Home / Pengetahuan Umum / Kota Natal

Kota Natal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kulsap saya kali ini tentang Kota Natal. Kota yang merupakan kecamatan tanah kelahiran saya. Salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

images (15)

Secara bahasa, ada dua pendapat tentang pemberian nama ini. Yang pertama, Natal berasal dari bahasa minangkabau “Ranah nan Data” yang artinya tanah yang datar. Ini ditulis Ratu Bilqis Alisjahbana (1966). Kata tersebut lama- menjadi Nata kemudian Natal. Ini diucapkan oleh Raja Putih, bangsawan Indrapura yang meneroka kawasan ini bersama Raja Indra Sultan dan Datuk iman Dari Ujung Gading.

Kedua, ada pula yang berpendapat bahwa Natal berasal dari bahasa Mandailing “na taridai” yang artinya dataran yang terlihat dari Gunung Sorik Marapi. Lalu di sebut “Natar” dan pelafalannya pun berubah menjadi ” Natal”.

Pada abad ke- 16, Natal dikuasai bangsa Aceh, Tamil, India, Cina, Portugis, Inggris dan Belanda. Pada abad ke-16, Natal dikuasai oleh Kerajaan Aceh. Sejak tahun 1751-1825, Natal menjadi pos perdagangan Inggris. Setelah ditandatanganinya Traktat London, Natal menjadi bagian pemerintah Hindia Belanda, yang pada tahun 1843 dimasukkan ke dalam Residensi Tapanuli. Setelah masa kemerdekaan, wilayah ini kemudian dimasukkan ke dalam administrasi Provinsi Sumatera Utara.

Banyak peninggalan dan keunikan bersejarah di kota Natal, diantaranya:

1. Meriam Raffless
Meriam ini adalah peninggalan Sir Thomas Stamford Raffles, yang lebih dikenal dengan sebutan Raffles, Letnan Gubernur Hindia Belanda berkebangsaan Inggris.

images (14)

2. Sumur multatuli
Disebut sebagai peninggalan Edward Douwes Dekker yang kita sebut Multatuli. Dia pernah bertugas sebagai Kontrolir perkebunan di Natal yang kemudian dipecat.

3. Makam Syekh Abdul Fatah
Di kota Natal juga terdapat makam Syekh Abdul Fatah. Seorang penyebar agama Islam di Natal. Bahkan Nama beliau menjadi salah satu nama jalan.

4. Lapangan merdeka yang dikelilingi Tugu Proklamasi berbentuk jam. Saat ini warga menyebutnya jam ketek (kecil)

5. Balai terbuka yang berarsitektur Batak-Mandailing.

images (11)

6. Di Natal juga terdapat Pohon Mahoni peninggalan Belanda yang satu persatu telah tumbang di terjang badai. Pohon ini sengaja tidak di tebang oleh pemerintah.

7. Ada juga SD Peninggalan Belanda yang disebut SD 1. Selain yang disebut diatas. Terdapat juga benteng peninggalan jepang. Terletak di pinggir jalan. Lalu ada benteng Portugis yang terletak di pemukiman warga, sebagian yang lain menyebutkan benteng Belanda.

Beberapa situs bersejarah ini saling berdekatan. Sehingga situs – situs ini mudah di jangkau.

8. Pakaian adat Natal. Pakaian ini bercorak campuran Minang- Mandailing.

images (10)

Bercerita tentang Natal, kita tidak terlupa dengan Pemikir besar tanah air yang terlahir di Natal, Sutan Takdir Alisjahbana. Saya tau ini saat ada perlombaan cerdas cermat semasa SMP yang disebut “STA award “(tapi sekarang sudah tidak ada lagi).

Masih banyak yang belum saya sampaikan. Terutama ekplor pantai- pantai Samudera Hindia yang berjejer dipesisir Pantai Barat, Natal, Mandailing Natal.
Sepertinya itu saja kulsap saya malam Ini. Jika saya ada kesempatan ke kecamatan, saya akan ambil dan kirim kan foto- fotonya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aminah Honeyma
Natal, 5 Juli 2020

Sumber :
Koran tempo, Sumut.indeknews.com, kompasiana.com, pemko medan.go.id.,Pengalaman masa lalu

About Admin

Check Also

image Liburan Murah Ala Mahasiswa

Liburan Murah Ala Mahasiswa

Liburan sebenarnya merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi mahasiswa terutama saya. Apalagi setelah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *