Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Makan Tidak Sampai Kenyang

Makan Tidak Sampai Kenyang

vai shareilmuzone.wordpress.com
vai shareilmuzone.wordpress.com

Assalamu’alaikum,.wr,.wb
Apa kabar semua?
Smoga sehat dan dalam lindungaNya, serta slalu semangat menjalankan ibadah dbulan yg penuh dgn diskon pahala yg berganda2,..

Hr ini senin terakhir untuk berpuasa, smoga tetap istiqomah bahkan semangat berapi-api krn sbntr lg kita dtinggal dgn ramadhan dan sehat dalam menjalankan ibadah yg ingin draih smua, keinginan meraih dan mengambil smua ibadah otomatis tubuh juga harus mengikutin padatnya agenda apalagi 10 malem terakhir yg kebanyakan i’tiqaf dmalam hari,..

Berhubungan dgn tubuh yg dporsikan lebih dr biasa dgn ibadah yg menguras tenaga maka seharusnya asupan makanan juga wajib seimbang, nah kita dpaparkan dgn puasa yg dimana ktmu makanan dmalam hari sdgkan aktivitas bisa dkatakan 24 jam.

Mencermati uraian cerita di atas, sangat jelas bahwa makanan terutama porsinya sangat erat berkaitan dengan kesehatan seseorang. Bahkan dalam sebuah hadis lain, lebih spesifik Rasulullah SAW menjelaskan dengan gamblang hubungan antara makanan dan penyakit sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Ad-Dailamy, Rasulullah bersabda, “Lambung (perut) manusia itu tempat segala macam penyakit, sedangkan pencegahan adalah pokok dari segala pengobatan.”

Hadist ini menjelaskan sekaligus memperingatkan kepada kita bahwa perut yang di dalamnya berisi makanan adalah sumber dari segala penyakit. Agar terhindar dari penyakit, kita harus berhati-hati dan selalu menjaga makanan yang kita makan, jangan sampai makanan yang kita makan justru menimbulkan penyakit. Salah satu caranya adalah dengan pencegahan atau berpuasa. Benarkah berpuasa membuat seseorang menjadi semakin sehat? Itulah pertanyaan yang selalu disampaikan banyak orang. Yang jelas, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Hurairah,

Rasulullah bersabda, “Berpuasalah kamu, niscaya kamu sehat.”Hadis tersebut menjelaskan kepada kita bahwa puasa akan membuat seseorang menjadi sehat. Sebagai seorang yang beriman tentunya tidak ada kata lain selain harus menerima serta percaya terhadap hadis di atas.

Pertanyaan selanjutnya, puasa yang bagaimana yang bisa membuat seseorang menjadi sehat? Puasa akan menyehatkan tubuh jika dilakukan sesuai dengan sayaariat dan anjuran yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Beberapa sayaariat dan anjuran yang dimaksud, antara lain, pertama, menyegerakan berbuka. Menyegerakan berbuka merupakan sunah Rasul sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, ”Jika berpuasa, Rasul tidak shalat magrib sebelum makan kurma atau minum air.” Dipandang dari segi kesehatan, makan makanan yang manis seperti kurma atau meminum air akan dapat memulihkan tenaga sehingga kenikmatan berbuka benar-benar dapat dirasakan. Kedua, mengakhirkan santap sahur. Mengakhirkan santap sahur juga merupakan sunah Rasul. Hal ini dimaksudkan agar dalam melaksanakan puasa tidak terlalu lama yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketersiksaan bagi yang menjalankan.

Apa hikmah dari kita diperintah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur? Bagaimana ilmu kedoktreran menjelaskan hal ini? Subhanallah, Mahasuci Allah zat yang telah merancang segala ciptaannya dengan amat sempurna. Secara ilmiah, manusia mempunyai dua sumber energi utama, yaitu glukosa dan asam lemak bebas yang tersimpan dalam bentuk glikogen dan trigliserid.

Orang normal, kadar glukosa darah selalu dipertahankan oleh hormon insulin dan hormon-hormon lain pada kisaran 60-120 mg. Glukosa ini sangat penting sebagai sumber energi utama organ-organ penting seperti otak, jaringan saraf. Organ ini tidak mempunyai cadangan energi sendiri dan hanya bisa menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Dalam keadaan puasa, tidak ada makanan termasuk glukosa yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, untuk mempertahankan kadar glukosa darah perlu mengambil cadangan glukosa yang terdapat di hepar dengan cara mengubah glikogen menjadi glukosa darah. Glikogen hepar ini, menurut penelitian ternyata hanya cukup memenuhi kebutuhan lebih kurang 12-16 jam. Setelah glikogen dari hepar habis, sumber glukosa darah adalah pemecahan asam lemak bebas dari organ-organ lain. Pemecahan asam lemak bebas dari organ lain ini akan menimbulkan efek samping yang kurang baik bagi kesehatan.

Puasa yang kita jalankan, jika dihitung lamanya lebih kurang 13-14 jam. Artinya, ini tidak akan mengganggu kesehatan pada orang yang sehat. Bila kita menunda berbuka dan mendahulukan makan sahur tentunya lamanya puasa bisa melebihi 16 jam dan hal ini sangat tidak baik bagi kesehatan.

Ketiga, tidak balas dendam atau makan dan minum yang berlebihan pada saat berbuka sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Araaf ayat 31, “… makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” Berlebih-lebihan pada saat berbuka tentunya menjadikan sistem pencernaan menjadi tidak sehat sebab beban yang ditanggung terlalu berat secara tiba-tiba.

Senada dengan ayat di atas adalah hadis yang diriwayatkan oleh Adu Daud, Rasulullah bersabda, “Kita ini golongan umat yang makan karena sudah lapar dan apabila makan tidak sampai kenyang.”

Semoga kulsap bermanfaat, mohon maaf blum bisa maksimal mmberikan yg terbaik dalam kulsap. Kulsap ini sifatnya memngingatkan krn saya tau sahabat sekalian pasti pada tau apa yg saya sampaikan,..

Kurang lebih tambah dibagi saya mhn maaf dgn khilaf yg tak sadar,.
Wassalamu’alaikum,,wr,,wb

Senin, 23 ramadhan
Usna, ditepi sungai mahakam borneo.

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *