Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Dakwah / Mensyukuri Nikmat yang Tak Sederhana

Mensyukuri Nikmat yang Tak Sederhana

Syukur via unek2enajib.wordpress.com
Syukur via unek2enajib.wordpress.com

Bismillahirrahmanirrahim

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

Segala puji bagi Allah, hanya kepadaNya kita memuji, memohon pertolongan, dan memohon ampunan. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan buruknya amalan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya.

Do’a ini adalah do’a yang diucapkan Rasulullah SAW di setiap memulai majelis. Do’a yang penuh khidmat, bagi seorang Rasul yang tak pernah kita ragukan amalnya, beliau masih selalu memohon perlindungan atas kejahatan diri dan buruknya amal. Lalu, bagaimana dengan kita? Hamba Allah yang segini dan begini begini aja. Mungkin kita sering berpuas diri dengan amal yang sepertinya kita sudah mengorbankan banyak hal, atau merasa sudah melakukan yang terbaik. Sepertinya sudah melakukan hal yang heroik di tengah banyaknya kezaliman saat ini. Tanpa sering kita sadari, bahwa sebenarnya mungkin masih banyak kejahatan diri, buruknya amal, dan nikmatNya yang kita dustakan. Astaghfirullah..

Sejenak saya ingin merenung betapa Allah menciptakan manusia dan merancang kehidupannya dengan sangat detail dan menakjubkan. Tidak ada satupun nikmat Allah yang diciptakanNya dengan sederhana. Detik ini, kita masih bisa membaca, saya masih bisa menulis adalah hasil kerja simultan yang luar biasa dari tubuh kita yang masih Allah karuniakan. Detik ini, kita masih bisa mencerna tulisan ini adalah kuasaNya yang sama sekali tidak sederhana. Untuk melihat, mata melibatkan banyak proses. Jika dijelaskan secara sederhana, cahaya masuk melalui kornea, lapisan pertama mata, diteruskan melalui pupil, lensa, badan kaca/vitreous humor (badan bola mata), lalu diterima oleh retina dan reseptor-reseptor saraf, yang selanjutnya dteruskan sinyalnya melalui saraf optik yang akan dicerna oleh otak sehingga bisa mempersepsikan objek yang dilihat. Banyak proses dri awal cahaya masuk hingga bisa melihat. Di setiap proses tersebut masih ada detail fungsi dan kerja-kerja yang dengan sempurnanya dirancang oleh Sang pencipta. Satu saja kelainan dalam proses tersebut, mata akan terganggu penglihatannya. Sungguh Allah telah menjamin segala ciptaannya bekerja secara menakjubkan, yang kita kenal dengan karunia sehat.

Ia bernama Mu’adz, seorang anak asal Mesir yang ditaqdirkan untuk tidak dapat melihat sejak kecil (buta). Takdir yang kurang beruntung ini, mungkin saja bagi kita menjadi suatu kesedihan, hambatan, dan hal yang sering dikeluhkan mengapa Allah tidak menciptakan penglihatan yang normal layaknya orang lain. Tapi bagi sang Mu’adz, ini adalah karunia yang luar biasa, ia bahkan membuktikannya dengan dihafalnya Al-Qur’an lengkap 30 juz. Ya, ia adalah seorang anak tunanetra yang hafal Al Qur’an pada usianya yang ke 11 tahun. Buta tidak menjadi penghalang baginya untuk menghafal AlQur’an. Buta justru menjadikan imannya kuat menghujam.

Satu hal yang mengagumkan dalam wawancaranya di acara tv bersama seorang imam masjid, Syaikh Fahd Al-Kandari. Sang hafidz Mu’adz menjawab tentang kebutaannya. “Dalam shalatku, aku tidak meminta kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatanku,” “Engkau tidak ingin Allah mengembalikan penglihatanmu? Kenapa?” tanyanya sang imam heran. Dengan tegas ia menjawab “Semoga menjadi keselamatan bagiku pada hari pembalasan (kiamat), sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut. Allah akan menanyakan nikmat penglihatan, apa yang telah engkau lakukan dengan penglihatanmu? Saya tidak malu dengan cacat yang saya alami. Saya hanya berdoa semoga Allah meringankan perhitungan-Nya untuk saya pada hari kiamat kelak,” Allahuakbar…

Betapa anak mulia ini membuktikan kesyukuran nikmat Allah dengan hasil yang luar biasa. Ya, dia telah membuktikan betapa ia bersyukur dengan nikmat hidup dan nikmat-nikmat Allah lainnya. Ia sangat menyadari, bahwa kelak di setiap nikmatNya akan ditanyakan, untuk apa kita gunakan.

Maka nikmat Tuhan yang manakah yang Kau dustakan? Maka nikmat Tuhan yang manakah yang Kau dustakan? Maka nikmat Tuhan yang manakah yang Kau dustakan?…

Ayat dalam surat Ar-Rahman ini diulang hingga 31 kali, di setiap pemaparan berbagai contoh nikmatNya, ayat ini diulang kembali. Satu saja ayat peringatan Allah dalam AlQur’an sudah menjadi peringatan besar bagi kita. Bagaimana dengan peringatan yang diulang-ulang ini? Ayat ini menandakan bahwa manusia sering lupa dengan nikmatNya, bahwa kelak kita akan ditanyakan tentang nikmat Allah, apakah kita mendustakan nikmatNya, tidak mensyukuriNya, atau menyia-nyiakanNya? Nikmat yang mana saja? Seberapa banyak? Kapan saja? Apakah kita tak menyadari karunia dapat melihat tidaklah sederhana? Bisa berfikir, berbicara, mendengar, berjalan, bernafas, jantung yang masih berdetak, semuanya, tak ada yang sederhana. Maka sepertinya tak ada ruang lagi bagi kita untuk merasa puas, merasa bangga dengan amal saat ini, merasa bahwa kita telah melakukan yang terbaik. Sungguh kita masih jauh dengan Mu’adz, dan insan-insan surgawi lain. Astaghfirullah…

Saudaraku, ternyata masih banyak yang perlu kita benahi, masih sangat banyak yang perlu kita perjuangkan. Banyak niat syukur kita yang harus dibuktikan melalui kerja nyata, kontribusi nyata. Maka saat diri yang penuh kelemahan ini kehilangan semangat, semoga kesadaran akan nikmatNya yang tak sederhana ini selalu menjadi pengingat, Allah lah yang akan menjadi pengobar semangatnya. Semoga bisa selalu semangat beramal yang tak sederhana, karena nikmatNya tak pernah sederhana. Sebagaimana nasehat seorang ustadz, “Lakukan yang terbaik sebagaimana Allah telah memberikan yang terbaik untukmu”.

Wallahua’lam bisshawab

Farah Azizah
11 Maret 2015

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Adab Persaudaraan karena Allah, Cinta dan Benci karena Allah

بسم الله الرحمن الرحيم …… من اًحب لله و اًبغض لله و اًطی لله فقد ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *