Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Lucky Laki-ku

Lucky Laki-ku

ayah
via ceritaayah.tumblr.com

Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati. (Hellen Keller)

Dia ayah, pagi-pagi sekali sudah mengayuh sepeda tuanya berkeliling kompleks berjualan barang pecah belah, peralatan kebutuhan rumah tangga.

Dia ayah, mendorong gerobak sayurnya “Sayur.. sayur.. sayur”.

Dia ayah, dini hari saat yang lain masih terlelap jauh sebelum matahari bersinar, dia sudah bangun mengambil geribah, pergi ke tengah hutan untuk menyadap air nira. Karena jika terlambat air nira akan berubah menjadi asam cuka dan tuak. Turun dan naik pohon aren dengan sebuah batang bambu yang dilubangi sebagai tempat pijakannya.

Dia ayah, saat ayam mulai berkokok, sesaat juga dia ayah sudah di dapur membantu istrinya membuat berbagai jenis gorengan. Bila matahari telah menyeruak, dia ayah mulai menjajakan gorengan hangat di sekitar kost-kost mahasiswa.

Dia ayah, jam tujuh pagi sudah berdiri di depan rumah menanti truk yang akan mengangkut dirinya ke sebuah tambang batu bara. Sore pulangnya dengan kantong kresek hitam disambut girang putri-putri kecilnya. Tak jarang pulangnya larut tengah malam hingga datang waktu sahur dan jam tujuh pagi sudah harus berangkat lagi.

Dia ayah, di tengah terik sang surya masih saja mencangkul di tengah sawah.

Dia ayah, setelah pulang dari sebuah PT sebagai seorang buruh, masih harus turun ke sawah. Sawah itu bukan miliknya, hanya menjaga dan merawatnya. Apabila kelak musim panen, barulah dia ayah mendapat bagiannya.

Dia ayah, mencari bambu muda untuk dijual keliling kampung halamannya, agar bisa membeli sebungkus nasi berlauk tahu tempe asin yang sudah dinanti kelima putra putri ciliknya.

Dia ayah, di sore itu hujan deras mengguyur, terlihat setengah baya dengan tergopoh-gopoh mendorong sepeda tuanya. Sekujur tubuhnya basah kuyup dan sedikit terlihat menggigil menahan hempasan angin di sertai hujan yang menusuk-nusuk. Di rumah, senyum hangat istri menyambutnya. Dia ayah, matanya berbicara “Tidak malam ini sayang, hingga besok kita masih berpuasa”.

Dia ayah, guna menyiasati hidup yang keras dan serbasusah itu, dia ayah mulai jadi pemulung hingga loper koran.
“Agar istri dan anak bisa bertahan hidup”, mungkin begitu isi hati kecilnya.
Seperti filosofi bertahan dalam seni beladiri. Pertahanan terbaik adalah menyerang. Hidup layaknya bertahan dan mempercayakan semua pada Allah, bahwa ditanganNya lah segala kuasa. Dia yang mengatur alam semesta, menjaga keseimbangan bumi, sangat mustahil jika Dia lupa memberi kita jalan keluar. Ini bukan tentang bagaimana akhirnya tapi bagaimana kita mengakhirinya.

“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”. (Q.S Ibrahim: 37)

Dia ayah, menyupir truk, menggendong keranjang besar, menjunjung karung-karung beras, menjaga dan membersihkan ladang milik tetangga, mencari ular sawah untuk kemudian dijual, menjaga parkiran, dan ayah lainnya. Semoga kelak kau bisa menikmati hari tuamu dengan indah.

Ayah, tahukah engkau kenapa aku suka hujan?
Sebab setelah hujan selalu datang seseorang sebagai pelangi dan memelukmu,
Aku ingin orang itu selamanya aku

Bumi Rafflesia, 29 Desember 2015
1t

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

always positive

Tidak Ada Kata Percuma

Bismillaahirrahmanirrahiim.. Terinspirasi dari tindakan seorang mahasiswi di kampusku. Ketika itu di mesjid kampus ia merapikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *