Breaking News
Home / Kabar Terbaru / Pasar Kebon Watu Gede: Destinasi Pasar Budaya Kekinian

Pasar Kebon Watu Gede: Destinasi Pasar Budaya Kekinian

images (5)

Saya ingin berbagi cerita tentang salah satu event yang saya datangi saat berkunjung ke daerah Magelang, Jawa Tengah. Nama event nya Pasar Kebon Watu Gede. Acara ini diadakan oleh GenPi (Generasi Pesona Indonesia) Magelang. Ada beberapa hal menarik yang saya temui di pasar ini.

1. Pengadaannya yang beberapa waktu sekali.
Kalau berdasarkan medsosnya, pasar ini diadakan setiap ahad (minggu) pahing dan hanya diadakan sehari jadi peminat dan pengunjungnya lumayan banyak. Saya juga kurang paham kenapa harus pahing, tapi intinya tidak diadakan setiap minggu. Mungkin ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri juga jadi orang-orang tidak cepat bosan dibandingkan dengan pengadaan acara yang lebih rutin

2. Lokasinya yang dekat dengan nuansa alam dan persawahan.
Perjalanan dari tempat parkir menuju lokasi pasarnya harus menempuh perjalanan kaki sekitar 500 m, dan selama perjalanan kita disuguhi dengan pemandangan sawah hijau yang terhampar luas. Selain tu, disepanjang tepian jalan banyak ditumbuhi bunga-bunga beraneka ragam dan warna. Ini bisa jadi hiburan banget buat yang terbiasa dengan lingkungan dan hiruk pikuknya perkotaan.

3. Dekorasi dan tata letak yang menarik
Disepanjang jalan dari parkiran sampai ke lokasi acara, dan di lokasi acaranya juga banyak sekali kita jumpai berbagai dekorasi instagramable yang bagus buat didokumentasikan. Hehe. Ada jembatan bamboo ala-ala, background-background menarik, lokasi dengan angle pemandangan yang bagus, atribut dan pernak pernik menarik, dsb. Saat tiba dilokasi, ada 2 pilihan tempat yang bisa kita kunjungi. Acara pentas utama dan pasarnya itu sendiri. 2 kegiatan ini berdekatan namun terpisah, sehingga kita bisa fokus ingin menikmati yang mana.

4. Peraturan dan alat tukar khusus
Salah satu hal menarik lainnya di pasar ini itu adalah ada peraturan tidak boleh menggunakan plastic sama sekali dan hanya bisa melakukan kegiatan jual beli dengan alat tukar khusus yang sudah disediakan disana namanya benggol. Satu benggol itu seharga 2rb. Jadi semua yang digunakan disana organik, seperti bungkusnya pakai daun pisang, sendok gelas piringnya pakai kayu/bambu, dsb. Diawal masuk ke area pasar kita bisa nukar uang kita sama alat tukar disana. Disediakan juga keranjang2 bambu kecil gitu buat tempat benggolnya atau buat nenteng2 belanjaan.

5. Semua serba tradisional
Selain dari penggunaan bahan-bahan yang serba organik dan tradisional tadi, jualan yang ada dipasar ini juga mayoritas barang2 tradisional. Seperti jajanan dan makanan tradisional, mainan tradisional, alat2 dapur bambu/kayu, dsb. Selain itu, para penjualnya juga pakai baju ala2 tradional gitu disini. Makanan yang dijual mulai dari gulai, soto, bakar-bakaran, goreng-gorengan. Untuk jajanan hamper semua jajanan pasar tradisional tersedia disana. Jadi cukup puas bagi anda yang ingin bernostalgia atau mencicipi rasa tradisional.

Acara seperti ini selain memang menjadi hiburan kepada masyarakat, ada nilai-nilai tradisional yang berusaha untuk terus dilestarikan dengan pengemasan kekinian. Selain itu juga untuk mengingatkan kembali betapa beragamnya budaya dan pangan lokal kita. MasyaAllah.

Syifa Qolbiyah Nasir

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *