Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
Layar Terkembang – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Buku / Layar Terkembang

Layar Terkembang

via http://tulismenulis.com
via http://tulismenulis.com

Judul Novel: Layar Terkembang
Penulis : St. Takdir Alisjahbana
Penerbit: Balai Pustaka
Jumlah halaman: 201

Bicara emansipasi wanita, maka novel layar terkembang ini adalah satu dari beberapa novel yg mengisahkan perjuangan wanita untuk menyamakan derajatnya dengan kaum lelaki.

Alur dalam novel ini menggunakan alur maju, sudut pandang dalam novel ini adalah Orang ketiga yang ditandai dengan menggunakan nama dalam menyebutkan tokoh-tokohnya.

Perwatakan tokoh dalam novel Maria adalah adik Tuti, yang sangat periang, mudah kagum pada sesuatu. Tuti seorang wanita yang memiliki wawasan dan pemikiran modern. Ia mencoba menyamakan hak kaum wanita dengan kaum pria.
Yusuf : seorang pemuda terpelajar yang modern. Ia adalah mahasiswa kedokteran. Sifatnya baik hati dan berbudi luhur. Supono : Seorang pemuda terpelajar yang baik hati dan berbudi luhur. Wiriaatmaja ayah dari Maria dan Tuti, seorang yang memegang teguh agama, baik hati dan penyayang. Partadiharja ddik Ipar Wiriaatmaja, seseorang yang baik hati, teguh pendirian dan peduli antar sesama. Saleh adik Partadiharja, seorang lulusan sarjana yang sangat peduli akan alam sehingga ia mengabdikan diri sebagai seorang petani. Rukamah adalah sepupu Tuti dan Maria, seseorang yang baik hati dan suka bercanda. Ratna Istri saleh, seorang petani yang pandai dan baik hati.

Gaya penulisan Didalam novel ini banyak ditemukan majas dan banyak menggunakan bahasa Melayu sehingga terlihat agak rancu dan sulit dimengerti. Bagi seorang lulusan pendidikan kimia dan baru sebentar menggandrungi dunia sastra saya cukup bolak balik membaca kalimat yg tersusun rapi dlm buku ini. Tak cukup sekali baca. Agar saya bisa paham betul dg isi kalimat itu.

isi novel ini menurut saya menyampaikan pentingnya kaum wanita untuk beremansipasi dengan tidak meninggalkan kodrat wanita dan kondrat manusia yang selalu tidak lepas dari rasa cinta dan kasih sayang. Terlihat jelas tuti yang diawalnya berkeras untuk tidak melabuhkan cintanya pada siapapun karena ia begitu cinta pada organisasinya. Hingga akhirnya sadar atau tidak dia begitu melihat kisah percintaan adiknya Maria dengan kekasihnya. Suatu akhirnya tuti bisa menerima kehadiran cinta yang dititipkan oleh mendiang adiknya itu.

Dari novel ini kita dapat menarik beberapa pesan kehidupan:
1. Sebagai seorang manusia janganlah memiliki pikiran yang keras menolak kehadiran cinta dlm hidup ini. Hiduplah sesuai fitrahnya yakni manusia yg akan terus butuh cinta, baik cinta secara vertikal maupun horizontal
2.Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demikian perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat.
3. Masalah yang datang harus dihadapi, bukan dihindarkan dengan mencari pelarian, seperti perkawinan yang digunakan untuk pelarian mencari perlindungan, belas kasihan, dan pelarian dari rasa kesepian atau demi status budaya sosial.

Tetty, Jambi 15-09-2015

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

menyentuh hati

Bukanlah Engkau Yang Menunjuki Mereka

Begitulah sub judul dari Buku Bagaimana Menyentuh Hati, Kiat Kiat Mengikat Objek Dakwah Karya Syeikh  ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *