Home / Bedah Buku / Life is Choice

Life is Choice

image Life is Choice
https://www.slideshare.net/suryono1453/materi-presentasi-ustadz-felix-siauw-life-is-choice

 

Buku : Beyond The Inspiration

Author : Ustadz Felix Y. Sosis

 

“Hidup adalah pilihan, maka segala sesuatu yang terjadi, yang sedang terjadi, dan akan terjadi adalah hasil daripada pilihan kita. Hidup ini hanya sebentar, hanya sekali. Hidup seperti apa yang akan kita pilih?”

Life is Choice, Hidup adalah pilihan. Mungkin ini kata-kata yang sederhana banget ya, sering banget kita dengar ataupun membacanya. Namun, tidak banyak diantara kita yang benar benar memahami lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hidup adalah pilihan, kita akan hidup berdasarkan pilihan-pilihan yang kita buat, kita akan dinilai dengan pilihan yang kita buat, kita akan dihargai sesuai dengan pilihan-pilihan yang kita buat, kita akan menjadi seperti apa yang kita pilih dalam setiap segmen dari kehidupan kita.

Contohnya, seseorang yang memilih untuk memetik dan memainkan gitar di pinggir jalan, lalu meminta-minta kepada setiap pengguna jalan yang lewat maka ia dinamakan dengan pengamen, dan akan dihargai sesuai dengan namanya, yaitu antara Rp100 – Rp500.

Seseorang yang memilih untuk memetik dan memainkan gitar di atas panggung dan dipasarkan secara profesional maka ia dinamakan dengan penyanyi, dan akan dihargai sesuai dengan namanya, yang jelas penghargaannya tentu lebih besar daripada pengamen. Sekilas, seolah olah aktivitasnya sama-sama memetik dan memainkan gitar, bukan? Namun sebenarnya pilihan-pilihan yang dibuat secara akumulatif adalah berbeda.

Today is Yesterday, Tomorrow is Today.

Apa yang kita lihat pada diri kita saat ini, bisa jadi sebagian besar adalah pilihan kita sendiri, lebih tepatnya akumulasi dari seluruh pilihan kita pada masa lalu. Posisi kita dalam pekerjaan kita sekarang adalah hasil dari pilihan-pilihan hidup kita di masa lalu. Pendamping hidup kita adalah cerminan dari pilihan-pilihan hidup kita di masa lalu. Mungkin, tabungan dan isi dompet kita saat ini pun bisa mewakili pilihan-pilihan yang kita buat semasa hidup di masa lalu. Semua skill kita pun adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat di masa lalu.

Ketika kita melihat seseorang bisa membaca Al-Qur’an dengan mahir dan baik, itu mencerminkan akan usahanya yang keras dalam belajar membaca Al-Qur’an di masa lalu. Kita dapat mengetahuinya dan memastikannya walaupun kita tidak menyaksikannya.

Berdasarkan prinsip ini, tidak ada seorang pun manusia yang layak untuk dianggap ‘wah’ dan seolah ‘mengawang-awang’, tak mungkin bisa dikejar.

Kebanyakan di antara manusia memandang hanya pada hasil akhir, tanpa memikirkan proses pilihan-pilihan apa saja yang telah dijalani untuk mencapai kondisi akhir tersebut.

Sekali lagi, Hidup adalah pilihan. Apa yang kita lihat pada diri kita hari ini, dan apa yang kita lihat pada diri orang lain hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita dan mereka buat di masa lalu. Keadaan hidup kita masa depan akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini. Sekarang pun, sebenarnya kita sedang menulis kisah hidup kita sendiri di sebuah buku yang mempunyai judul dengan nama kita sendiri, dan saat ini pun kita sedang menuliskannya, setiap hari lembar demi lembar.

Bawahnya, terkadang kita melihat orang-orang yang tidak menyesuaikan pilihan hidupnya dengan yang dia inginkan. Muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga, sebuah slogan yang ngawur, yang tidak mungkin akan terjadi karena hidup adalah pilihan.

Keadaan dan diri kita saat ini adalah hasil akumulatif dari seluruh hal yang telah kita pilih pada masa lalu. Diri kita pada masa mendatang ditentukan oleh apa yang kita pilih pada saat ini. Keadaan kita esok hari ditentukan oleh pilihan kita hari ini. Keadaan kita pada tahun depan juga merupakan hasil akumulatif dari pilihan-pilihan yang kita buat dari hari ini sampai sehari sebelum tahun depan. Sama halnya dengan tempat akhirat kita yang akan ditentukan oleh semua pilihan yang kita buat sebelum datangnya ajal.

Banyak orang yang tidak menyukai keadaannya yang sekarang, mereka mengeluhkan kondisi ekonomi yang pas pasan, keluarga yang berantakan dengan pasangan hidup dan anak-anak yang selalu menyusahkannya, keahliannya yang pas-pasan, jabatan yang tidak kunjung naik, dan keluhan lainnya. Namun, sayang sekali, mereka hanya membatasinya sampai pada keluhan, tanpa menyadari bahwa semua yang mereka keluhkan adalah hasil pilihan mereka sendiri.

Artinya, selama mereka tetap mengeluh akan keadaannya dan tidak berubah dan melakukan pilihan yang berbeda maka hidupnya sudah diartikan tetap dalam keadaan yang sama. Ingat, bahwa keadaan kita saat ini adalah hasil pilihan-pilihan yang kita buat pada masa lalu. Apabila kita menginginkan keadaan kita berubah maka konsekuensinya adalah segera mengganti pilihan-pilihan hidup kita. Kita harus berubah.

 

Medan, 12 Syawal 1441 H.

Suci Ridhona Astrani

About Admin

Check Also

Via Remajaislmahebat.wordpress.com

Menyiapkan anak memasuki masa dewasa

Assalamu’alaykum wr wb, Beberapa waktu lalu tak sengaja melihat postingan ustadz Moh Fauzil Adhim di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *