Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Konsepsi Penyucian Hati

Konsepsi Penyucian Hati

http://3.bp.blogspot.com
via http://3.bp.blogspot.com

Saya mencoba untuk mengetengahkan satu konsepsi penyucian hati yg menurut pengkulsap sangat penting dimiliki oleh manusia modern dengan segala hiruk pikuk materialismenya yang mungkin sudah menjadi darah, daging, dan nafas modernitas itu sendiri. Mari kita berkontemplasi dan memuhasabahi perkataan2 ini. Karena tanpa muhasabah dan teliti pada kalimatnya, maka ia hanyalah seperti hujan yang menyapu daun talas. Hanya lewat tanpa menjadi terbasahi.

Alkisah dahulu kala Umar pernah berkata, ‘asyarotun la tashluhu bighoiri ‘asyarotin, ada sepuluh perkara yang belum baik, atau belum dianggap baik sebelum diikuti sepuluh perkara lainnya. Apa itu? Mari kita simak.

1. La yashluhul ‘aql bighoiri waro’. Akal tidak menjadi baik tanpa sikap waro’. Akal adalah standar yang mampu membedah yang haq dengan yang batil. Dan waro’ adalah suatu aksi penjagaan diri dari hal2 yang yang batil itu sendiri baik itu maksiat, keharaman maupun hal yg subhat. Punya akal yg cerdas sama seperti punya sensor panas yg bisa membedakan mana yg panas dan mana yang dingin. Tapi dia tidak dilengkapi dengan rangkaian menuju display, alarm, atau interlok aksi. Maka kemampuan sensor itu meski hebat akan menjadi sia-sia. Tidak berguna. Maka mari kita tilik dalam hati kita, sudahkah akal kita mampu membedakan yg abu2 dari yg lebih abu2 dlm syareat? Kalau sudah, sudahkan akal ini mempunyai effect kedalam perilaku kita shg kita mnjdi orang yg waro’?

2. Walal ‘amalu bighoiri ‘ilmin. Amal blum baik jika tdk dibarengi ilmu. Ilmu ibarat pemahaman seseorang yg mengerti bagaimana peraturan bermain catur, kuda jalannya L atau miring, tahu bagaimana skak dan skak mat itu, tahu strategi2 tersembunyi, tahu apa itu lukir atau rokhade, tahu apa itu pertahanan sisilia. Ketika pemain tahu itu, maka permainannya akan indah, sangat mudah untuk menang, dan jika pun kalah, maka kalahnya pasti terhormat. Kok bisa kalah? Karena fauqo dzi ‘ilmin ‘alim. Diatas yg berilmu masih ada orang yg punya ilmu lebih hebat. Bayangkan orang yang tidak tahu gmn maen catur. Bhkan nggak tahu bahwa benteng jalannya lurus. Maka papan catur tak akan berguna baginya, bhkan jikapun main akan ditertawakan dan pasti kalah.

3. Walal fauzu bighoiri khosyatin. Dan blum baik suatu kesuksesan kecuali dngn ketaqwaan kepada Alloh. Hidup dibumi ini memang 70 tahunan. Tapi 70 tahun itu mempengaruhi “selamanya”. Maka apa guna 70 tahun sukses dunia jika 10 pangkat tak terhingga tahun kemudian menjadi bahan bakar neraka. Parahnya manusia modern meletakkan kesuksesan adalah menggunakan standar materi. Bukan lgi bagaimana hubungan dengan Robnya. Lalu gimana?Maka kita yg punya niatan menegakkan kesuksesan disana harus sukses di dunia juga dengan standar materi tadi. Dngn itu mnjadikan kesukseaan materialis itu sbg magnet dan gula2 agar yg lain mngikuti gaya kesuksesan fiddunya wal akhiroh. Deal?

4. Walas sulthon bighoiri ‘adlin.  Apa baiknya kekuasaan kalau tidak adil? Malah jadi mara bahaya. Adil adalah meletakkan sesuatu pada tempat semestinya. Yang salah ya dihukum. Yang benar yang didukung dan dilestarikan. Kita pasti punya kekuasaan atas sesuatu meski itu kecil. Dan pada kekusaan itu sangat mungkin dan sangat sering kita tidak adil. Dan itu disebabkan karena satu kata? Cinta. Cinta seringkali membuat kita tdk adil sebgmn benci mmbuat kita tidak adil. Adil adalah objektifitas dlm mmndang tanpa melibatkan preferensi diri. Coba kita renungkan, dlm aktivitaa kita, sudahkan bisa dirasakan?

5. Walal hasabu bighoiri adabin. Reputasi blum dianggap baik tanpa adab kesopanan. Prestasi dan prestise seseorang memang membuat orang mulia tapi tak akan bernilai jika tidak punya tata krama. Songong lo !! Kata inilah yg akan terucap jikalau tidak muncul dari prestasi dan reputasi suatu tata krama yg baik. Maka mari kita koreksi lagi sbrapa kadar tata krama kita. Karena tata krama adalah standar etika yg mampu memanusiakan manusia itu sendiri dan membuat kita menjadi seutuhnya manusia.

6. Walas sururu bighoiri amnin. Kesenangan blum akan lengkap tanpa keamanan.

7. Walal ghina bighoiri juudin. Kekayaan blum lengkap tanpa kedermawanan.

8. Walal faqr bighoiri qona’atin. Dan kefakiran akan buruk tanpa qonaah.

9. Walar rif’atu bighoiri tawadhu’in. Keluhuran nasab gak berarti tanpa rendah hati.

10. Walal jihadu bighoiri taufiqin. Dan jihad blum lengkap tanpa taufiq. Taufiq adalah sebuah pertolongan setelah muncul hidayah.

Jika semangat jihad tdk didahului taufiq yg diawali hidayah. Maka saksikanlah bbrpa contoh kesalahan dlm jihad itu dlm dunia modern.  Itulah sedikit kulsap hari ini. Sbg pengingat dlm lika liku duniawi yg semakin panas mnyengat. Kebenaran semakin seperti bara api. Menggenggamnya seolah spt menggenggam bara api. Wallohu waliyuttaufiq

by Ikhsanudin

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

gurindam picture

Bedah Gurindam Dua Belas Pasal

BINCANG-BINCANG MALAM Tema : Bedah Gurindam Dua Belas Pasal Narasumber : Siti Maryam Purwoningrum pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *