Breaking News
Home / Bedah Buku / #mncrgknskl, “Part : Zaky A. Rivai)”

#mncrgknskl, “Part : Zaky A. Rivai)”

 

Bedah Buku: #mncrgknskl

Author: Dzil Arifah Hasni

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Alhamdulillaahirobbil ‘alamin, puji syukur kepada Allaah swt. dan Shalawat kepada Baginda Rasulullaah saw. AllaahummaShali ‘Ala Muhammad Wa ‘Ali Muhammad.

Pemuda Kebanggaan Allaah dan Rasul-Nya, Pemuda yang Mencurigakan Sekali

Dalam buku ini, hal ini dilukiskan dengan beranjak dari kalimat, “sebaik-baik kita adalah yang….” hadist yg menggambarkan sebaik baik kita tidak hanya satu jenis saja, sebaliknya, itu banyak disabdakan Rasulullaah di berbagai kondisi.

Contoh :
– Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya.
– Sebaik baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.
– Sebaik baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya sedangkan keburukannya terjaga….
– Sebaik baik kalian adalah (suami) yang paling baik kepada Keluarganya..
– Sebaik baik kalian adalah yang memberi makanan
– Sebaik baik kalian adalah yang bermanfaat bagi yang lain
– Dan lain lain
*dirawayatkkan oleh berbagai perawi hadist

“Banyak hadist yang menyebutkan tentang sebaik baik manusia, tetapi dengan amalan yang berbeda-beda. Bukan berarti tidak ada kepastian, melainkan Nabi saw menyesuaikan dengan siapa lawan bicaranya. dengan begitu, makin terasa mudah bagi sesiapapun yang berislam…” (Zaky A. Rivai)

Dengan kata lain, setiap orang, dengan berbagai kondisinya masing masing, ia berpeluang menjadi sebaik baiknya manusia.

naah, digambarkan dalam buku ini, bagaimana kita hendak jadi sebaik baiknya pemuda terlebih menjadi pemuda kebanggaan Allah dan Rasul-Nya?

well,….

1. Bervisi
Visi adalah tujuan yang kita canangkan. Visi adalah cita cita yang jelas, realistis, tetapi tidak terlalu simpel untuk dicapai.

2. Setia kepada Misi
Untuk mencapai visi harus diikat oleh misi yang telah disusun dengan bertahap dan sangat mungkin untuk dilakukan, karena berlebihan dalam menyusun misi berisiko tisak tercapainya visi.

Dengan kata lain, disini perlu kesungguhan, kejelian dan ketelitian kita dalam menguraikan misi misi yang bisa dicapai, dalam rangka merealisasikan visi tadi.

satu hal yang harus kita ingat bahwa ketika kita sudah berkeputusan dengan visi itu artinya kita sudah harus siap dan sigap dalam respon yang akan kita berikan untuk segala hal yang akan Allaah hadiahi saat kita menjalankan misi misi tersebut. Karena sungguh, bukankah Tarbiyyah dari Allaah adalah sebaik baiknya tarbiyyah?

3. Konsep Pribadi Pemuda yabg Mencurigakan Sekali
Memiliki visi dan misi yang jelas tidaklah cukup jika pribadi pemuda tidak memiliki konsep yang baik dan benar. Mengonsep diri yang baik dan benar berarri memiliki nilai dan prinsip hidup yang dipegang, di samping visi dan misi yang dicanangkannya.

Orang yang mengonsep pribadinya dengan baik dan benar tidak pernah sempat memikirkan kekurangan orang lain. Dia selalu sibuk dengan cela dirinya sendiri sehingga dia bisa berhasil menjadi pribadi yang hebat. Rasulullaah saw mengingatkan dalam sabdanya,”Berbahagialah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain.”(H.R. Al-Bazzar dengan sanad Hasan)

4. Manajemen Diri yang Mencurigakan Sekali
Sampai hari ini, masih banyak orang yang membicarakan manajemen waktu. Padahal sesungguhnya, waktu adalah sesuatu yang terus berjalan, tak bisa dihentikan, diperlambat, ataupun dipercepat. Allaah menciptakan waktu sebagai cara menentukan mana manusia yang beruntung dan mana manusia yang merugi.

Karena itu, sejatinya bukan waktu yang harus dimanajemen, tetapi diri kita.

Memiliki manajemen diri yang baik akan menjadikan kita memiliki pribadi yang bisa menghargai waktu.

Untuk mengendalikan diri secara baik, semua harus diawali dari hati yang baik. Baiknya hati adalah perasaan takut kepada Allaah. Dari perasaan takut kepada-Nya, akan muncul rasa ikhlas dalam setiap niat melakukan perbuatan-yang tentunya juga baik. Keburukan itu datangnya dari hawa nafsu. Dan hawa nafsu adalah hal yang -seharusnya- juga dimanajemen dengan baik, bahkan oleh para Nabi.

Setelah hati, yang harus dipersiapkan adalah pikiran kita. Seperti tubuh, pikiran juga perlu asupan makan yaitu ilmu (membaca dan pendidikan).

setelah hati dan pikiran terkondisikan, langkah selanjutnya adalah visi hidup. Visi ini harus sesuai dengan perintah Allaah dan Rasul-Nya. Apabila visi kita sudah disesuaikan maka misi misinya tidak akan dilaksanakan dengan menghalalkan segala cara. Karena, tentu saja, mereka yang mencurigakan sekali pastilah sibuk memperhatikan cela pada diri sendiri agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allaah swt.

5. Meneladani
Ya, keteladanan adalah salah satu cara mendidik yang paling ampuh, dan ini memang salah satu ciri khas pendidikan Islam. Dengan cara memberikan teladan, Rasulullaah saw mendidik para sahabat dan umat Islam.

Teladan yang paling baik adalah Rasulullaah Muhammad saw. Tempat terbaik untuk memberi dan diberi teladan adalah rumah yang menjadi tempat manusia dibesarkan.

Orang yang pantas diteladani selalu merasa tidak pantas untuk diteladani. Sama dengan orang yang benar benar cerdas tidak akan merasa dirinya cerdas. Mereka akan emrasa dirinya kurang dan terus ingin belajar lagi.

*Inilah mereka, menjadi pribadi yang sungguh mencurigakan sekali. Selalu punya waktu untuk mencurigai diri sendiri kalau kalau dirinya banyak melakukan kesalahan dan itu berdampak buruk bagi sekitarnya. Mereka tidak punya waktu -sedikit saja- untuk mencari cari kesalahan orang lain.

(Buku sumber : #mncrgknskl, “bagian: Zaky A. Rivai)

images

About Admin

Check Also

Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam

Assalamualaikum Saya akan membedah buku Mungkin orang-orang beranggapan dunia islam akan lebih damai , akan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *