Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Buku / Menyelami Seluk Beluk Bumi Palestine

Menyelami Seluk Beluk Bumi Palestine

via islamedia.co

Bedah Buku The Forbidden Country, Negeri Terlarang untuk para Pecundang

Oleh: Dr. Saiful Bahri,MA

Bismillah…

Kali ini saya ingin sedikit membedah tentang buku yang berjudul “The Forbidden Country” karangan Dr. Saiful Bahri,MA.

Sedikit tentang penulis, saat ini beliau aktif dalam komunitas ASPAC (Asia Pasific Community) For Palestine, dan di daulat sebagai ketua komunitas tersebut.

Buku ini mmerupakan kumpulan “catatan-catatan keberkahan” yang beliau tulis pada tahun 2013.

Awal ketertarikan saya membaca buku ini karena adanya respon-respon positif dr penulis-penulis handal Indonesia, salah satunya bunda Helvy Tiana Rosa, serta pengantar dari Prof. Dr. Marwah Daud Ibrahim, MA.

Menurut Habiburrahman El Shirazy, membaca buku ini perlu kejernihan pikiran, karena kita akan mendapatkan fakta-fakta yang menggetarkan jiwa. Dan benar saja, ketika saya kurang fokus membaca buku ini, terpaksa saya harus mengulang bacaan dari awal halaman atau awal bab, karena ketika pikiran kurang fokus sedikit, kadang akan banyak pertanyaaan mengganjal, tapi saat fokus, anda akan merasa bahwa anda benar-benar mengikuti arus tulisan-tulisan Dr. Saiful Bahri, bahkan seperti menjadi penonton atau tokoh yang menyaksikan langsung kejadian demi kejadian dalam tulisan-tulisan beliau.

Oke. Itu tadi baru pengantar…

Cuplikan salah satu tulisan beliau…

Sang pejuang tak lekang dengan tantangan atau ancaman, sementara sang pecundang memilih hidup damai dan tenang, mencukupkan diri hanya dengan mengamankan kepentingan pribadi dan golongan tanpa peduli terhadap orang-orang terzhalimi dan berada dalam jeruji kezaliman

Buku ini tidak terlalu tebal, hanya 220 halaman.. insyaAllah bisa dilahap dalam 1hari.

Awal buka buku ini, saya sangat takjub dengan pengantar Prof.Dr.Marwah Daud, yang begitu menggebu-gebu dan membuat penasaran “seasyik” apakah buku ini.

Tulisan pertama sang penulis, memberikan fakta-fakta menakjubkan, bahwa ternyata orang Indonesia mempunyai simpul darah dengan Palestine. Kok bisa? Iya, berawal dari Walisongo. Beberapa para wali ada yang berasal dari bumi Palestine antara lain Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati. Penamaan Kudus pun juga terinspirasi dari nama kota al Quds di Palestine.

Selanjutnya disajikan tentang berkahnya bumi Palestine. Palestine banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadist sebagai negeri yang diberkahi, penuh barokah, seperti dalam QS Al Isra’ : 1. Sehingga sudah tentu menjadi kewajiban kita sebagai muslim untuk tak pernah ada kata berat dalam menorehkan pikiran, harta, atau jiwa demi membebaskan bumi palestine dari jeratan, penindasan, bangsa Israel, dan semoga keberkahan Allah menghampiri kita. Aamiin

Dalam catatan selanjutnya kita disadarkan, sebenarnya apakah yg membuat bangsa Palestine berdarah darah memperjuangkan kebebasan palestine dr israel ?? Yang tentu bukan hanya sekadar permasalahan tanah, tetapi lebih dari itu.

Cyber war adalah salah satu serangan dalam dunia maya yg sedang digalakkan oleh tentara zionis israel untuk mereduksi akan kebenaran sejarah tentang palestine atau hal lain demi mendukung kepentingan zionis. Oleh karena itu, kita juga tak boleh kalah melawan cyber war mereka. Beberapa situs yg bisa di akses untuk menyebarkan informasi kebenaran tentang palestine antara lain : http://alquds-online.org/ , http://infopalestina.com/ , http://aqsaonline.org/, dan banyak yg lainnya

Pun, tak lepas sampai disitu saja, ‘Psy War’ juga hal yg tak kalah penting untuk dimenangkan. Psy war digencarkan oleh tentara zionis utk melemahkan perlawanan, meraih dukungan internasional, dan lain sebagainya. Dimulai dari unjuk kehebatan senjata, kekuatan militer, dan banyak lagi.
Psy war tak hanya perang kata-kata atau pencitraaan, tetapi kemahiran dalam berstrategi juga bagian dari psy war.

Psy war ini sudah pernah di ajarkan oleh Rosulullah, misalnya saat terjadinya “Fathu Makkah”. Beliau menyembunyikan keputusan Fathu makkah ini trhadap keluarga dekat ataupun sahabat dekat beliau agar rencana ini tak bocor pada kaum Quraisy, hingga beliau pun mengirim para pengintai. Kemudian beliau merancang strategi jitu, yg pada akhirnya Kaum kafir Quraisy mentalnya jatuh, karena tak mendapat informasi apapun tentang pergerakan Rosulullah. Mereka mengira bahwa jumlah org muslim yang begitu banyaknya akan menyerang Kaum Kafir Quraisy, dan terjadilah Fathu Makkah.

Hal lain yang perlu diwaspadai juga adalah Proxy War. Dalam hal ini, bisa dilihat, bahwa AS adalah ladang Proxy War untuk kasus Palestine yg dimanfaatkan oleh Israel.

Sebuah Proxy war atau Perang proksi dalam wikipedia Indonesia memiliki arti perang yang terjadi ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Sementara kekuasaan kadang-kadang digunakan pemerintah sebagai proksi, aktor non-negara kekerasan (nonstate actors) , dan tentara bayaran, pihak ketiga lainnya yang lebih sering digunakan.

Dalam pengertian lainnya, Perang proxy atau proxy war adalah sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.

Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa nonstate actors yang dapat berupa LSM, Ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan. Melalui perang proxy ini, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan nonstate actors dari jauh. (http://www.kodam17cenderawasih.mil.id/tulisan/fokus/waspada-terhadap-perkembangan-proxy-war/ )

Sungguh mengerikan, karena Israel melebarkan sayapnya untuk menarik simpati, memanfaatkan negara adidaya dan negara-negara lain masuk dalam kasus ini.

AS pun sekarang sukses melakukan framing antiterorisme dengan alasan keamanan. AS jg sukses menggencarkan ” pre-empative strike ” : menyerang terlebih dahulu pihak negara yang dicurigai mampu mengancam keamanan negaranya sebelum negara tersebut mencapai wilayah mereka.

Catatan catatan beliau selanjutnya adalah tentang sirah “Fathu Al Quds”, pada saat zaman kekhalifahan Umar bin Khattab pada tahun 637 M (Rabiul awal 16 H), dalam bab ini diceritakan bagaimana perjuangan memenangkan al Quds mulai dari penyusunan strategi perang, hingga penyerahan kunci kota Al Quds kepada khalifah umar.

Lalu dilanjutkan dengan memulai lagi tradisi “sentralisasi masjid” , dimana masjid sebagai titik temu pusat peradaban. Politik, ekonomi, sosial, hukum dan bahkan militer semua bermula dari tempat sujud. Kita lihat saja, misal Khalid bin Walid sang pakar strategi perang adalah jebolan masjid. Abdurrahman bin auf, sang saudagar kaya raya juga orang yg sangat akrab dengan masjid.

Maka, sebagai seorang muslim, marilah kembali ke masjid..

Tak heran, kini banyak orang-orang liberal sekuler yang sangat ingin menjauhkan pemuda pemuda islam dari masjid, karena mereka sadar dan takut akan kekuatan para muslim yang mencintai masjid.

Kisah Fathu Al Quds pada zaman Shalahudin Al Ayyubi juga dikupas tuntas oleh penulis buku ini. Kisah yang diawali dari perjuangan Sultan Nuruddin Zanky melakukan perang demi perang untuk menaklukkan Al Quds. Bahkan meski pada zaman baliau, beliau belum sempat memenangkan kota Al Quds, tetapi karena keyakinan dan cita-cita yang teramat besar, (yaitu keyakinan bahwa suatu saat Al Quds pasti akan berhasil dikuasai kembali oleh umat muslim),Sang Sultan pun sudah menyiapkan mimbar yang akan siap diletakkan di masjid Al Aqsha suatu saat nanti.

Dan benar saja, Shalahudin meneruskan perjuangan Nuruddin Al Zanky, beliau melakukan peperangan demi peperangan hingga akhirny kota Al Quds berhasil dimasuki kembali. Kemudian beliau meletakkan mimbar yg telah dipersiapkan sultan Nuruddin Al Zanky di dalam masjid pada hari jumat 27 Rajab 583 H atau 2 Okt 1187 M.

Kisah hebat lainnya yaitu kisah seorng wanita yg mendampingi dua orang ksatria diatas, Ishmah Addin Khattun. Benarlah dibelakang seorang laki-laki hebat ada seorang pendamping wanita yang hebat pula. Ishmah mendampingi sultan Nuruddin selama masa hidup sultan. Kemudian beliau tak sungkan pula menerima pinangan Shalahudin Al Ayyubi sang panglima perang saat itu, dan siap meneruskan perjuangan sang sultan. Kisah dermawan, santun, aktivitas sosial beliau sangat terkenang dan dikupas cantik oleh sang penulis buku ini.

Selain itu ada kisah kisah perempuan hebat lainnya, adek bungsu Shalahudin Al Ayyubi, Rabiah Khatun binti Ayyub atau yang sering dikenal dengan Sitti As Syam (Nyonya besar negeri Syam). Baliau dikenal baik sebagai seorang wanita yang dermawan, sederhana, penyayang fakir miskin, dan sangat peduli dengan rakyat kecil.

Kisah kisah lain yang sangat apik dikupas adalah kisah tentang tentang ulama-ulama besar yang berlatar belakang dari negeri palestine, seperti Imam Syafi’i, Syekh Ahmad Yassin, dan lain sebagainya. Membaca kisah mereka, perjuangan mereka, begitu menyentuh bahkan membuat kita merinding, lalu terpikir, “apalah aku? Siapakah aku? Apakah yang sudah aku berikan untuk agama kita, saudara-saudara muslim kita?”

Salah satu pesan dari dari tokoh dunia yang fenomenal yaitu “pensiun dari kepensiunan”. Beliau berkata “Now i announce that I retire from retirement” (Nelson Mandela)

Beliau salah satu figur yg mendukung kebebasan bangsa Palestine. Benarlah apa yang beliau sampaikan bahwa “pensiun dari kepensiunan” adalah langkah dalam membela keadilan dan mengusir kezaliman.

Maka, malu lah kita sebagai seorang muslim jika tak ikut ber-api api dalam memperjuangkan kebebasan Al Quds.

Memang dalam suatu perjuangan membutuhkan keyakinan yang dibalut dengan impian, visi, dan harapan yang kuat. Dengan membaca buku ini, pembaca akan “tersihir” untuk bersegera melakukan tindakan demi kota Al Quds. Kisah perjuangan heroik yang begitu memukau, kisah kota Al Quds yang begitu diagungkan dalam Islam, fakta-fakta sejarah yang menggetarkan jiwa, dan fakta-fakta yang begitu miris dalam dunia “palestine-zionis israel” sangat lah mampu “menghipnotis” para pembaca untuk “jatuh cinta” dengan tanah suci Al Quds-Palestine dan tak akan rela jika Zionis-cs jatuh ke tangan mereka.

InsyaAllah kemenangan itu semakin dekat… Pilihan utk berjuang atau tidak, ada pada tangan kita masing-masing.

“Apakah ingin menjadi Pejuang atau Pecundang ???”

Tanah suci Al Quds -Palestine hanya diperuntukkan bagi mereka, para pejuang dan terlarang bagi para pecundang.
–the end–

Hez_270415_YK (AN)

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

menyontek

Menyontek: Mengungkap Akar Masalah Dan Solusinya

Menyontek : Mengungkap Akar Masalah Dan Solusinya Karya: Doddy Hartanto, M.Pd saya memulai bedah buku ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *