Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Mengenal Lebih Jauh Tentang Gempabumi, Gunungapi, dan Tsunami

Mengenal Lebih Jauh Tentang Gempabumi, Gunungapi, dan Tsunami

Oleh Muhammad Fawzy Ismullah Massiani, S. Si. (Fawzy)

Bismillahirrohmanirrohim…
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sebelum masuk pembahasan, saya ingin sedikit menyampaikan tentang apa itu geofisika. Mungkin saja bingung geofisika itu barang apa, kok saya bela-belain belajar geofisika. Geofisika itu pada dasarnya adalah sebuah ilmu yg mempelajari bumi (bawah permukaan bumi) melalui parameter fisika. Simpelnya, saya suka batu. Tapi mau belajar matematika juga. Jadinya ke geofisika. Batu ada, matematika ada, fisika ada, komputasinya ada. Tidak ketinggalan English juga ada. Terkait dengan ilmu alam seperti biologi dan lain-lain.

image konsep
images geologi

Nah, itu kira-kira skema hubungan antara biologi, kimia, fisika, dan geologi. Di luar negeri, umumnya disebut GnG: Geology and Geophysic. Penerapannya bisa diliat di gambar di atas. Berhubung saya ambil S1 di geofisika di bawah mipa, maka saya lebih ke sains-nya, bukan ke wilayah rekayasanya. Tapi mengertii dan nyambung kalau berbicara tentang eksplorasi migas, mineral, coal, geotermal, dan sebagainya.

Ok, masuk ke pembahasan bencana alam geologi. Sebelum masuk, saya ingin menjelaskan sedikit mengenai tektonik. Tektonik sering dijadikan “kambing hitam” dari segala masalah kebumian. Padahal tektonik hanya menjalankan firman Rabb-nya untuk terus bergerak dengan menjadikan bumi yang terus bergerak. Ada yg pernah merasakan bumi bergerak? Oh, iya. Kalau geologist atau geophysicist dan sebangsanya sebut “bumi” itu berarti yang kita pijak. Atmosfer dan yang di atas permukaan bumi belum masuk kajian.

Mari perhatikan ayat berikut “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (QS 21: 31) dan “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?” (78:6-7). Dari dua ayat tersebut telah jelas bahwa ada sesuatu di bawah sana yang kemudian menjadikan bumi ini goncang dan memerlukan gunung sebagai pasak sehingga tidak goncang, itulah yang disebut tektonik, gaya yang terjadi pada litosfer (kerak bumi bagian atas) yang menyebabkan pembentukan hamparan bumi. Hal ini mengakibatkan (mikro) lempeng benua atau samudera (atau bagiannya) itu terus bergerak, ada yang saling menjauhi, saling bertabrakan dan saling bergesekan. Hal ini sesuai dengan QS 27:88 “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Nah itulah yg disebut dgn tektonik. Tektonik menjadi penyebab mengapa permukaan bumi menjadi seperti ini.
Kalimantan punya kajian khusus jika diliat dari konsep tektonik dan seismisitas. Gempa terakhir di Kalimantan menurut catatan saya terjadi tanggal 26 Desember 2015 dengan kekuatan M6. M6 adalah skala kekuatan gempa: Magnitudo 6. SR atau Richter Scale hanya berlaku untuk gempa lokal di California, bukan di Indonesia.
Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sama dengan di dunia secara umum, ditulis M6 kalau magnitudonya umum. Kalau lokal Ml6, sedangkan kalau surface Ms6 dan lain-lain, sesuai dengan magnitudo apa yang dipublish. Jadi, menurut saya kurang tepat penggunaan SR di berita. Tapi mohon maaf saya belum pernah melakukan konversi kekuatan magnitudo.

images aktivitas tektonik

Gambar di atas mengambarkan aktivitas tektonik antarlempeng. Ketika dua lempeng menjauh akan muncul pulau baru. Contoh pulau pulau di Iceland. Prosesnya disebut divergent. Kalau mendekat disebut konvergen. Benua ketemu benua disebut obduksi. Benua ketemu samudera disebut subduksi. Subduksi antara lempeng samudera indo-australia dan lempeng benua eurasia menjadi sumber gempa di Malang siang tadi (2/3/2016) dan di Sumbar baru-baru ini (2/3/2016).
gempa bumi images

Gambar di atas menggambarkan bagaimana proses gempabumi oleh proses subduksi.

Pembahasan selanjutnya tentang gempa, ingat “gempabumi” bukan “gempa bumi”, Earthquakes‬.
Gempa terbagi menjadi tiga:
–    Gempa tektonik (90% gempa merupakan gempa tektonik)
–    Gempa vulkanik (7%)
–    Gempa runtuhan (3%, umumnya terjadi karena longsoran, baik karena banjir atau kecelakaan di daerah pertambangan)
Gempa vulkanik adalah gempa yang dibarengi oleh aktivitas vulkanik yaitu saat gunungapi meletus, magma chamber kosong, dinding gunungapi runtuh, maka terjadi gempa. Atau magma bergerak menuju permukaan, gesekan magma dengan dinding gunungapi mengakibatkan gempa hingga M3. Gempa tektonik adalah gempa yang paling menarik (menurut saya). Karena dari gempa ini kita banyak mengetahui potensi sumber daya alam di bumi (bisa dibahas di lain waktu). Seperti yang tadi saya sampaikan bahwa tektonik mengakibatkan lempeng atau bagiannya saling menjauh, bertabrakan dan bergeseran (lihat lagi gambar tentang tektonik).
Sekarang, coba letakkan botol kosong dalam kondisi berdiri diantara dua buku yang saling berimpitan. Coba gerakkan, bisa saling menjauh, bertabrakan dan bergeser. Apa yang terjadi pada botol itu? Begini repotnya belajar bawah permukaan. Kita mempelajari barang yang tidak pernah kelihatan.
Apa yang terjadi pada botol itu? Ya, bergeser. Bahkan mungkin botolnya jatuh. Itu simulasi sederhana untuk menggambarkan proses terjadinya gempa tektonik. Jika dua buah lempeng saling bergeser (disebut transform) akan menghasilkan Sesar. Contohnya Sesar Opak di Jogja, Palu Koro di Sulawesi, Sesar Semangko di Sumatera. Skripsi saya kemarin membahas sesar-sesar di Sulawesi secara umum.
YS:
Daerah ring of fire itu rentan gempa.

Fawzy:
Mbak YS, tepat sekali. Tapi saya tidak menyinggung tentang the ring of fire malam ini. Mungkin di lain waktu saat membahas potensi bencana alam di Indonesia.
[Quiz Zone] Adakah yang bisa menebak, apa jenis aktivitas tektonik pada gambar berikut? Divergen, konvergen, atau transform?

aktivitas tektonik transform

Foto di atas diambil saat gempa di Luzon, Filipina tahun 1990.
Jadi, gambar di atas mencerminkan aktivitas tektonik transform. Aktivitas ini sendiri pada kenyataan di lapangan disebut sesar. Sesar terbagi 3:
–    sesar naik (reverse fault, thrusting)
–    sesar turun (normal fault)
–    sesar geser (strike slip fault)
Gambar di atas merupakan contoh dari sesar geser. Lebih jauh lagi, disebut sesar geser mengiri atau sinistral fault atau left strike slip fault.
Penutup pembahasan bagian gempa, silakan tonton video di link : https://www.youtube.com/watch?v=hlePrsXTGxQ

Lanjut ke pembahasan gunungapi ya. Ingat, “gunungapi” bukan “gunung api”, “volcano” bukan “fire mountain”.
Baik, saya meminta teman-teman untuk menggesekkan kedua tangan secara cepat. Apa yang teman-teman rasakan? Secepat mungkin. Gesekkan telapak tangan kanan dan kiri secara cepat.
Ya, panas, that’s the point! Terjadi perubahan energi gerak menjadi kalor. Padahal tangan kita tidak terlalu tebal. Lempeng bumi itu bisa sampai 10 km.
Bayangkan dua buah batu dengan dimensi 5 km x 5 km x 1 km saling bergesekan. Apa yg terjadi? Terjadi kenaikan suhu dan kenaikan tekanan sehingga batunya meleleh dan disebut Magma.
Karena tekanan tinggi, maka magma akan segera mencari cara untuk keluar dari magma chamber menuju permukaan. Jika menemukan bidang lemah, seperti retakan maka dia akan keluar.
Lalu, bagaimana prosesnya hingga menjadi gunungapi? Sekarang, mari teman-teman membayangkan rumah semut. Rumah semut adalah hasil galian semut di tanah. Tanah hasil galiannya diletakkan begitu saja di pinggiran rumah semut. Hasilnya akan tinggi menjulang. Begitu pun dengan magma, magma yang keluar (disebut lahar) kemudian mengeras menjadi batuan di sekiling lubang kepundan. Semakin lama maka semakin tinggi gunungapi tersebut.
Berikut adalah gambar erupsi gunungapi.

gambar erupsi gunungapi

gambar erupsi gunungapi 2

Bentuk gunungapi di Jawa Timur bagus untuk dipakai memahami bentuk-bentuk gunungapi.
Perbedaan lahar, magma, dan lava:
–    magma: berada di dalam perut bumi
–    lava: di lubang kepundan/ mulut kawah/ caldera
–    lahar: jika lava telah tumpah ke permukaan bumi
Penutup pembahasan tentang gunungapi, silakan tonton video di link berikut.
Video: https://www.youtube.com/watch?v=BAR3P3Fshok

Pembahasan terakhir tentang tsunami.
Tsunami merupakan naiknya air laut ke permukaan bumi disebabkan oleh banyak hal. Pengertian tsunami bosa dilihat pada bambar berikut.

tsunami bosa
Berikut persentase berbagai penyebab terjadinya tsunami.
prsentase

Tsunami yang terjadi pada akhir 1800an di Jawa Barat dan Lampung merupakan akibat dari meletusnya gunung Krakatau. Namanya Krakatau. Kalau sekarang yang di Selat Sunda itu namanya gunung Anakkrakatau.

Syarat terjadinya tsunami:
–    Lokasi episenter terletak di laut.
–    Hiposenter relatif dangkal, <100 km.
–    Magnitudo besar Mw ≥ 7.0.
–    Sesar naik (thrusting fault) atau sesar turun (normal fault)
Proses terjadinya tsunami bisa dilihat pada gambar berikut.

proses tsunami
Proses #1

proses 2
Proses #2

proses 3
Proses #3

proses selanjutnya
Sebagai penutup ini videonya: https://www.youtube.com/watch?v=tAlwAvdxQbI
Dan sebagai tambahan, saya sertakan tulisan: http://kamilpasca.itb.ac.id/tsunami-dan-kearifan-lokal/
Tanya Jawab
IN:
Mengapa ada gempa yg potensi tsunami dan ada yg tidak?

Fawzy:
Ada syarat-syarat trjadinya tsunami. Bisa dilihat penjelasan di atas. Seperti episenternya harus di laut, dangkal <100 km dan seterusnya. Kalau bicara tentang gempa, dangkal itu di bawah 300km
Oh, iya. Ilmu yang mempelajari gempa disbut seismologi. Doakan supaya saya bisa jadi seimologist yang handal. Aamiin

IN:
Jadi, gempa harus terjadi di laut ya, jika di darat tidak berpotensi tsunami?

Fawzy:
Sepemahaman saya harus di laut. Berbeda cerita jika gempa terjadi di darat, lalu ada longsoran ke laut, lalu terjadi tsunami. Maka sumbernya bukan gempa, melainkan longsoran.

EO:
Kalau gunung berapi meletus ada effect baik menyuburkan selain bencana. Kalau gempa dan tsunami apakah pure bencana? Apakah gempa dan tsunami memiliki manfaat?

Fawzy:
Untuk tsunami, wallahu’alam.
Untuk gempa, ada banyak manfaatnya, kalau dirincikan akan sangat panjang pembahasannya. Salah satu contohnya saja untuk eksplorasi minyak bumi membutuhkan kedalaman yang dalam, sekitar 50 – 250an km. Itu bisa dilakukan dengan gempa, walaupun gempanya buatan. Coba cari seismic exploration. Gempa alami bisa digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan tanah. Ketebalan lapisan tanah di jakarta, yang katanya semakin turun dari tahun ke tahun juga diketahui dari gempa.

IK:
Di daerah asal saya, di Ngawi, kondisi tanahnya banyak sekali retakan mas. Retakan yang terjadi juga sampai ke dinding bangunan yang terbuat dari batubata. Lalu permukaan tanah ambles. Nah apakah ini juga karena tektonik? Daerah saya ini berdekatan dengan pegunungan kapur, apa ini pengaruh juga?

Fawzy:
Ngawi dekat madiun tidak? Saya tidak hafal wilayah wilayah sekitar Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Tim dari laboratorium saya akan ke Madiun untuk survey, katanya disana ada sesar yg baru saja aktif. Terkait retakan di tanah, tidak bisa langsung disimpulkan karena tektonik. Kasihan betul nasib tektonik ini, sedikit-sedikit kena tuduhan.‬ Bisa juga karena di bawah tanah (±10 s.d 1 km) ada banyak lapisan lapuk sehingga retak. Atau mungkin banyak lapisan akuifer. Pernah menghitung dimensi retakan di tanah itu? Retakannya di tanah atau di batu?

IK:
Menghitung dimensi belum pernah. Tentang retakan, tergadi di tanah.

Fawzy:
Kalau di tanah belum tentu tektonik, kalau di batu, saya berani bilang bahwa itu karena tektonik.

WA:
Mengapa suatu daerah bisa menjadi “rawan gempa”?

Fawzy:
Karena adanya zona lemah yang setiap saat bisa jadi rawan gempa karena faktor manusianya itu sendiri. Sebuah daerah disebut daerah rawan gempa karena keberadaan faktor-faktor terjadinya gempa. Contohnya keberadaan sesar di berbagai wilayah di Indonesia. Faktor manusia itu seperti merusak lingkungan. Sedikit kurangnya seperti pada kegiatan eksplorasi, contohnya pada eksplorasi geotermal. Syarat menemukan potensi geotermal adalah adanya fracture/ rekahan. Fracture alami biasanya dekat dengan sesar utama. Kalau proses pencarian/ pembuatan fracturenya melepaskan energi lebih dari M2, maka sesar utamanya bisa jadi aktif kembali sehingga jadi rawan gempa. Kasus ini sering terjadi.

Saya ingin memberikan pertanyaan terkait yang saya sampaikan di atas dan juga gempa di Sumbar (2/3/2016). Berikut gambar data mengenai gempa Sumbar.

gempa sumbar

Pertanyaannya, apakah gempa ini berpotensi tsunami?

Informasi tentang penggambaran sesar ada pada gambar berikut. (Sesar naik: reverse, sesar turun: normal, sesar geser: strike slip)

15 Tentang gempa Sumbar, jawabannya adalah tidak berpotensi tsunami. Karena sesarnya adalah sesar geser. Bisa dilihat diagram bola pantainya.

MF:
Pennyebab tsunami yang dipaparkan di atas ada unknown. Apa saja penyebab yang termasuk unknown? Apakah pernah terjadi, melihat presentasenya cukup besar, 10%?

Fawzy:
Unknown seperti jatuhnya meteor atau seperti uji coba bom atom dan sebagainya. Jatuhnya meteor sudah pernah terjadi di masa lalu sedangkan bom atom atau nuklir banyak terjadi di jaman perang dunia 1 dan 2. Sampai sekarang masih di uji cobakan di laut. Ada artikel menarik di Beranda Inovasi. Nelayan Jepang terkena kontaminasi bom nuklir saat mencari ikan. Ternyata ada yang sedang uji coba bom nuklir disana.

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

https://www.dompetdhuafa.org

Rohingya

with Theme : Rohingya Facilitator : ARH (Social Development Manager of Dompet Dhuafa) Moderator : ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *