sedikit yang diiringi dengan adab lebih baik daripada ilmu yang banyak, tetapi kosong dari adab.

Ibn Jama’ah mendeskripsikan 4 jenis adab akademik. Pertama, adab ilmuwan terhadap dirinya sendiri. Kedua, adab ilmuwan terhadap proses pengajaran. Ketiga, adab ilmuwan terhadap peserta didiknya. Keempat, adab penuntut ilmu atau orang yang belajar ilmu.

Adab Ilmuwan terhadap Dirinya Sendiri. Celaka dan celaan hadir pada setiap ilmuwan yang ilmunya tiada membawa manfaat. Karena itu ilmuwan harus beradab. Ibn Jam’ah memberikan 12 adab personal yang harus dimiliki oleh setiap ilmuwan.

  1. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan merasa diawasi oleh-Nya
  2. Memelihara ilmunya, agar tidak jatuh ke dalam hal-hal rendah dan hina. Hal-hal rendah atau hina ini seperti menukar ilmu dengan segala hal yang sifatnya materi duniawi, sehingga ilmuwan tersebut terhalang dari menyampaikan kebenaran karena kebenaran yang ada pada ilmunya telah tergadaikan dengan dunia
  3. Tidak menggantungkan ilmunya pada kepentingan duniawi. Dunia hanya sebagai sarana penunjang keilmuannya,  bukan tujuan akhir dalam kehidupannya. (Bersikap zuhud)
  4. Tidak menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mencapai kepentingan duniawi (jabatan, kekayaan, popularitas). Dengan demikian, dirinya, terhindar dari sifat tamak terhadap dunia
  5. Menghindari segala profesi, atau tempat-tempat yang secara syariat dan adat dipandang kurang bermartabat. Hal ini untuk menghindari praduga-praduga negatif yang menjatuhkan martabat ilmuwan
  6. Menjaga syiar-syiar keislaman, seperti menjaga shalat berjamaah di masjid, menyebarkan salam, beramar maruf nahi munkar, dan sabar dan santun dalam bersikap. Ini akan melahirkan citra positif terhadap ilmuwan tersebut dan ilmu yang diembannya.
  7. Menjaga amalan-amalan sunnah, baik ucapan ataupun perbuatan. Amalan sunnah akan menambah kekuatan ruhani sehingga teguh pendiriannya dalam mengemban amanah ilmunya
  8. Memiliki loyalitas yang tinggi terhadap masyarakat dan memperlakukan mereka dengan akhlak yang mulia.
  9. Mensucikan dirinya dari segala bentuk akhlak tercela, dan menghiasi dirinya dengan akhlak terpuji, baik lahir maupun batin. Seorang ilmuwan harus mengisi dirinya dengan sifat qana’ah, pemaaf, jujur, tawadhu, ikhlas, shidiq, amanah, dermawan
  10. Rajin menambah wawasan ilmunya, seperti dengan cara memperbanyak membaca, menghapal, menganalisa, mengkaji masalah, meneliti, dan menuangkannya ke dalam karyailmiah.
  11. Tidak segan belajar kepada orang yang berada dibawahnya, baik secara usia, kedudukan, maupun nasab. Ini dikarenakan, ilmu dan hikmah merupakan barang atau harta yang hilang dari tangan orang mukmin. Kita harus sekuat tenaga mencarinya agar kita kembali meraihnya kembali.
  12. Memiliki keahlian dalam tulis-menulis.

Saya mau meminta maaf sebelumnya tidak membahas sampai full pagi ini, karena keterbatasan waktu dan banyaknya adab-adab yang ditulis oleh Ibn Jama’ah seperti yang termaktub tulisan Dr. Ahmad Alim ini.

Baru sy hitung total adab yg tertulis dalam tulisan beliau ada 83 adab, Dan tadi sy menyebutkan 12 adab saja. Semoga teman-teman yang tidak puas, bisa langsung membeli bukunya. Terakhir saya beli bukunya di Palasari Bandung, harganya masih sekitar 65 ribu-70 ribu

Bandung, 6 November 2015. @thedimasprabu

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

https://www.dompetdhuafa.org

Rohingya

with Theme : Rohingya Facilitator : ARH (Social Development Manager of Dompet Dhuafa) Moderator : ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *