Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Pendekatan Humanistik

Pendekatan Humanistik

PENDEKATAN HUMANISTIK

Menurut Oemar Humalik, pendidikan humanistik adalah suatu pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan manusia(human people).

Tujuan pendekatan humanistik ini menitik beratkan pada pentingnya nilai-nilai manusiawi, dan nilai-nilai kultural dalam pendidikan. Kepribadian manusia yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan kultural berada diatas segala-galanya. Belajar menurut pandangan humanistik merupakan fungsi dari keseluruhan pribadi manusia, yang melibatkan faktor intelektual dan emosional, motivasi belajar harus datang dari dalam diri anak itu sendiri.

Ciri-ciri pendekatan humanistik:
1. Berorientasi pada kultur, sistem nilai dan norma-norma masyarakat.
2. Pendidikan terutama dititik beratkan pada pembentukan kepribadian yang baik.
3. Pada hakikatnya semua manusia adalah baik dan oleh karena itu perlu diberi lingkungan yang baik pula untuk mempertahankan nilai-nilai manusiawinya.
4. Sekolah sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh suasana masyarakat disekitarnya, bahkan merupakan cerminan masyarakat.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendekatan humanistik adalah belajar untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Pendekatan belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.

Tujuan utama para pendidik adalah membantu murid untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka sendiri. Singkatnya, pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan metode untuk pengembangan diri yang ditujukan untuk memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga masyarakat.

Sekian kulsap singkat dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Supratika, 27 Januari 2019

About Admin

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *