Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Menyiapkan Generasi Terbaik

Menyiapkan Generasi Terbaik

ibu anak via aghita.wordpress.com
ibu anak via aghita.wordpress.com

Pada suatu hari yang entah cerah atau mendung (saya kurang peduli dengan cuaca), teman-teman seangkatan saya sibuk membicarakan sebuah topik. Apa itu? Yap apalagi sih kalau bukan kecerdasan. Pada saat itu teman saya mengatakan bahwa genetika kecerdasan itu diturunkan oleh ibu. Hal ini didasari oleh pernyataan Dr Ben Hamel (pakar genetika dari UMC Nijmegen Netherlands) yang menyebutkan bahwa pengaruh itu sedemikian besar karena tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu. Bahkan Dr. Ben Hamel mengatakan bahwa lebih baik memiliki ibu cerdas daripada ayah cerdas. Karena ibu cerdas mempunyai potensi melahirkan anak-anak yang cerdas.

Mendengar pernyataan Dr. Ben Hamel tersebut mendadak saya langsung insecure. Betulkah kecerdasan seorang anak diturunkan oleh ibu melalui kromosom X-nya? Lah, nasib anak saya di masa depan piye jal, jika takdir telah menggariskan kecerdasan ibunya hanyalah rata-rata?

Hmmmm….ternyata setelah melakukan riset lagi dan mengumpulkan berbagai pendapat dan teori juga hasil penelitian, seorang pakar genetika dan psikologi bernama Matt Mc Gue menjelaskan bahwa kecerdasan IQ yang diturunkan melalui kromosom X ibu hanya akan berlangsung dalam 2 atau 3 generasi. Menurut beliau, masih ada faktor lain yang tak kalah penting yaitu faktor nutrisi dan lingkungan.

Kisah Helen dan Gladys, sepasang bayi kembar, bisa menjadi salah satu buktinya. Pada usia 18 bulan mereka dirawat secara terpisah. Helen hidup dan dibesarkan dalam satu keluarga bahagia dengan lingkungan yang hidup dan dinamis. Sedangkan Gladys dibesarkan di daerah gersang dalam lingkungan ”miskin” rangsangan intelektual. Ternyata saat dilakukan pengukuran, Helen memiliki angka IQ 116 dan berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Bahasa Inggris. Sebaliknya Gladys terpaksa putus sekolah lantaran sakit-sakitan dan IQ-nya 7 angka di bawah saudara kembarnya.

Saya pun jadi ingat dengan kisah pengasuhan Salahudin Al Ayubi. Dia yang berhasil merebut Yerusalem. Selain terlahir dari keluarga bangsawan, Shalahudin pun juga oleh lingkungan pendidikan yang luar biasa sejak kecil.

Dr. Devlin menemukan bukti bahwa keadaan dalam kandungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan kecerdasan. ”Ada otak substansial yang tumbuh dalam kandungan”, jelasnya. ”IQ sangat tergantung pada bobot lahir bayi. Anak kembar, rata-rata memiliki IQ 4 – 7 angka di bawah anak lahir tunggal karena umumnya bayi kembar memiliki bobot badan lebih kecil” Perilakunya juga mesti dijaga agar tidak memberi pengaruh buruk terhadap janin. Pasalnya, perilaku ”buruk” ibu hamil, merokok misalnya, ternyata juga menjadikan IQ anak rendah.

Asap rokok diduga akan mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem syaraf janin. Nikotin rokok akan membuat saluran utero-plasental menyempit. Akibatnya, sel-sel otak bayi akan menderita hypoxia atau kekurangan oksigen. Asap rokok juga akan memicu terjadinya proses carboxy hemoglobin, yaitu sel-sel darah yang semestinya mengikat oksigen malah mengikat CO dari asap rokok. Selain itu, asap rokok juga mengandung sekitar 2.000 – 4.000 senyawa kimia beracun yang secara langsung mengganggu dan merusak berbagai proses tumbuh kembang sel-sel dan sistem syaraf.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan faktor yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak ada 3 macam: genetika, nutrisi, dan lingkungan. Genetika memang tidak bisa diubah akan tetapi ada dua hal yang bisa direkayasa ulang.

Kalau kata temen, “Masa depan itu dibangun, bukan ditempati” (Yolanda, 2015)

Mempersiapkan generasi terbaik di masa depan merupakan sebuah langkah untuk meraih ridho-Nya. Dan setiap muslim paham bahwa jalan meraih surga-Nya dikelilingi berbagai kesulitan. Selamat berjuang mempersiapkan masa depan!!!!

Puspita Ratri W

19 Maret 2015

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

gurindam picture

Bedah Gurindam Dua Belas Pasal

BINCANG-BINCANG MALAM Tema : Bedah Gurindam Dua Belas Pasal Narasumber : Siti Maryam Purwoningrum pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *