Home / Dakwah / Meneladani Kepribadian Fatimah r.a

Meneladani Kepribadian Fatimah r.a

Meneladani kepribadian Fatimah r.a

Sebagai seorang manusia biasa rasanya malu menuliskan kemuliaan yang ada pada diri Fatimah r.a, mengingat sedemikian istimewanya orang orang di sekeliling beliau, kepribadian dan keagungan beliau.

Seorang wanita yang ayahnya adalah manusia terbaik dan ibunya adalah wanita terbaik, maka dapatlah kita bayangkan seberapa mulia sosok yang dididik langsung oleh manusia terbaik sepanjang zaman.

Fatimah r.a langsung disusui oleh Khadijah r.a, oleh karena itu kelembutan, sifat malu, sifat bijak dan kesucia Khadijah terpatri di dalam diri beliau.

Jiwa ketakwaan dan kesucian selalu mengelilingi Fatimah semenjak dia dilahirkan. Di rumah Rasulullah dia adalah putri terkecil yang selalu mendapatkan kasih sayang penuh.

Hari demi hari Fatimah bertumbuh, seiring waktu dia melihat ayahnya berbeda dengan masyarakat Mekah pada umumnya, Ayahnya tidak menyembah patung, tidak minum khamar, sehingga Fatimah benar benar hidup di lingkungan yang baik.

Tatkala risalah kenabian telah sampai kepada Nabi Muhammad S.A.W, cahaya kenabian menyinari kota Mekah, terutama keluarga kecil Khadijah.

Namun hari demi hari cacian dan hujatan serta hinaan selalu diterima oleh Nabi S A.W, melihat hal itu Fatimah benar-benar ingin menebusnya dengan dirinya atau bahkan dunia seisinya.

Pembelaan ini berpuncak pada saat nabi diganggu oleh Uqbah bin Mu’ith.

Diceritakan oleh Abdullah bin Mas’ud r.a ” Saat itu Rasulullah Saw. Sedang sholat di dekat Ka’bah. Sementara itu, Abu Jahal dan teman-temannya duduk di dekat tempat itu. Diantara mereka ada yang berkata, ‘ Siapa di antara kalian yang mau mengambil kotoran unta si Fulan, lalu meletakkannya di punggung Muhammad saat sujud?’ Maka bergegaslah orang yang paling “sengsara” di antara mereka. Dia megambil kotoran unta itu. Dia menanti sampai Rasulullah sujud. Ketika Rasulullah sujud, dia meletakkan kotoran unta itu di antara dua pundak. Saat itu aku hanya bisa melihat dan tidak bisa berbuat apa-apa. Andai saja aku punya kekuatan. Mereka terbahak-bahak. Rasulullah tetap pada posisi sujud tidak mengangkat kepalanya, hingga Fatimah kecil datang dan membuang kotoran tersebut. Lalu Rasulullah mengangkat kepalanya dan mendoakan kecelakaan bagi orang-orang Quraisy tersebut. Demi Allah, semua orang yang didoakan nabi tersebut meninggal tewas saat perang Badar. Hal ini kemudian mendatangkan dendam yang semakin membuncah kepada kaum muslimin, kaum kafir Quraisy memboikot kaum muslimin sehingga kaum muslimin mengalami penderitaan yang amat besar dan itu berlangsung selama tiga tahun, Fatimah muda bahkan juga jatuh sakit.

Penderitaan Fatimah belum lagi berakhir, belum lagi pulih penderitaan akibat boikot dari kaum kafir Quraisy, dia dihadapkan dengan kenyataan meninggalnya Khadijah r.a

Tinggallah Fatimah dengan ayahnya Rasulullah Saw, namun Fatimah menerima hal ini dengan penuh kesabaran, Jika kepada umatnya saja beliau sangat sayang, apalagi kepada anaknya sendiri. Fatimah adalah putri Kesayangan Rasulullah.

Kebencian kaum kafir Quraisy semakin menjadi-jadi, turunlah perintah Allah untuk hijrah ke Madinah, beliau menugaskan Ali r.a untk tidur d tempat tidur beliau. Pengorbanan inilah yang tidak terlupakan oleh Fatimah r.a. pengorbanan ini tidak sia sia di pandangan Allah, Allah memberikan ganjaran kepada Ali dengan menjadikan Fatimah menjadi teman hidupnya. Pada tahun ke-2 Hijriah, setelah perang Badar, Ali menikah dengan Fatimah r.a, Allah yang menyuruh menikahkan Fatimah dengan Ali, Ali dan Fatimah hidup dengan penuh kesederhanaan.

Hidup mereka sangat sederhana, bahkan di rumah Ali tidak ada perabotan dan gelas. Sebenarnya masih panjang lagi cerita tentang kemuliaan Fatimah, namun di titik ini kita sudah bisa mengambil banyak sekali hikmah, diantaranya kesederhanaan, kezuhudan bahkan hingga akhir hidupnya beliau tidak tergoda dengan pernak pernik dunia.

Hal ini tentu lebih dari cukup untuk menjadi renungan bagi kita yang terlalu tergiur dengan kehidupan dunia dan mengabaikan akhirat yang kekal.

Fatimah adalah pemimpin para wanita surga, semoga kelak kita bisa menjadi barisannya.

Isra hasanah

About Admin

Check Also

Keutamaan Dzikir

Berdzikir merupakan bentuk amal ibadah yang perlu untuk dilakukan oleh seorang muslim. Karena makna dzikir ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *