Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
Mentransfigurasikan Film Transcendence ke dalam Islamisme Essensialis – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Film / Mentransfigurasikan Film Transcendence ke dalam Islamisme Essensialis

Mentransfigurasikan Film Transcendence ke dalam Islamisme Essensialis

via subscene.com
via subscene.com

Sebelumnya, saya berpesan. Mungkin deskripsi film ini akan cukup panjang. Bedah filmnya mungkin cukup panjang. Karena itu kalau sudah punya niatan membaca, membacalah sampai akhir. he he.Untuk lebih mempercepat tulisan transfigurasi ini, saya akan langsung mengambil sinopsis dari blog jejakcandra.blogspot.com yang saya nilai bagus menerangkan jalan cerita film, dengan beberapa saduran dan editan.

Alur Film

Transcendece berkisah sepasang suami istri yang begitu terobsesi membuat software kecerdasan buatan (Artificial Intellegence) yang mampu menyamai bahkan melebihi otak manusia. Mereka berharap komputer bisa menjadi sangat cerdas bahkan jauh lebih cerdas dibanding kemampuan seluruh manusia sekalipun. Proyek ini merupakan proyek yang sangat ambisius, ide selanjutnya adalah memindahkan “nyawa” atau kesadaran dari mahluk hidup ke mesin.

Pasangan suami istri itu adalah Will Caster dan Evelyn caster. Perhatikan Tagline dari Transcendce adalah “Yesterday, Dr Will Caster only human”. Itulah inti dari film ini, Dr Caster menitis secara digital dan hidup dalam jaringan internet.Mereka berhasil memindahkan kesadaran seekor monyet kedalam komputer dan komputer itu berpikir layaknya monyet. Ternyata ada kelompok yang tidak suka dengan ide ini, mereka takut teknologi justru akan menguasai dan merusak kehidupan manusia.

Dr. Will Caster membuat presentasi ilmiah tentang kecerdasan buatan yang akan mengubah dunia dan akan mempercepat proses kemajuan teknologi, namun kelompok anti teknologi berusaha membunuhnya, untungnya Dr Will Caster selamat dari percobaan pembunuhan karena hanya terserempet peluru.

Sayangnya, walaupun dia cuma terserempet peluru, kondisinya justru makin parah, setelah di cek secara mendalam, ternyata pelurunya sudah dilapisi dengan polonium, zat radio aktif yang merusak tubuh, Dr Caster hanya punya waktu 1 bulan untuk hidup.

Istrinya,Evlyin tidak siap menerima hal ini, maka dia berusaha menghubungkan otak suaminya ke komputer, mentransfer pengetahuan, bahasa, serta suaranya dan di kombinasikan dengan kecerdasan buatan yang telah dikembangkannya. Tidak lama kemudian, Dr Will Caster meninggal, jasadnya dibakar dan abunya di buang ke sungai.

Ternyata, ketika istrinya mengecek komputer dan menganalisa AI suaminya, dia terkejut karena “kesadaran” suaminya masuk kedalam computer. Proses memindah (menitis) telah berhasil, suaminya bisa “hidup” dalam komputer. Teman kerja Evelyn dan sahabat dekat Will Caster tidak setuju dengan hal ini. Dia berangggapan itu tidak mungkin, dan dia meminta evelyn menshutdown system yang ada, namun evelyn tidak mau. Dr Will Caster yang ada di komputer meminta Evelyn untuk menghubungkan komputer di ruang itu kejaringan internet dan pasar saham. Dan, Program Will caster menyebar keseluruh dunia seperti virus, dan lebih menyeramkan lagi, program itu selalu belajar (machine learning).

Evlyn diminta pergi ketempat terpencil oleh program Will Caster dan disana ia membangun super komputer dibawah tanah. Darimana sumber uangnya? Dengan bantuan AI yang ada, memindah uang di bank ke rekening Evelyn sangatlah mudah. Dua tahun kemudian, tempat terpencil tersebut berubah menjadi pusat otak Dr Caster, Evelyn membangun sistem panel surya dan memasang ribuan komputer (grid/cloud) dibawah tanah. Ternyata AI terus berkembang sampai akhirnya DR Caster bisa mengatasi berbagai macam penyakit dnegan bantuan AI, membuat Quantum Prosesor dan membuat sistem regenerasi cell yang akhirnya dia kembali utuh seperti manusia lagi.

Pihak pemerintah dan teman teman kerjanya yang melihat bahaya dari DR caster ahkhirnya berusaha menghancurkan pusat super komputer yang ada, sayangnya mereka harus menggunakan teknologi manual, mengingat teknologi komputer bisa disusupi oleha “otak” dari AI.

Teman kerja Will Caster semasa hidup, Joseph dan Max Water akhirnya bergabung dan bekerja sama dengan kelompok radikal anti-teknologi yang dulu dimusuhi, untuk bisa menghancurkan AI itu. Dengan bantuan Evelyn yang dibujuk Yoseph dan Max Water akhirnya Evelyn menawarka diri untuk disuntik virus program untuk diunggah ke AI yang akkan membuat AI menjadi lumpuh. Namun konsekuensinya semua daya listrik dan jaringan internet menjadi mati. Akhirnya mereka menjadi kembali ke masa silam. Chip-chip computer dan alat elektronik menjadi tidak berguna dan hanya menjadi ganjal pintu.

Membedah Film dengan Metode Transfigurasi

Di bagian inilah saya coba mengeksplor film dengan memberinya tafsir hermeneutis dengan sudut pandang keislaman. Selamat menyimak. Berikut pelajaran-pelajaran yang bisa diambil :

1. Saat Dr. Will Caster melakukan presentasi tentang AI dengan segala kecanggihannya. Seseorang bertanya: Apakah engkau akan membuat Tuhan? Tuhanmu sendiri? Maka jawaban dari Will Caster adalah: “Bukankah itu yang selalu dilakukan oleh manusia?”

Untuk mencoba membedah ini, mari kita kembali kepada nash. “Dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu” (Q.S. Adzdzariyat: 51).

Mari kita kembali meneliti pengertian tuhan. (Baca kembali Rosmul Bayan). Yang akhirnya disebut tuhan tidak hanya terbatas pada sesembahan agama lain, atau patung yang disembah saja, tetapi jauh lebih luas dari itu. Bahkan ulama ada yang menyebutkan ada 16 hal yang bisa menjadi tuhan dalam hidup manusia. Beberapa dari 16 itu adalah yang Alloh kemukakan dalam nashnya: Aroita manittakhodza ilahahu hawah? Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan KEINGINANNYA sebagai TUHANNYA?

Dr. Will Caster mengingatkan kepada kita semua agar tidak menyekutukan Alloh terhadap sesuatupun. Ego diri dan keinginan manusiapun bisa menjadi tuhan yang bisa membuat manusia menyekutukan Alloh. Akal, pengetahuan, uang, pemikiran -isme bisa menjadi tuhan yang mendrive kehidupan manusia. Jika uang telah menjadi tujuan dan kecintaan manusia, tanpa peduli halal ataupun haram, maka uang telah menjadi tuhan baru manusia. Ketika akal telah didewakan maka ia menjadi tuhan baru. Ketika teknologi telah dirasa sebagai pengganti akan penjelasan adanya Tuhan, maka ia adalah tuhan baru. Materialisme telah menjadi agama baru dengan tuhannya materi. Realitas modern mengkondisikan manusia untuk menuhankan materi dan teknologi. Penjelasan Newton bahwa Tuhan adalah penjelasan pada ruang-ruang kosong ilmu pengetahuan, telah dipakai para atheis untuk menjadi hujjah bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengisi ruang-ruang kosong itu dan meniadakan Tuhan. Inilah syirik dalam modernisme. Halus, layaknya semut hitam diatas batu hitam pada malam hari.

Maka mari kita mohon kepada Alloh agar diberi keimanan sampai akhir hayat kita, dijauhkan dari kesyirikan dan kekufuran apapun itu. Dan meninggal dalam khusnul khotimah. Amien. T.T

2. Diplomasi orang-orang cerdas dan berilmu yang merusak. Salah satu fenomena modern adalah adalah kemajuan ilmu, pemikiran dan teknologi dimuka bumi. Tetapi banyak dari produk-produk ilmu, pemikiran, dan teknologi itu merusak bumi, meski juga memberi keuntungan pada segelintir yang lain. Dan ketika mereka diingatkan maka mereka akan berdiplomasi. Saya mau mengajak rekan-rekan mentadabburi makna dari surat-surat di awal surat Al Baqoroh mengenai hal itu:

Dan apabila dikatakan kepada mereka: ” Janganlah berbuat kerusakan di Bumi!”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan”. (Al Baqoroh: 11).

Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (Al Baqoroh: 12)

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagai mana orang lain beriman!”. Mereka menjawab: “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu”. (Al Baqoroh: 13).

Disini saya belajar apa itu diplomasi dan pembalikan opini. Mereka yang merusak bisa memberi opini bahwa mereka melakukan perbaikan. Dan seorang muslim jangan sampai terkecoh kepada opini-opini mereka yang berkebalikan. Harus tetap teguh pada substansi.

Pun manusia muslim harus cerdas dan menguasai ilmu, pemikiran, dan teknologi modern. Agar apa? Agar tidak ada alasan hujjah bagi orang-orang yang tidak beriman, menolak ajakan kita untuk beriman, karena mereka menganggap orang muslim itu bodoh-bodoh. Saya cerdas, dan saya muslim. Mereka yang muslim itu cerdas. Hal inilah yang seharusnya menjadi realitas yang perlu kita usahakan dari sekarang.

3. RIFT (Revolutionary independent from Technology) adalah kelompok anti-teknologi AI yang dikembangkan Will. RIFT adalah kelompok radikal yang mencoba menghentikan program Will dan merekalah yang melakukan penembakan terhadap Will dengan polonium. Kadang cara radikal dan ekstrem adalah cara yang ampuh untuk melawan suatu potensi kejahatan yang sedang berkembang. Tetapi radikalitas itu bisa menjadi alasan untuk membuat niatan baik itu menjadi ternilai jahat. Saat will ditembak dia berkata: “Bagaimana mungkin mereka takut akan teknologi menjadi ancaman bagi manusia, tetapi mereka sangat mudah untuk membunuh?”

Dari sini banyak hal nilai moral yang bisa didapat. Bahwa hidup itu tidak selalu hitam dan putih. Mungkin RIFT punya niatan baik, tetapi mereka ekstrem dan radikal pun menghalalkan segala cara, sehingga menjadi paradok dengan cita-cita mereka dan ini adalah kesalahan.

4. Will berkata: “Manusia takut pada apa yang tidak mereka mengerti”. Sebuah peribahasa yang menarik. Saya jadi ingat saat pertama kali belajar komputer. Pertama kali memegang komputer saya takut, jangan-jangan kalau salah mencet tombol maka bisa meledak. Pun saya juga pernah merasa takut saat ke pertama kali memegang DCS (Distributed Control System) yang menjadi pusat kendali kontrol dari Plant yang berjalan. Kalau salah pencet bisa meledak plant-nya. Dan saat ini ketika pengetahuan terkait itu saya dapatkan, maka akhirnya saya tidak lagi menjadi takut. Begitulah memang hidup manusia. Maka bagaimana agar kita tidak takut? Carilah pengetahuan tentangnya.

5. Musuh dari Musuh adalah teman. Tadinya Max Water dan Joseph adalah teman Will saat Will hidup dan menjadi peneliti bersama-sama. Sedangkan RIFT adalah musuh mereka. Tetapi saat Will menjadi AI, maka Max Water dan Joseph adalah kawan RIFT, dan semuanya menjadi musuh AI Will. Dunia sesungguhnya adalah pertarungan kepentingan. Sama seperti dalam politik. Mereka yang mampu memainkan peran dan mampu melihat kepentingan maka akan mampu memenangkan kepentingan itu. Musuh dari musuh adalah teman. Terikat oleh satu kepentingan. Kalau kita melihat sejarah Rosululloh SAW dalam perang ahzab, Bani Quroidzoh dan Kafir Quraisy bergabung untuk bersama-sama untuk melawan Islam, walau mereka saling meragukan iktikad masing-masing. Orang-orang kafir sesungguhnya saling bermusuhan, tetapi mereka adalah satu dalam melawan Islam. Dan dipersatukan karena kesamaan kepentingan.

6. Masyarakat dan negara vs korporasi. Brightwood Data Center, adalah perusahaan yang dikembangkan oleh IA Will dan Evelyn yang mengadakan riset-riset mutakhir dan mempunyai kekayaan yang banyak. Yang menarik disini adalah korporasi kadang menjadi lebih kuat dari negara. Korporasi bisa mempengaruhi negara jauh melebihi pemerintah. Dan korporasi bahkan bisa mempunyai pendapatan pertahun yang jauh lebih besar dari GDP suatu negara. Hasil penjualan 5 perusahaan raksasa dunia pada 1999. Ini adalah ironi kapitalisme sekaligus kekuatan kapitalisme. Hubungan antara negara, masyarakat, dan pasar(korporasi). Ha ha. Saya tidak sedang membahas buku Fahri Hamzah dalam hal ini, tetapi saya ingin memberikan kesimpulan bahwa untuk melawan kapitalisme kita tidak bisa menggunakan sosialisme. Tapi melawan kapitalisme adalah dengan mendirikan kapitalisme yang baru tetapi kapitalisme yang merakyat. Kapitalisme yang keuntungannya untuk rakyat yang mustadh’afin. Bagaimana caranya? Mari kita pecahkan bersama.

7. Cipta, rasa, dan karsa. Apakah Dr. Will Caster saat beliau masih hidup sama dengan Dr. Will yang sudah menjadi AI Will? Tentu tidak. Inilah bedanya antara manusia dengan mesin yang paling canggih sekalipun. Secanggih-canggihnya mesin, dia hanya akan memiliki Cipta saja, tetapi tidak akan memiliki rasa dan karsa. Budaya modern telah mengubah manusia berperilaku strukturalis dan mekanis seperti mesin-mesin dan robot-robot. Bangun, berangkat kerja, kerja, pulang, tidur. Pola-pola itu yang kita jumpai di kota besar. Hal itu mengurangi kemanusiaan kita. Dan membuat manusia hanyalah seperti mesin uang. Maka, mari kita menjadi pekerja yang efektif, yang mampu menyekesaikan tugas-tugas dengan cepat, sehingga tidak akan lembur, dan bisa pulang cepat, sehingga kita bisa menjadi manusia utuh dengan menajamkan rasa, dan karsa kita, dengan menajamkan interaksi kita, dengan menajamkan karunia kemanusiaan kita dengan menikmati hasil-hasil kebudayaan, agama, ataupun emosi dan hubungan dengan manusia lainnya.

8. Tarbiyah Maaliyah. Perusahaan milik Evelyn bisa mencetak keuntungan 30 juta dolar dari Wall Street dalam 38 jam terakhir setelah IA Will menjadi online. Finansial modern, pasar modal, pasar saham. Ekonomi modern telah menjadi masyhur. Namun sayang hanya sedikit muslim sejati yang bisa mengakses dan mengkapitalisasikannya. Maka akhirnya yang mengkapitalisasi adalah mereka yang bukan muslim sejati atau malahan non-muslim. Sektor ini perlu digarap serius. Apalagi pasar modal syariah sudah banyak.

9. Teknologi itu bebas nilai. Manusialah yang menentukan untuk apanya. Gara-gara Haber-Bosch ada pembunuhan di dunia dengan hasilnya kematian seratusan juta manusia saat perang dunia kedua. Tetapi dengan proses Haber-Bosch lah manusia bisa terhindar dari kelaparan.

10. Mari MUSLIM kembangkan Teknologi NANO dan ARTIFICIAL INTELLEGENCE. Maka mari kita kembalikan kejayaan peradaban muslim kembali. Mari belajar teknologi-teknologi masa depan.

Yah, itu saja yang mungkin bisa saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat.

Salam,

Ikhsanuddin

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

tausiah cinta

Petikan Hikmah dari Film Tausiyah Cinta

Awalnya saya berfikir film ini akan sama dengan film-film bertemakan cinta pada umumnya yng juga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *