Breaking News
Home / Bedah Buku / Kasih Sayang Seorang AYAH

Kasih Sayang Seorang AYAH

Assalamu’alaykumwr wb,

Debt 7 Februari
ODOJ MITI MJR-SJS 1

Diah Anindiah Said

Kasih Sayang Seorang Ayah

1. Ayah (Andrea Hirata)
2. Ayah (Kisah Buya Hamka)
3. Ayahku bukan pembohong (Tere Liye)

Adalah novel yang menarik perhatian beberapa khalayak. Mengapa? Sebab tidak setiap novel dapat menarik perhatian khalayak ramai. Ketiga novel tersebut menceritakan perjuangan seorang Ayah dengan alur yang berbeda.

1. Novel Ayah karya Andrea Hirata
Novel ini menceritakan perjuangan seorang lelaki muda bernama Sabari. Baru saja memasuki SMA dan sudah tergilagila pada seorang perempuan. Marlena, namanya. Setelah melewati jalan panjang (bukan seperti jalan tol), mereka menikah karena paksaan orang tua Marlena. Marlena dan Sabari dianugerahi seorang anak lelaki cerdas bernama Amiru.

Ujian tak sampai di pernikahan, tetapi ditambah dengan Sabari tidak dapat menemui Amiru. Hampir 8 tahun Sabari dibuat gila. Meskipun demikian, ayah yang merindukan anaknya itu tidak jadi gila karena Amiru telah kembali.

Secara tersirat, novel ini mengisahkan kasih sayang seorang pemuda yang bermetamorfosa menjadi seorang Ayah bersama perempuan yang sama sekali tidak mengharapkan kehadirannya, hingga cinta dan kasih sayangnya mengalir pada anaknya.

2. Ayah (tentang Buya Hamka)
Melalui penuturan anak kelimanya, Irfan Hamka, Republika Penerbit ingin mengenal sosok besar Hamka, tetapi dari sisi yang lebih dekat; Buya Hamka sebagai seorang ayah, suami, dan kepala keluarga.

Buku Ayah menyuguhkan banyak kenangan, pengalaman, dan kisah luar biasa yang mungkin tak akan kita peroleh selain dari orang-orang terdekatnya.

Berikut sebagian kecil nasihat dan pengalaman yang dikenang oleh Irfan Hamka selama 33 tahun kebersamaannya dengan Buya Hamka, sang ayah.

Ada tiga syarat yang harus dimiliki oleh orang yang suka berbohong.
1. Pertama, orang itu harus memiliki mental baja, berani, tegas, dan tidak ragu-ragu untuk berbohong. Jangan seperti kamu tadi.
2. Kedua, tidak pelupa akan kebohongan yang diucapkannya.
3. Ketiga, harus menyiapkan bahan-bahan perkataan bohong untuk melindungi kebenaran bohongnya yang pertama.”

Contoh, ada seorang teman bertanya kepada temannya,
Tadi hari Jumat shalat di mana?
Si teman yang ditanya sebenarnya tidak ikut shalat berjamaah Jumat, namun karena malu, dia berbohong, lalu menjawab,
Di Masjid Agung.
Si teman yang bertanya kembali bertanya,
Di lantai mana kau shalat? Yang ditanya kembali menjawab,
Di lantai bawah. Bertambah lagi bohongnya.
Saya juga di lantai bawah, kok. Tidak,bertemu?
Dengan mantap yang ditanya menjawab,
Saya di saf paling belakang.

Coba kau hitung, Irfan! Untuk melindungi bohongnya, berapa kali dia menambah bohong agar temannya percaya bahwa dia memang shalat di Masjid Agung? Mengerti kau, Irfan, akan cerita Ayah ini? Halaman 10.
***

Atau kisah tentang perjalanan maut di Padang Pasir.

Mulanya, gulungan angin bercampur pasir itu masih berjarak sekitar dua kilometer di belakang kami. Umar, sopir kami, menambah kecepatan mobil dari 100, 110, lalu 120 mill per jam. Mobil terasa melayang di atas jalan raya.

Namun, angin pasir itu lebih cepat menyusul. Badan mobil terdengar seperti disiram oleh pasir. Suara gemuruh angin terdengar di dalam mobil kami. Seperti ada ribuan suara siulan yang mengepung mobil kami. Ayah terus menyebut nama Tuhan, Allah, Allah.

Aku pun mengikuti ucapan Ayah, Allah, Allah, Allah. Halaman 137-138.

3. Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye

“Seorang ayah akan selalu memberikan yang terbaik pada anaknya”

Kisah ini adalah tentang Dam; seorang lelaki yang dibesarkan dalam keluarga sederhana; terlebih lagi, ia dibesarkan menjadi seorang lelaki yang baik, berdisiplin, dan bertingkah laku sopan oleh kisah-kisah yang diceritakan oleh ayahnya sejak kecil. Umur Dam sudah 40 tahun, dan sudah 20 tahun lamanya ia tidak lagi mempercayai cerita-cerita ayahnya. Ketika ayahnya mulai mengisahkan cerita yang sama kepada dua anaknya (Zas dan Qon), Dam kembali teringat pada masa kecilnya.

Dam yang masih kecil tumbuh besar dengan mempercayai seluruh cerita Ayahnya. Dam pun percaya ketika Ayahnya berkata ia bersahabat baik dengan Sang Kapten – idola sepakbola Dam, dan juga idola murid-murid lain di sekolah.

Ayahnya juga berkisah tentang petualangannya pergi ke Lembah Bukhara; dimana ia memakan buah apel emas yang pohonnya hanya berbuah sepuluh tahun sekali.

Ada pula petualangan ayahnya ketika pertemu dengan Suku Penguasa Angin; yang menggembala dengan mengendarai layang-layang raksasa.

Saat Dam menceritakan pada teman-temannya, tidak ada satupun yang percaya dan berkata itu semua adalah fantasi dan dongen belaka. Ketika itu, Dam selalu berkata, “Ayahku bukan pembohong.”

Namun, ketika Dam beranjak dewasa dan bersekolah di Akademi Gajah, ia menemukan buku tua di perpustakaan yang berisi tentang dongeng Lembah Bukhara dan Suku Penguasa Angin. Semenjak saat itu, ia mulai meragukan kebenaran semua cerita-cerita ayahnya. Klimaks cerita ini adalah sewaktu ibu Dam sakit parah; dan pada saat krisis seperti itu, ayah Dam bercerita tentang si Raja Tidur yang berkata bahwa ibunya tidak bisa disembuhkan selain dengan kebahagiaan. Dam yang tidak lagi mempercayai kisah-kisah ayahnya pun menjadi marah, dan semenjak itu membenci cerita-cerita Ayahnya. saat itu, ia meyakinkan dirinya bahwa Ayahnya adalah seorang pembohong.

Bahkan sampai berusia 40 tahun pun, Dam masih tetap membenci kisah-kisah ayahnya, dan bahkan menentang anak-anaknya mendengar kisah-kisah itu. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan banyak hal yang terungkap. Apakah benar ayah Dam adalah pembohong? Padahal semua orang berkata ayah Dam adalah orang yang paling jujur.

Dengan bermacam karakter dan latar tiap penulis menyampaikan kisah tentang ayah. Tiap individu pasti memiliki kriteria ayah ideal versi-nya.

Di antara ketiga buku tersebut, dengan segala keterbatasan emosi, saya tertarik pada Buya dan Tere. Apakah Tere menerapkan kisah dongeng klasik dalam mendidik anakanaknya?

Kasih sayang seorang Ayah tidak kalah besar dari kasih sayang seorang Ibu pada anaknya. Cinta itu bukan hanya dalam kata-kata, pada Indahnya puisi, melainkan cinta itu butuh tindakan dan kesungguhan untuk mendapatkannya.

Saya ingin mendengar kisah tentang Bapak, kisah muda Bapak yang memenuhi jalanku.

______
sumber:
Novel Ayah karya Andrea Hirata. 2015.
Novel Ayah: Kisah Buya Hamka disadur dari laman goodreads. 2019_
Novel Ayahku (Bukan) Pembohong disadur dari laman goodreads. 2019

______
Di bawah tiktiktik bunyi genting,
08 Februari 2019

Diah Anindiah Said

About Admin

Check Also

Pendekatan Humanistik

PENDEKATAN HUMANISTIK Menurut Oemar Humalik, pendidikan humanistik adalah suatu pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *