Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Respons Peradangan

Respons Peradangan

Bismillahirrahmaanirrahiiiim…

gambar inflamasi
inflamasi via https://moko31.files.wordpress.com

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Respons Peradangan. Sepertinya sudah tidak asing lagi.Tubuh manusia memiliki mekanisme yang unik dalam menghadapi serangan dari luar tubuhnya.Kemampuan tubuh untuk melawan bibit penyakit agar terhindar dari penyakit disebut daya tahan tubuh (Kurnadi, 2011). Daya tahan tubuh dibedakan menjadi daya tahan tubuh non spesifik dan daya tahan tubuh spesifik.
Daya tahan tubuh spesifik atau yang dikenal dengan immunitas bekerja secara spesifik terhadap suatu benda asing tertentu, misalnya abtibodi terhadap bakteri TBC hanya dapat membunuh bakteri penyebab TBC, tidak berpengaruh terhadap yang lain. Sedangkan daya tahan tubuh non spesifik bekerja secara umum, contohnya respons peradangan yang akan kita bahas.

Radang (inflamasi) ialah respon atau reaksi tubuh terhadap infeksi, zat kimia, atau gangguan fisik yang mengganggu kestabilan kerja tubuh.Misalnya, kulit tertusuk duri. Pada daerah yang luka, darah akan banyak dialirkan yang menyebabkan daerah sekitar luka memerah. Tambahan darah di sekitar luka menyebabkan metabolisme meningkat dan memproduksi panas. Dalam bahasa latin inflammo artinya membakar. Oleh karena itu, reaksi yang memiliki ciri khas seperti itu disebut respons peradangan. Selain itu, peradangan juga bisa menyebabkan pembengkakan karena sejumlah air ditarik masuk ke daerah luka.

Rasa sakit di daerah radang bisa disebabkan oleh luka langsung terhadap serabut syaraf sensoris, tekanan dari pembengkakan, prostaglandin yang menambah rasa sakit, dsb. Karena sakit dan bengkak, maka beberapa fungsi pada daerah luka nyeri dan sulit digerakkan.

Darah yang banyak mengalir tadi menyebabkan penggumpalan darah di daerah luka yang menandai permulaan proses perbaikan dan membantu menghambat penyebaran mikroba ke bagian tubuh yang lain. Peningkatan aliran darah ini juga membuat sel-sel fagosit bermigrasi ke daerah luka. Sel-sel fagosit ini akan memakan mikroba yang masuk ke dalam tubuh lewat luka tadi. Inilah inti dari daya tahan tubuh non spesifik, fagositosis.

Bersamaan dengan proses fagositosis ini, sel epithel kulit bagian basal berkembang biak, bermigrasi untuk menyambung permukaan luka sehingga terbentuklah keropeng dari bekuan darah. Sementara itu fibroblast berkembang biak juga menghasilkan serat-serat kolagen dan protein-protein lainnya pada rongga luka sehingga terbentuk jaringan parut. Luka parut yang terbentuk tidak semulus kulit normal dan meninggalkan bekas luka. Penyembuhan jaringan luka sangat tergantung daripada suplai nutrien dan oksigen.

Bila proses peradangan berlangsung cukup hebat, maka sejumlah cairan kental berwarna hijau-kuning (campuran leukosit, sel-sel jaringan, dan bakteri) akan diproduksi. Inilah yang disebut nanah. Pada umumnya, nanah diserap oleh tubuh dalam beberapa hari. Tetapi jika nanah ini sudah dikeluarkan, maka akan terbentuk lekukan luka yang terbuka yang dikenal dengan borok.

Kesimpulannya, tubuh manusia sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengatasi masalahnya sendiri. Manusia memiliki mekanisme pertahanan tubuh untuk menyembuhkan sakit yang menimpanya.

Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, dan tak jarang obatnya ada di dalam tubuh manusia itu sendiri.
Jika diuji sakit, tetap berusaha untuk bersabar karena seperti yang kita tahu dalam sebuah hadits bahwa walaupun karena tertusuk duri, rasa sakit itu akan menjadi penggugur dosa jika bersabar. Dan ternyata tertusuk duri pun yang terlihat sepele, memiliki mekanisme yang luar biasa di dalam tubuh sehingga Allh pun mengganjarnya dengan pengguguran dosa. Subhaanallh,, luar biasa!

“Maka ni’mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar-Rahman:55)

MasyaaAllah, sangat banyak hal dalam tubuh yang harus sangat disyukuri. Semoga menjadi ahli hikmah, ahli sabar, dan ahli syukur. Baarakalloh…

Bandung, 23 Maret 2015

Best regards,

Siti Saadah Mulyani

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan PDRI

Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *