Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Satu Bagian Puzzle “Birrul Walidain”

Satu Bagian Puzzle “Birrul Walidain”

birrul walidain
via pengertiankomplit.blogspot.co.id

Bismillahirahmanirahim..

Baiklah, edisi kulsap (baca : kuliah via whatssApp) mengenai ‘Birrul walidain’ dalam islam. Mengapa Birrul walidain? Sebuah pertanyaan sering kali menjadi pertanyaan pertama dalam ‘Birrul walidain’. Ada beberapa orang memandang dalam mengapa kita harus taat kepada orang tua, patuh dan menjaga lisan kita adalah hal terbaik terutama dalam menjaga orang tua (baik yang masih hidup maupun yang berada dalam kenangan).

Menjadi orang tua adalah kembali dalam fase awal ketika sudah menikah (baca : walimah), dimana fase tersebut engkau akan kembali mengulang proses dimana engkau mengajarkan kepada anak (baca : regenerasi) yang siap berkompetisi dalam dunia dan akherat, namun perlu engkau sadari peranan orang tua sangatlah besar untuk kita. Beberapa masih dalam kenangan engkau, siapakah yang mengajari kita membaca huruf ‘R’, lalu mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an, bahkan yang melindungi ketika engkau ‘nangis’ karena takut dan saat itu usia masih kecil.

Betul sekali, orang tua lah yang menjadi pahlawan ketika engkau berada dalam masa kecil, karena orang tua lah yang menginginkan atau bahkan agar kelak anaknya mempunyai masa depan lebih baik dari orang tuanya, atau masa depan yang diridhoi oleh Allah swt. Namun, ketika usia kecil menjadi pemuda terkadang engkau  sendiri mulai menyadari bahwa orang tua bisa dianggap sebagai sampingan engkau, ketika mereka menelpon maupun berusaha menanyakan kabar baik engkau selalu telat dan tidak menjawab respons tersebut, disaat karier engkau atau keinginan (cita-cita) engkau berhasil,engkau lupa bahwa keberhasilan itu juga terdapat terselip kata-kata cinta dari orang tua, kelak agar anaknya menjadi berbakat dalam mengasah keahliannya dan orang yang shaleh/ha.

Orang tua berharap, engkau liburan bisa pulang agar orang tua bisa melihat wajah engkau, namun terkadang memilih liburan dengan berkumpul sama sahabat mu dan tidak mengkabari ke orang tua mu. Inilah fenomena yang terjadi dari generasi-X.

Jadi apa itu birrul walidain?

Birrul walidain mempunyai arti dalam bahasa Indonesia adalah ‘Berbuat baik terhadap kedua Ibu dan Bapak’ namun, saya mencoba mendekatkan bagaimana kita sebagai anak harus berkewajiban dalam kebaikan pada orang tua kita. Birrul walidain juga salah satu contoh dalam bagaimana bermanfaat kepada orang lain dalam tingkatan akhir muwashofat tarbiyah point ke-10, mari kita hayati beberapa nasehat dari Allah swt dengan sebaik-baiknya nasehat (1)surah An-Nisa’:36: Allah swt berfirman “Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada Ibu dan Bapak”

(2) surah Al-Isra:23 : Allah swt berfirman “Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada Ibu dan Bapak, Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (dengan perkataan kasar) sekalipun perkataan “Ah” dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (bersopan santun”

(3) surah Luqman :14 Allah swt berfirman “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyususunya) dan menyapih susunya dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu dan bapakmu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)”

Melalui 3 (tiga) surah ini semoga bisa membukakan hati kita, bahwa orang tua adalah salah satu bagian puzzle bagi engkau, dan tetap meskipun mereka sudah mulai pikun, perlakukanlah mereka dengan lemah lembut. Terakhir, akan saya kutip dari buku mengenai adab berbuat baik kepada orang tua, salah satu garis besar diambil adalah ‘Bagaimana melaksanakan Birrul walidain’, (1) Mentaati mereka selama tidak mendurhakai Allah swt; (2) Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orang tua; (3)Merendahkan diri di hadapan keduanya; (4) Berbicara dengan lembut di hadapan mereka; (5) Menyediakan makanan untuk mereka; (6) Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lain; (7) Menafkahi harta kepada orang tua; dan (8) Tidak mencela orang tua melalui lisan.

Sebagai penutup, semoga menjadi muhasabah, pribadi yang baik bagi kita:
“Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak shalih yang berdoanya kepadanya”. (HR.Muslim)
“Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua”. (HR.Trimidzi)

@29 Desember, 2015 Agricultural Bogor University
(sambil mendengarkan lagu Maherzain- Muhammad)
#M_Susetio(kak sus)

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

always positive

Tidak Ada Kata Percuma

Bismillaahirrahmanirrahiim.. Terinspirasi dari tindakan seorang mahasiswi di kampusku. Ketika itu di mesjid kampus ia merapikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *