Breaking News

MINDSET

via http://static.squarespace.com
via http://static.squarespace.com

yap.. Mindset seringkali menjadi perbincangan banyak orang. Mindset, kata lain dari world view, paradigma, atau pola pikir yang sifatnya tetap, (diciptakan oleh alam sadar dan disimpan di alam bawah sadar) yang akan mempengaruhi kita dalam berfikir maupun bertindak, dan dapat menentukan hampir dari keseluruhan hidup kita.

Mindset dapat diibaratkan seperti kacamata. Apabila kita ingin menghijaukan seluruh ruangan, cukup dengan menggunakan kacamata hijau. Maka seterang apapun suatu benda, bagi kita, semua tetaplah hijau.

Mindset berasal dari informasi-informas yang kita peroleh, hal-hal yang kita lihat, rasakan,hal yang kita lakukan terus-menerus sehingga menjadi kumpulan-kumpulan keyakinan yang menentukan bagaimana kita berfikir .
Yang mendorong kita untuk mengurungkan atau melakukan sesuatu, yang nantinya mampu menjadi penentu ‘siapa kita’ di masa depan.

Ibnu Qayyim : ‘..kita menjadi ‘siapa’ bukanlah karena kejadiannya. Tapi persepsi kitalah yang menunjukkan ‘siapa kita’ . Namun seringkali, tanpa disadari kita sering terperangkap kepada pikiran-pikiran keliru kita sendiri yang sulit untuk dibendung, dikendalikan. Dan pada akhirnya kita bisa saja menjadi ‘budak’ dari pikiran kita sendiri.

Ghazwul fikri tentu bukanlah barang baru bagi kita. Secara sederhana ghazwul fikri dapat diartikan sebagai perang pemikiran atau perang intelektual. Namun ada juga yang menjelaskan sebagai invasi pemikiran, perang ideologi, budaya, perang urat syraf dan perang peradaban.

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian hingga kalian murtad dari agama kalian jika mereka mampu”
(al baqaroh:217).

Bentuk penyerangannya berupa tulisan, pemikan ide-ide, argumentasi, dialog, perdebatan. Sehingga mempengaruhi jalan pikiran bangsa yang diserbunya. Islamphobia, rendah diri, keragu-raguan merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan. Adapun taktik yang dilakukan adalah

1. Tasykik, menimbukan keragu-raguan, pendangkalan
2. Tasywih, pegaburan. Menghilangkan kebanggaan kaum muslimin trhadap islam.
3. Tadzwiib, dengan mencapur  adukkan pemikiran dan budaya islam dan jahiliyah.
4. Taghrib, westernisasi.

Adapun sarana yang digunakan adalah penguasaan lembaga/ instansi pemeritah; penguasaan media massa; pendidikan seperti kurikulum, organisasi sosial, forum-forum dialog, diskusi dan semacamnya.

‘maka tidak pernahkah berjalan dimuka bumi, sehingga hati mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada didalam dada’ .(QS al isra:72)

Perlu adanya upaya ekstra agar tidak terjebak dalam kondisi demikian, kita dihadapkan dg berbagai tantangan.
Oleh karenanya penting bagi kita utk selalu membekali diri , bermodalkan iman, peningkatan pemahaman keislaman, ilmu, wawasan dan juga keterampilan jurnalistik bila perlu (untuk betempur di media massa). Dan selalu berada dalam ‘kerendah-hatian’ ‘Mahasuci Allah yang telah menciptakan semuanya, tidak ada yang kami ketahui selain yg engkau ajarkan kepada kami’ maka dengan begitu akan membuat kita untuk selalu berserah diri sehingga menuntun kita berpikir terbuka, tanpa prasangka yg mendominasi, dan menjadikan kita lebih logis. dapat mengantisipasi kekeliruan dalam bertindak, selalu check&recheck, tabayun dalam setiap menerima informasi.

‘Hai org beriman jika datang orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu” (QS Al hujurat:6)

Wallahu’alam
Suhayla
Senin, 7 April 2015
Diringkas dari berbagai sumber.

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *