Home / Dakwah / Ishlahun Nafs

Ishlahun Nafs

Bismilllahirrahmanirrahiim..
Izin menunaikan amanah kulsap..

Ishlahun Nafs (perbaiki diri)

Berbicara tentang dakwah, pasti akan tergambar rintangan dan tantangannya. Pilihan ada pada diri kita masing-masing, mau tetap berpeluh di dalamnya atau meninggalkannya. Mendakwahi diri sendiri untuk tetap melakukan ishlahun nafs (perbaikan diri) adalah bagian dari meneruskan dakwah Rasulullah.

Ishlahun nafs (perbaikan diri) harus terus dilakukan meski dalam kondisi apapun, karena ini bentuk dari sebuah konsekuensi atas apa yang sudah Allah berikan pada diri kita. Ishlahun nafs bisa kita lakukan dengan apa saja :

1. ibadah pada Allah
(berdzikir sepanjang hari, minimal pagi dan petang, tilawah qur’an, shalat dan shalat sunnah sebagai penyempurna shalat wajib kita, sedekah, dan senantiasa memuji ayat-ayat kauni dan kauli Allah, dll). Karena manusia Allah ciptakan salah satunya adalah untuk beribadah kepada Allah. Ibadah tak hanya sebatas ibadah badan saja, namun ibadah lisan (menjaga perkataan yang baik) dan ibadah hati (berprasangka baik) juga harus seimbang. Dalam adz dzariyat : 56 “Allah tidak menciptakan jin dan manusia selain untuk beribdah kepadaNya”.

Ibadah juga bagian dari mengisi ruh diri kita, tanpa ibadah hidup kita kosong, hambar. melaksanakan apapun seperti robot yang berajaln, namun ketika kita niatkan sebagai ibadah maka kita akan terbedakan dengan robot.

2. Terus melakukan kebaikan.
dengan meneruskan kebaikan apa yang sudah kita tanam, maka semoga itu bagian dari melakukan amal ibadah kepad Allah. Kebaikan apapun yang sudah kita awali semoga terus bisa dilanjutkan. Sama halnya teman-teman bergabung dengan lingkaran ini bukanlah awal pertama, ini bagian dari meneruskan apa yang sudah teman-teman muali sejak dulu, meski berebeda dari jumlah tahun memulainya, semoga bukan menjadi penghalang untuk terus bisa mereguk manisnya melingkar.
Meneruskan kebaikan yang teman-teman lakukan semoga menjadi amal jariyah juga bagi seseorang yang pernah membersamai teman-teman dalam berproses di lingkaran ini. Sejak dulu saat teman-teman mulai melingkar hingga kini.

Terus berkebaikan semoga menjadi berkah bagi orang tua kita, karena kita tak pernah tahu datangnya berkah, maka dengan terus berkebaikan semoga menjadi jalan berkah bagi hidup kita dan keluarga kita.

3. Menyedikitkan hal mubah
Hal mubah banyak sekali jika kita penuhi. Karena wajarnya manusia memang menyukai semua hal yang membahgiakan, bahagia kita pasti berbeda. namun semoga segala hal kemubahan yang membuat kita bahagia dan yang kita lakukan mendatangkan manfaat, jika dirasa tak ada manfaatnya semoga Allah izinkan kita sadar dan segera menyudahinya.

4. Terus berproses dan berprogres
Proses masing-masing oranng berbeda, tergantung kita mau atau tidak memulainya. Minat seseorang pun berbeda-beda, namun satu yang harus kita pastikan bahwa minat kita adalah minat pada kebaikan, kebaikan apapun. Semoga proses dan progres yang kita jalani dalam kehidupan menjadi bagian dari amal ibadah yang bisa kita teruskan, jangan sedih jika kita masih merasa tertinggal dengan teman kita, karena proses kita masing-masing. Namun jangan terlena dengan waktu luang kita, karena waktu luang kita bisa jadi bagian dari perusak masa depan kita. Waktu cepat berlalu, jangan puas dengan amal yang kita lakukan hari ini, namun terus memperbaharui amal adalah bagian dari memperbaharui niat sekaligus berkah yang baru.

5. Sabar dalam menjalani semua fase kehidupan
Allah mengatakan dalam Al qur’an jadikan sholat dan sabar menajdi penolong. Tanpa sabar kita tak dapat memetik makna yang ingin ALlah berikan pada kita, hal yang terburu-buru pun pasti ada celahnya, apalagi amal yang terburu-buru pasti banyak kurangnya, mengerjakan tugas kuliah saja jika terburu-buru kita tidak maksimal kan… hehe

5 hal yang semoga bisa menjadi evaluasi diri kita di tahun baru ya walaupun sudah memasuki 6 muharam :” , semoga tahun baru menjadi momentum untuk kita menata kehidupan kita dan terus memperbaiki diri, meski pandemi semua menjadi berbeda, semoga tidak memupus harapan kita dan target-target kebaikan kita.

Berproses dan berprogres membutuhkan teman dan pengingat, sejatinya kita membutuhkan orang lain untuk terus berproses atau sekadar mengingatkan tentang kesabaran menjalani proses. Sama halnya grup ini, saya banyak belajar dari grup ini tentang banyak hal, yang terkadang sama meras belum pantas di grup ini, namun saya memerlukan reminder agar tetap semangat menuntaskan hak saya terhadap alqur’anul kariim.

Jazakumullah khayr telah menjadi bagian proses proses dalam diri saya ini, semoga saya bisa istiqomah dan mohon bimbingan maupun teguran jika memang sedang terlena maupun bersalah..
Sekian. Syukron..

Sumber : kajian lq 21 Agustus 2020
Rivana nur hamidah

About Admin

Check Also

Keajaiban Niat

Bismillaahirrohmaanirrohiim Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh.. Semoga teman-teman MJR sehat dan bahagia selalu, pun Allah senantiasa merahmati ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *