Rabeg

RABEG

12-06-42-Rabeg.jpg.cf

Rabeg merupakan masakan tradisional khas serang banten, Rabeg berbahan dasar daging kambing yang memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat serta lumayan pedas, tentu sangat nikmat dan apalagi jika disantap ketika masih hangat, sangat cocok bagi para pecinta kuliner apalagi yang sangat menyukai masakan pedas.

Sejarahnya panjang. Ketika Raja Banten Sultan Maulana Hasanuddin naik haji, kota pelabuhan yang pertama didarati di tepi Laut Merah adalah Rabiq (juga dieja sebagai Rabigh). Ini adalah sebuah kota kuno yang sebelumnya bernama Al Johfa. Pada awal abad ke-17, kota ini hancur karena ombak, dan dibangun kembali menjadi kota indah dengan nama baru Rabiq. Sultan Banten sangat terkesan dengan keindahan kota itu. Beliau juga sempat bersantap dengan lahap di kota itu setelah berminggu minggu mengarungi samudra.

Tidak hanya terkesima oleh indahnya kota Rabiq tapi beliau juga terkesan dengan sajian kuliner yang beliau cicipi disana. Saat itu beliau menyantap menu hidangan daging kambing. Sepulang kembali ke Banten, kenangan tentang kota Rabiq di Provinsi Makkah itu membuat Sultan menitahkan jurumasak istana untuk memasak daging kambing. Karena tidak ada yang tahu bagaimana cara memasak kambing seperti di Tanah Suci, jurumasak pun mereka-reka sendiri masakan kambing yang khas.

Ternyata, Sultan sangat menyukainya. Sejak itu, masakan kambing empuk yang gurih dan beraoma harum itupun menjadi sajian wajib di istana. Resep masakan khas itu pun akhirnya “bocor” ke masyarakat, dan menjadi sajian populer yang wajib hadir di setiap perhelatan. Tak pelak lagi, nama Rabiq pun melekat pada masakan itu. Dalam perjalanan waktu, Rabiq pun berubah menjadi Rabeg seperti sekarang umum dieja. Hingga sekarang, rabeg masih menjadi sajian populer di Provinsi Banten. Di Serang, banyak warung dan rumah makan yang menyajikan masakan ini. Ada rumah makan yang menyajikan rabeg dari daging dan jerohan kambing, ada pula yang hanya menyajikan rabeg dari daging dan iga kambing.

Bumbu dasar rabeg adalah bawang merah, bawang putih, dan lada putih. Di “belakang”-nya ada bumbu-bumbu penunjang lainnya, yaitu: biji pala, kayumanis, jahe, lengkuas, dan cabe rawit. Kelengkapan ini menjelaskan mengapa citarasa pedas masakan rabeg ini sungguh kompleks – diperoleh dari lada putih, cabe rawit, dan jahe. Selintas memang mirip semur, tetapi dengan citarasa yang lebih kaya.

AHMAD BAHRUDIN

About Admin

Check Also

PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Menjadi guru profesional tidak mudah , ada beberapa hal yang harus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *