Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Buku / Assalaamualaikum : Islam itu Agama Perlawanan !

Assalaamualaikum : Islam itu Agama Perlawanan !

islam
via https://bursabuku2bekas.files.wordpress.com

Judul : Assalaamualaikum: Islam itu Agama Perlawanan !
Pengarang : Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book
Tebal : x+228 halaman
Tahun terbit : 2005

“Katanya bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang ummat Islamnya paling besar. Sebagian isi khutbah selalu memberi pengumuman semacam itu. Dan kita memang tidak bisa terlalu bangga. Julukan yang terhormat itu tak sebanding dengan reputasi buruk yang menimpa: korupsi telah menimpa departemen yang harusnya diisi orang-orang saleh. Pendidikan yang mengatas-namakan agama ternyata juga tega untuk memeras murid dengan biaya mahal. Keadaan yang sama menimpa rumah sakit yang membawa-bawa nama Islam. Para pekerja perempuan yang berangkat ke negeri Islam juga mendapat siksa yang pedih. UU Terorisme juga banyak salah tangkap. Pertanyaannya: dimana gerangan aksi ‘nyata dan konkrit’ gerakan Islam? Buku ini, dilampiri dengan illustrasi yang jenaka dan modul praktis pelatihan, ingin kembali menggugat kemapanan dari gerakan Islam. Sebuah kemapanan yang dikuatirkan akan meracuni ummat dan menjauhkan Islam dari misi sebenarnya.”

Buku ini mampu menghadirkan keterkejutan saat dakwah Islam sedang demikian progresif kala itu. Meski terbit 10 tahun lalu, isinya masih sangat relevan dengan kondisi umat saat ini. Saya memiliki buku ini sudah cukup lama, dan cukup tertarik dengan kartun di dalamnya yang sangat menggelitik. Kritis dan menyentil. Penulis yang kadang disebut sosialis ini dengan begitu tajam menyampaikan pemikiran dan pesan pedas dalam bukunya. Banyak yang mungkin tersindir, karena secara jelas penulis merekonstruksi sosok (walaupun disamarkan). Memang sosok dan peristiwa yang dipaparkan adalah apa yang terjadi di awal milenium baru ini, tapi tak dapat kita pungkiri bahwa, setidaknya sepuluh tahun setelah buku ini terbit, rekonstruksi fenomena itu masih tetap saja ada. Saya khatam buku kecil bersampul hijau ini, yang kalimat-kalimatnya terasa militan dan agak “kiri”, yang menohok muslim konsevatif sembari juga menghujat muslim liberal. Buku ini berjudul Assalamualaikum: Islam itu Agama Perlawanan.

Buku ini sebenernya bagus untuk para aktivis muda Islam, supaya ketika berbicara dakwah, orientasinya tidak sebatas ideologi saja, tapi juga Islam sebagai rahmatan lil alamiin. Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Maksudnya kita juga harus mampu memberikan solusi menurut Islam bagaimana menyelesaikan permasalahan fundamental umat seperti kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan. Mengapa perlu jadi prioritas? Karena umat Islam di negeri ini sangat membutuhkan hal tersebut. Dengan tidak mengesampingkan urgensi dakwah ideologi dan pokok pemikiran, sebaiknya para alim ulama lebih giat untuk menawarkan hal-hal semacam ini ke tengah-tengah masyarakat. Terutama yang punya kuasa.

Penulis merupakan sosok langka dalam dunia pergerakan. Apalagi dalam pergerakan Islam. Eko Prasetyo merupakan orang yang berpikir bebas dan terbuka namun mengutuk sepenuhnya kapitalisme dan liberalisme agama. Tulisannya dengan lantang menentang praktik-praktik konservatif keagamaan yang memperkaya pemuka agama tertentu, tapi juga mengkritik intelektual-liberal yang pemikirannya minim solusi untuk rakyat kecil. Mengaku pengurus masjid, tapi punya juga hubungan dengan Robert W. Hefner—menuliskan epilog di akhir buku ini—dan mengembangkan “Islam Kiri”.

Seperti yang saya ungkap di awal tulisan ini, isi dari buku penuh dengan sindiran. Bisa saja kita sendiri yang akan merasa tersindir. Rasanya semua kronik umat Islam yang muncul ke permukaan tidak luput dari bahasan penulis. Ada ustadz tarif, yaitu ustadz yang biasa menetapkan tarif ketika berceramah. Ada sekolah Islam tapi ternyata biayanya tidak islami (istilah apa ini? Ehehehe… maksudnya penetapan biayanya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang umum). Penulis dengan cerkas mengelaborasi kontrarealita lembaga-lembaga pendidikan islam yang katanya sekarang sudah menjadi lembaga-lemabaga pemeras harta. Hampir semua sekolah berlabel islam berbiaya tidak masuk akal. Memang ada harga ada rupa. Tapi jelas kondisi seperti ini hanya berpihak ke kaum berduit saja. Sementara yang miskin, cukup gigit jari dan masuk sekolah murah yang kualitasnya amburadul. Ada juga sindiran terhadap ustadz yang menghimbau senantiasa untuk sabar, padahal perut kebanyakan umat Islam tidak bisa lepas dari yang namanya kelaparan. Dan masih banyak lagi sindiran pedas yang meluncur dari buku ini. Secara umum penulis memang mengacak-acak kecenderungan sebagian kalangan, tidak pada keyakinannya. Kental sekali penulis menyingung keberagamaan umat Islam saat ini yang menurutnya sering tak habis pikir. Komersialisasi agama sangat mudah ditemui di mana-mana. Sayangnya, yang namanya komersialisasi memang tak berpihak pada kaum kecil. Kaum kecil yang kebanyakannya juga beragama Islam.

Menariknya meski sindiran dan kritikan tajam yang diungkap, tentu buku ini tidak lepas dari yang namanya pencerahan dan solusi. Pencerahannya pun sangat sederhana dan bisa jadi luput dari pandangan umat Islam itu sendiri. Sudah saatnya kita melawan, karena Islam adalah agama perlawanan. Perlawanan terhadap kesewenangwenangan, perlawanan terhadap liberalisme dan imperialisme kontemporer, perlawanan terhadap segala bentuk penderitaan umatnya. Bisa dibilang buku ini adalah reminder keras bagi para aktivis Islam sekarang ini. Sayangnya, fokus sebagian besar dari mereka (aktivis) sangat jauh ke arah ini. Maka tidak heran mengapa sebenarnya masyarakat Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam kini mulai jauh dari nilai-nilai keislaman. Lha, para cendikiawannya saja lebih tertarik dengan hal-hal ideologis utopis ketimbang memikirkan bagaimana secara bersama-sama meningkatkan kesejahteraan umat.

Buku ini memang bukanlah buku akademik yang berisikan teori-teori berat, tapi yang jelas buku ini memaparkan realitas kehidupan umat islam yang paradoks secara gamblang. Biasanya setelah membaca buku ini orang jadi agak sedikit “panas” atau malah tersenyum agak tersentil. Apalagi bagi pihak yang merasa bagian dari sasaran kritik penulis.

Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam. Penting bagi kita untuk benar-benar memahami hal ini agar secara bersama-sama kita benar-benar merasakan manfaatnya. Karena semuanya telah diatur secara lengkap dalam dien ini. Dari hubungan kita dengan Sang Pencipta, dan hubungan kita antarsesama.

Deri_MJR SJS 6

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via http://tulismenulis.com

Layar Terkembang

Judul Novel: Layar Terkembang Penulis : St. Takdir Alisjahbana Penerbit: Balai Pustaka Jumlah halaman: 201 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *