Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Mengakui Kesalahan Sendiri

Mengakui Kesalahan Sendiri

via www.inigresik.com
via www.inigresik.com

Seorang pria terbaring di rumah sakit. Paru-parunya rusak. Ketika ditanya sebab mengapa paru-parunya rusak, pria ini menjawab, rokoklah penyebabnya….
Hey, Apa iya rokok yg salah?

Seorang mahasiswa datang terlambat saat harus memimpin rapat organisasi yg sdh diagendakan pagi itu, teman-teman yg datang tepat waktu manyun,  mahasiswa itu menyampaikan hal ihwal keterlambatannya, ia bercerita bahwa setelah shubuh dia tidur lagi lantaran ngantuk semalam habis QL dan menyelesaikan tilawah satu juz. Terdengar syar’i sekali kadar alasannya. Tapi Meeen, Apa iya yg salah adalah QL dan tilawah, atau yg salah adl grup ODOJnya yg banyak tuntutan itu, atau agamanya yg telah memerintahkan ibadah yg berat itu?

Seringkali kita (atau mungkin saya doang) menimpakan kesalahan pada hal lain, pada orang lain, pada situasi dan kondisi lalu beralasan, itu semualah penyebab saya menjadi seburuk ini dan seburuk itu.

Seorang perokok menyalahkan rokoknya manakala paru-parunya rusak padahal dirinya sendirilah yg membeli rokok itu, mengeluarkannya dr bungkus, menyulutkan api untuknya, menghirup nikmat-nikmat asapnya, sehingga menjadilah rusak paru-parunya krn zat-zat karsinogenik yg memang sdh terkandung secara alami dlm komponen2 rokok. Sesungguhnya dia sendirilah yg membuat paru-parunya rusak, menderita di rumah sakit, merepotkan sanak famili. Seratus persen kesalahan disebabkan oleh dia si perokok.

Adalah kesalahan si mahasiswa aktifis itu krn tidur lagi setelah shubuh, tidak memasang alarm, tidak menyiasati dg tilawah sblm tidur, tidak tidur lbh awal, tidak memanaje jam biologisnya. Atau mengagendakan rapat lbh siang klw memang ga sanggup pagi. Seratus persen kesalahan ada padanya.

Mengakui kesalahan dan mengambil seratus persen tanggung jawab yg memang sdh menjadi tanggungan diri kita adalah hal yg menyakitkan. Sakit rasanya manakala kita jujur bahwa ternyata selama ini kitalah sendiri yg menjadi penyebab nasib kita jadi begini dan begitu, sakit saat kita jujur bahwa penyebab skripsi kita tdk beres-beres TERNYATA OH TERNYATA bukanlah dospem yg sibuk, judul yg sulit, aktivitas organisasi yg banyak, orangtua yg tiba-tiba bercerai. Namun krn kemalasan kita, krn ketidakmauan kita berjuang menyesuaikan jadwal dg dospem, krn kita tdk berusaha mencintai judul yg sdh terlanjur kita pilih atau mencari judul lain, krn kita tdk membangun budaya kerja tim dlm organisasi, karena kita mengizinkan perceraian orang tua kita mempengaruhi prestasi akademik kita.

Sakit memang, namun pahamilah bahwa sekalinya kita menerima rasa sakit itu dan bertanggung jawab pada dan untuk diri kita, maka selangkah sudah kita berhasil menjadikan diri kita pribadi yg dewasa dan kuat.

Jadi kalau laporan ODOJ kita payung, atau kelar tilawahnya telat, siapa yg salah dan harus bertanggung jawab?

Semoga bermanfaat.

Muhtajin
Cilegon, 15 November 2015

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

always positive

Tidak Ada Kata Percuma

Bismillaahirrahmanirrahiim.. Terinspirasi dari tindakan seorang mahasiswi di kampusku. Ketika itu di mesjid kampus ia merapikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *