Home / Hikmah Kehidupan / Pola Pengasuhan Anak

Pola Pengasuhan Anak

Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah ‘ala kulli hal,
Bismillahirrahmanirrahim.

Saat ini konsen saya sedang beralih dalam pola Pengasuhan anak usia remaja, nah jadilah dicekokin ilmu parenting. Berikut ini hasil kompilasi keparentingan dari cekokan Ustadz Bendri, Ustadz Guntur, dan Ustadz Nibukat.

Masalah utama pengasuhan di generasi saat ini adalah tidak adanya Ikatan hati (emotional bonding). Ada hadist : Ikat hati anak sebelum dikasih tahu. Kasih tahu sebelum kasih tugas. Dalam pola pengasuhan hal pertama yang diperhatikan itu adalah *kita harus selesai dengan diri kita. Kadang kita merasa sudah menjadi ortu jika sudah memberi nasehat. Padahal pengasuhan tidak sekedar memberi nasehat.

Dalam Surat An nahl 78 berbicara mengenai konsep pengasuhan (proses belajar manusia) : dimulai dari mendengar – melihat – hati nurani

Allah SWT berfirman:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

Setiap anak yg waktu kecil jarang mendengar suara orang tuanya, jarang melihat wajah orang tuanya, tidak akan dapat mengikat hati anaknya kelak.
Zaman dulu, tidak ada ilmu parenting, tapi banyak yang berhasil mengikat hati anaknya. Kenapa?

Karena dulu, kalau anak menangis, ortu nyanyi, menghibur, memeluk, bawa jalan. Karakter yang terbangun : setiap aku sedih, ada ayah dan bunda yang akan menenangkan. Kalau sekarang, anak menangis, dihibur dengan upin ipin, baby shark dududu. Karakter yang dibangun, kalau anak sedih, dia akan cari gadget untuk mengusir kesedihan. Simpul-simpul ikatan hati beralih, sehingga anak-anak lebih mendengar orang lain atau gadget di bandingkan kedua orang tuanya. Saat ini saya sebagai orang yang dititipin anak mungkin merasa sedikit kuwalahan dgn karakter yg berbeda-beda. Terlebih anak di masa puber. Cara mudah membuat anak mau mendengarkan kita adalah, buat dia jatuh cinta ke kita terlebih dahulu.

Beberapa efek negatif dr paparan gadget:
– Anak-anak tidak sabaran, maunya serba instant. Laper tinggal go food, beli tiket ga perlu antri tinggal go tix. Boleh kita menggunakan fitur tersebut ketika benar-benar tidak ada waktu atau kepepet. Sehingga anak-anak bisa belajar, untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha.
– Anak-anak gampang menyerah, tidak tangguh. Tidak suka dengan seseorang langsung block nomernya, tidak sependapat langsung unfollow fbnya, masuk sekolah, baru sebulan minta pindah karena hal sepele. Akibatnya karakter yang terbangun : Kalo ada masalah kabur aja.

Saat ini jadi Good listener aja dulu. Jadi pendengar yang baik. Dengar semua ceritanya “mama bawel, papa sibuk” jangan langsung dibantah “mama bawel kan buat kamu, pap sibuk kan buat nyari duit”… Dengarkan karena itu artinya anak merasa kurang dipeluk jiwanya.

3 waktu yang dijaga agar kita bisa mengikat hati anak :
1. Hadirlah saat anak sedang sedih. Siapa yg bisa hadir saat anak sedih, dia bs merebut jiwanya.
2. Hadirlah saat anak sakit. Jangan cuek anak sakit.
3. Hadirlah saat anak unjuk prestasi.

Ketika diliat ortu, naiklah harga dirinya.
Mengasuh anak ibarat main layanglayang-layang. Kita lepaskan dia setinggi-tingginya, namun tetap kita jaga dengan uluran dan tarikan agar tetap tinggi di langit melawan angin.

Bagan Batu, 1 Maret 2018
Nurainun

About Admin

Check Also

Sanksi & isolasi terhadap anak & manfaatnya terhadap pendidikan

Sanksi & isolasi terhadap anak & manfaatnya terhadap pendidikan Bismillah.. Kulsap kali ini tentang “Sanksi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *