Breaking News
Home / Dakwah / Islam Itu Merangkul

Islam Itu Merangkul

ISLAM ITU MERANGKUL, BUKAN MEMUKUL

–Leddye Padjianto Putri–

10-31-39-1*87VsrWU3n2dFOPxHeSp-pA.jpeg.cf
Islam itu identik dengan kelembutan, bukan keras lagi menghakimi . Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj menuturkan bahwa sejarah Islam dimulai dengan jalan damai, yakni melalui seni dan budaya. Dakwah walisongo adalah salah satu contohnya. Kesembilan wali mengenalkan syahadat dan ajaran Islam melalui wayang sebagai perantaranya. Karena Islam itu damai, menyejukkan lagi menenangkan, dan dapat diterima akal. Kita harus belajar dari sikap Rasulullah selaku Sang Suri Teladan sehingga islam dapat menjadi agama yang ramah dan tidak mengerikan.

Islam itu cinta damai, bukan mendendam apalagi suka memusuhi saudara seiman. Lihatlah betapa indahnya akhlak Rasulullah ketika menanggapi si Arab Badui yang buang air kecil di dalam masjid. Beliau sama sekali tidak marah melainkan memerintahkan sahabat untuk membiarkan Si Badui menyelesaikan hajatnya. Barulah Rasullah meminta seember air lalu menuangkannya ke tempat yang najis tersebut. Saat itu masjid nabawi masih berlantaikan tanah pasir sehingga air kencing cepat meresap ke bumi. Rasulullah pun menasehati Si Badui dengan perkataan nan lembut agar Si Badui tidak tersinggung. Berlaku lemah lembut adalah cermin keindahan Islam sebagaimana tujuan Rasulullah untuk datang ke muka bumi guna menyempurnakan akhlak yang mulia.

“Sesungguhnya lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan memperkeruhnya,” (HR.Abu Dawud, sanad: Shahih)

Hari ini banyak manusia yang menolak dakwah Islam karena hilangnya kelembutan dalam dakwah. Jadi, jangan sampai dakwah yang mulia ini dikotori dengan kekerasan dan ketergesa-gesaan yang akan berakibat pada penolakan atas sebuah kebenaran yang disampaikan. Karena hal yang baik perlu disampaikan dengan cara yg baik pula. Dakwah itu selain mengajak berhijrah melalui lisan, tunjukkan pula dengan akhlak yang indah. Insya Allah hati sekeras apapun bisa luluh atas seizin Allah. Sungguh kelembutan tampak begitu remeh, namun pengaruhnya begitu besar.

Beberapa cara agar dapat berwatak lembut:
1.Sering beristighfar dan rendah hati, tidak sombong, serta penuh kasih.
2.Jangan menganggap kelembutan sebagai kelemahan.
3.Bersabar dan jangan marah.
4.Ambil napas panjang, duduk, atau berbaring ketika ingin marah, atau berwudhu.
5. Ber-empati-lah.

Wallahu a’lam bisshawab

About Admin

Check Also

Sekilas tentang Tathayyur

Sekilas tentang Tathayyur Ainul Huda Teman2 MJR 3 yang dirahmati Allah.. Banyak berkembang ditengah masyarakat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *