Home / Pengetahuan Umum / Membuka Suara Menutup Mata pada Pornografi

Membuka Suara Menutup Mata pada Pornografi

Via haibunda.com
Via haibunda.com

Dunia digital, dengan akses yang makin luas terhadap berbagai informasi, memberi banyak kesempatan belajar, tetapi juga membuat pengasuhan anak zaman sekarang semakin menantang. Data di beberapa negara menunjukkan 1/3 anak dibawah usia 10 tahun terekspos pada pornografi di kehidupan nyata maupun dunia maya, dan angka kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak kepada sesama anak juga terus meningkat tajam.

Di sisi lain, segala kekhawatiran orang tua seringkali masih diiringi dengan pengakuan kegagapannya pada teknologi. Menurut saya, alasan seperti ini menunjukkan bahwa kecerdasan digital termasuk hak anak atas keamanan belum menjadi prioritas di antara berbagai tanggung jawab pengasuhan lainnya.

Khawatir akan menyebabkan banyak orang tua kemudian memilih jalan tercepat dan termudah, menyensor dan melarang, yang tidak efektif untuk jangka panjang. Menunda kepemilikan gawai anak, menggunakan filter dan mengatur notifikasi tentu berguna, tetapi pada akhirnya tujuan kita adalah anak yang berdaya untuk melindungi dirinya sendiri saat terpapar pada materi yang berbahaya, bahkan saat tidak sedang bersama orang tua.

Mengajarkan anak tentang pornografi dalam bentuk menyediakan waktu buat percakapan memang berat, terutama karena banyak orang tua yang masih malu dan ragu, juga tak tahu mulai dari mana. Sebagian orang tua menenangkan diri dan berkata bahwa paparan pada pornografi tidak mungkin terjadi pada anaknya sendiri. Padahal, semua anak mungkin mencari materi ini, bukan karena ia jahat atau baik, semata-mata karena secara alamiah ia ingin tahu.

Orang tua perlu memiliki ekspektasi yang wajar pada karakter anak, semua anak butuh bimbingan dan batasan. Kekhawatiran adalah bagian dari pengalaman emosional sebagai orang tua, tetapi satu-satunya cara mengendalikannya adalah dengan pengetahuan yang cukup dan persiapan bagi anak.

Yang dibutuhkan anak adalah orang tua yang proaktif. Bila kita saja yang dewasa merasa kebingungan menghadapi tantangan ini, ingatlah bahwa anak tidak boleh ditinggal sendirian. Riset menunjukkan, percakapan tentang Apa itu pornografi dengan orang tua masing-masing bukannya membuat anak penasaran, justru mengurangi risiko anak mencari dan terpapar pada pornografi. Keterbukaan komunikasi di rumah justru membuat anak percaya diri saat berhadapan dengan teman-teman yang menekan dan punya rencana ketika ia tiba-tiba berhadapan dengan serangan pornografi.

Orang tua perlu menjelaskan pornografi dengan sederhana. Bahkan di usia 3-4 tahun anak bisa paham definisi gambar yang buruk saat orang menggunakan sangat sedikit pakaian atau telanjang.

Perlindungan terbaik untuk anak dimulai dari menggunakan kata yang benar untuk anggota tubuh dan alat seksnya sejak dini. Banyak kasus paparan pada pornografi dan kekerasan yang tidak terdeteksi lebih awal karena anak tidak mampu mengkomunikasikan apa yang terjadi dengan baik. Misalnya, saat ia mengatakan “melihat foto burung di rumah tetangga” yang kenyataannya menggambarkan hal yang sangat berbeda dari apa yang dipahami orangtua.

Sudah banyak penggunaan kata yang kurang tepat terjadi di lingkungan kita bahkan mungkin di keluarga kita. Sebenarnya menjelaskan secara perlahan dan tidak mengubah kata mengenai alat-alat reproduksi itu lebih baik, agar kedepannya anak lebih paham dan mengerti mengenai hal tersebut.

Kita dapat mengetahui bahwa keluarga terutama orangtua sangat penting untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anaknya, sebagaimana pentingnya keluarga sebagai sumber informasi yang pertama dan utama, kita sering sulit mencari waktu melakukannya. Sebagian orangtua cenderung menunggu momen tepat saat anak bertanya yang sebenarnya mungkin sudah terlambat. Yakinlah bahwa langkah pertama membuka suara harus dimulai dari orang dewasa di sekitar anak, dan tidak ada waktu yang lebih baik dibanding sekarang.

Ada 7 pilar pengasuhan anak yang disampaikan oleh Ibu Elly Risman, dimana jika ke 7 pilar ini runtuh atau tidak terjalankan dengan baik, maka akan memunculkan anak terpapar pada pornografi, narkoba, dan hal-hal buruk lainnya.

https://www.google.com/amp/s/novieocktavianemufti.wordpress.com/2017/03/30/2-rapuhnya-7-pilar-pengasuhan/amp/?espv=1

Semoga bermanfaat ^^

Suci Ridhona Astrani,

Medan, 01 Dzulhijjah 1441 H.

About Admin

Check Also

image Liburan Murah Ala Mahasiswa

Liburan Murah Ala Mahasiswa

Liburan sebenarnya merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi mahasiswa terutama saya. Apalagi setelah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *