Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Nyaman, Aman, Terlena dan Bosan

Nyaman, Aman, Terlena dan Bosan

ruangpsikologi.com
ruangpsikologi.com

Organisasi terbentuk dari segelintir kumpulan orang. Dalam perkembangannya, akan ada penambahan baik SDM maupun struktur organisasi. Organisasi yang memiliki pertumbuhan, biasanya akan mengalami hal ini : Struktur membesar, lapisan organisasi (layer) bertambah, banyak posisi baru, jika kita melihat di perusahaan pasti aka nada factor fasilitas/benefit yang meningkat, dan berbagai macam perubahan lainnya. Namun, sayangnya perubahan tersebut tidak diikuti dengan kelancaran efektifitas maupun efisiensi dalam : alur komunikasi, aliran informasi, eksekusi perencanaan, maupun perbaikan persetujuan. Inilah dampak pertumbuhan dan besarnya organisasi.

Kondisi yang seperti disebutkan di atas, patut kita waspadai bersama. Penambahan SDM, pemberian fasilitas (dalam perusahaan) atau perubahan lainnya ada factor untuk membuat “kita” nyaman. Dari rasa “nyaman” ini akan timbul rasa aman. Aman terhadap masa depan terutama, pemenuhan kebutuhan pribadi dan aman untuk bergerak.

Pertanyaan yang muncul adalah “Apakah rasa nyaman dan aman tersebut yang “kita” butuhkan?” atau “Apakah hanya sekedar rasa aman dan nyaman yang organisasi (Perusahaan) harapkan dari masing-masing individu (SDM) di dalamnya?”

Mari kita lihat beberapa ciri organisasi, (dalam hal ini Perusahaan) yang memberi kenyamanan bagi SDM-nya. Biasanya akan terlihat untuk SDM yang menduduki posisi manajerial. Berikut ciri-cirinya :

  1. Fasilitas / benefit tidak dikaitkan dengan performa baik itu individu/unit/organisasi.

Sering ada pemberian fasilitas berdasarkan tenure, masa kerja, jenjang pangkat dan lainnya. Sehingga menghasilkan karyawan dengan masa kerja lebih lama, pangkat lebih tinggi akan menerima benefit lebih baik daripada karyawan berprestasi. Hal-hal semacam tersebut di atas yang membuat SDM nyaman dan aman.

  1. Penambahan karyawan yang bersifat indirect terhadap business atau Visi Misi Perusahaan (Organisasi), daripada yang directke business atau Visi Misi Perusahaan (Organisasi).

Karyawan banyak bekerja sebagai administratif, pendokumentasian, supportif, daripada karyawan sebagai operasional, marketing, pengembangan bisnis, riset dan pengembangan. Sebagai contoh ada Perusahaan yang diperbolehkan merekrut sekretaris kecuali untuk level direktur, tetapi para senior manager ‘mengakali’ dengan merekrut staff dengan posisi Document Controller, PDCA Officer, Monitoring Controller dan nama kreatif lainnya yang mempunyai fungsi yang sama.

Ini karena rasa nyaman dan aman tersebut.

  1. Struktur Bertingkat.

Ada anggapan “Semakin sulit ditemui maka mereka merasa semakin tinggi perannya”. Nah, orang seperti ini menganut system birokrasi. Sebagai contohnya, misal adanya  persetujuan bertingkat dan berjenjang baik hal yang sederhana ataupun hal yang strategis.

Ciri-ciri tersebut di atas, makin lama akan berimbas ke kata “Terlena” dan melenakan atau bahkan bosan dan membosankan.

Untuk sebagian orang, rasa aman dan nyaman akan membuat mereka terlena, namun ada sebagian lagi yang membuat mereka bosan. Ada akan dua grup : SMD Terlena dan SDM Bosan.

Bagaimana menyikapi kedua kondisi grup tersebut?

Disinilah peran pemimpin perusahaan, organisasi diperlukan. Pemimpin harus berani mengambil langkah – meskipun tidak popular- untuk memangkas hal di atas. Mengambil gebrakan yang memecah ke’terlenaan’ organisasi baik struktur ataupun SDM. Ke’terlenaan’ dan aspek ‘pembiaran’ akan menyebabkan organisasi makin menderita, semakin tidak efektif dan semakin tidak efisien. Untuk mengatasi ke’bosanan’ dimulai dari pemimpin juga harus berani mengubah suasana kerja menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Kegiatan yang menstimulasi otak juga dapat membantu diri sendiri dalam menghadapi persoalan hidup. Salah satu jargon dalam mengatasi ke’bosanan’ adalah “DON’T WAIT BUT DO IT NOW”

Ummy Syarifah (AN)

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *