Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Buku / SELF DRIVING

SELF DRIVING

Bismillah..

Pada kesempatan ini, saya akan bedah buku “Self Driving”.. yang ditulis oleh Rhenald Kasali..

Buku ini sangat recomended buat teman teman semua karena bukunya yang oke banget dan kereen buat kita kita anak muda..

Baiklah, masuk ke buku. Buku ini terdiri atas 13 bab.

Diawal buku ini dijelaskan mengenai karakter seorang “driver” yaitu orang yang bertanggungjawab dan siap dengan segala resiko, punya self discipline dan self control juga. Seorang driver tahu arah dan tujuan apa yang harus ditempuh dan bukan hanya bermodalkan tekad dan semangat namun harus dilengkapi dengan basic pengetahuan yang mendukung. Selain itu, seorang driver harus terbiasa dan harus terlatih untuk out of the box, harus keluar dari comfort zone.

Dimana salah satu persoalan berat yang saat ini banyak dialami oleh generasi muda maupun tua adalah kurangnya kemampuan kita untuk keluar dari comfort zone.

Keasyikan dan nyaman dengan kondisi saat ini dan itu sangat berbahaya jika disadari, dan realita yang terjadi banyak yang masih asyik ‘tertidur’. Maka dari itu harus ada solusi dalam menyelesaikan masalah ini, dimulai dengan self discipline. Disiplin itu sebuah komitmen, jika sudah komitmen maka harus siap dengan segala resiko dan walaupun terjadi perubahan kita harus siap untuk menghadapi dan memenuhi hal tersebut. Disiplin disini dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Forced discipline, yaitu disiplin yang digerakkan dari luar. Misalnya dari orang tua, guru, trainer, mentor, coach, dsb

2. Self discipline. Berasal dari dalam diri masing-masing dan dibentuk secara bertahap. Tidak instan dan harus dilatih

3. Indisiplin. Yaitu perilaku yang tidak disiplin.

Pribadi yang akan mendisiplinkan diri harus dapat mengkontrol diri (self control) serta menggunakan “The power of now”. Yang mana “The power of now’ ini adalah kekuatan memulai, langsung bertindak dan tidak menunda. Sehingga, pribadi yang memiliki self discipline memiliki kecenderungan seperti gembira dalam menjalankan kegiatan, fokus & konsentrasi, selalu mencoba hal baru, tidak putus asa, bila jatuh bangkit kembali, mampu mengendalikan amarah dan tentunya punya aktifitas-aktifitas produktif.

Seperti diawal tadi saya telah sampaikan bahwa untuk menjadi pribadi yang disiplin dalam membentuk pribadi driver harus dilakukan dengan berlatih. Berikut latihan yang harus dilakukan ialah tetapkan sasaran atau goal, pelajari aturan aturan main (karena pastinya akan berhubungan dengan banyak orang dan tidak memaksakan kehendak pribadi), buang prilaku buruk (dengan me-list dan menghilangkannya secara bertahap dan pasti), jadilah manusia yang bertanggung jawab, harus bisa manage deadline (atau batas waktu agar kita tidak kehilangan waktu begitu saja). Selanjutnya jadikan disiplin sebagai sebuah gaya hidup yang keren dengan tidak menunda pekerjaan (salah satunya tidak menunda pekerjaan yang ada didepan mata), tidak membuat-buat alasan dan bekerja dengan prioritas (karena dalam sehari pasti banyak agenda, dan harus ada yang diprioritaskan). Kemudian, latihan terakhir untuk menjadi pribadi yang disiplin adalah Manajemen 3D (Do it, Delegate it, or Dump it). Segera lakukan (do it), jika tidak bisa lakukan maka delegasikan ke orang yang bisa (delegate it) atau tolaklah (dump it) !!!

Selain disiplin, untuk menjadi seorang driver harus dapat mengambil resiko apapun yang terjadi. Bukan dalam artian ketika ambil resiko kita sudah kalah, tapi mempersiapkan untuk kemenangan berikutnya. Seperti kutipan dari Shiv Khera: “Winners see the gain, losers see the pain”. Resiko ada dimana-mana, dan seorang driver harus hadapi resiko dan diatasi dengan kerja keras, berfikir kreatif dan melakukan langkah-langkah strategis untuk pengamanan ke depannya.

Berikut karakter orang yang siap hadapi resiko: bersedia membayar biaya (termasuk kesulitan, kepahitan, pengorbanan, kurang tidur, dibully, dll), terima konsekuensi, tidak cari aman, mendapat julukan-julukan sinis (artinya walaupun dapat julukan-julukan seperti itu namun tetap teguh pendirian untuk mengambil inisiatif terbaru dan berbeda dengan kebanyakan orang). Untuk karakter penghindar resiko itu banyak juga karakternya dan sebaliknya dari orang yang siap ambil resiko. Salah satunya yaitu cenderung menyalahkan orang lain dan kurang PD.

Oleh karena itu untuk membentuk diri yang siap menghadapi resiko harus dilakukan dengan latihan juga. Yah, harus berlatih (bukan dengan menunggu keajaiban). Latihannya itu sebagai berikut:

1. Jangan buang waktu

2. Latih persepsi diri terhadap sebuah resiko

3. Menumbuhkan persepsi yang baik, positif dan excellent, tentunya keren dan luar biasa

4. Lagi lagi berinvestasi. Investasi bukan hanya uang tapi investasi juga dapat dilakukan dengan investasi waktu, investasi ilmu dari sekarang

5. Belajar. Ingat seorang driver adalah seorang pembelajar sejati yang menjadi lebih baik karena selalu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang ada.

6. Ukur kemampuan diri.

7. Melakukan renungan terhadap apa yang telah dilakukan dan dialami orang lain

 

“Kekhawatiran yang besar pada resiko tak punya kekuatan apa-apa. Rasa takut terhadap resiko hanya menjadikan manusia tak berdaya. (Jim Morrison)

 

Pesisir pantai Monano-Gorontalo,

~Windarti Yalida

 

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

menyontek

Menyontek: Mengungkap Akar Masalah Dan Solusinya

Menyontek : Mengungkap Akar Masalah Dan Solusinya Karya: Doddy Hartanto, M.Pd saya memulai bedah buku ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *