Home / Hikmah Kehidupan / Menyiapkan anak memasuki masa dewasa

Menyiapkan anak memasuki masa dewasa

Via Remajaislmahebat.wordpress.com
Via Remajaislmahebat.wordpress.com

Assalamu’alaykum wr wb,

Beberapa waktu lalu tak sengaja melihat postingan ustadz Moh Fauzil Adhim di instagram, isinya tentang bagaimana Mendamaikan Remaja, lalu selang beberapa postingan, beliau kembali memposting bahasan tentang Meluruskan Remaja, selang beberapa postingan lain beliau memposting lagi tentang Memulihkan hubungan Remaja. Tiga rangkaian tema ini saling berkaitan dan sangat menarik. Mendamaikan remaja dan memulihkan hubungan remaja yang dimaksud adalah dengan orang tuanya sendiri. Meluruskan remaja adalah bagaimana seni menyadarkan remaja dari kesalahannya. Yang penasaran boleh langsung cuss ke instagram beliau.

Persoalan remaja memang cukup pelik, dan butuh banyak ilmu untuk mampu menyelesaikannya. Karena menyelamatkan remaja sama dengan menyelamatkan generasi masa depan. Nah, Kali ini saya akan share materi kulwap dari beliau dengan tema “Menyiapkan Anak Memasuki Masa Remaja”.

Banyak kita temui di lapangan remaja-remaja yang berkonflik, baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain, remaja yang terombang ambing mencari jati diri bahkan remaja yang salah jalan. Namun, tak jarang juga kita melihat ada remaja yang melewati masa remajanya dengan ” tenang”, tanpa gejolak yang berarti, dan baik-baik saja. Bagaimana bisa seperti itu?

Remaja yang melewati masa remaja nya dengan tenang dan baik ini merupakan remaja yang berhasil mendapatkan perbekalan yang cukup sebelum memasuki masa remajanya. Adapun hal hal yang perlu dimiliki anak sebagai bekal memasuki masa remaja adalah sebagai berikut:

Pertama, Memiliki jati diri yang kokoh. Jati diri di sini maksudnya adalah identitas diri yang jelas tentang siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan apa yang harus diperjuangkan dalam hidupnya. Identitas diri yang bukan sekedar jargon-jargon. Contoh jargon: tepuk anak sholeh (aku anak sholeh, rajin sholat, rajin ngaji, cinta islam sampai mati, dst..) dan sebagainya, itu yang dimaksud sekedar jargon yang bisa jadi berguna dan bisa jadi juga tidak berguna.

Kedua, Memiliki penerimaan diri yang baik dan menghargai orang lain. Penerimaan diri di sini ialah ia mampu menyadari segala kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya tidak membuatnya menjadi sombong dan kekurangan tidak membuatnya rendah diri. Dengan demikian ia juga mampu menghargai orang lain, dan menyadari bahwa orang lain pun sama, memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ketiga, Memiliki komitmen yang kuat sejak masa kanak-kanak dan bertambah kuat saat menjelang masa remaja. Komitmen itu berarti sesuatu itu berharga dan dia bersungguh-sungguh melakukannya. Contohnya sholat, menurup aurataurat dan sebagainya.

Keempat, Menyakini apa yang mereka cita-citakan. Dalam hal ini bukan berarti cita-cita ingin menjadi apa (profesi) melainkan anak itu memiliki tekad kuat ingin melakukan apa, yang bisa jadi karena terinspirasi dari harapan orang tua padanya. Orang tua berperan dalam memberikan penerimaan kepada anak dan menumbuhkan pada diri mereka agak memiliki kesungguhan/totalitas pada hal-hal yang bermanfaat (menjadi orang yang bermanfaat)

Terakhir, Memiliki Idealisme. Idealisme adalah seperangkat nilai yang membangkitkan keinginan kuat untuk mencapainya. Dalam konteks ini maka penting sekali orang tua memperhatikan anak-anak faham tentang keyakinannya. Pastikan idealisme anak sudah tepat dan matang saat menjelang masa remaja.

Jika hal-hal di atas terpenuhi sebagai bekal yang kokoh dalam diri anak, maka anak tidak akan mengalami kebimbangan saat masuk ke masa remajanya. Wallahu a’lam bishshowabb

Sekian kulsap saya kali ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil. Lebih dan kurang saya mohon maaf saya akhiri,

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

PKU, 25 Agustus 2020

Septiani

 

About Admin

Check Also

Konsep Pendidikan Islam

Berangkat dari kegelisahan seorang pemikir pendidikan yaitu Al-Attas tentang terjadinya degradasi dalam pendidikan Islam yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *