Breaking News
Home / Bedah Buku / SENI HIDUP MINIMALIS

SENI HIDUP MINIMALIS

SENI HIDUP MINIMALIS

Ranti Rizki Ananda

Image Hidup Minimalis
https://alif.id

Assalamualaikum wrwb teman2. Bingung mau kulsap tentang apa.

Hari ini aku mau review buku yang dulu pernah aku baca. Sekarang bukunya udah nggak ada lagi gak tau kemana. Jadi jangan ada pertanyaan ya?, susah nyari jawaban nya ntar . Campur sedikit opini2 pribadi

Judul nya SENI HIDUP MINIMALIS

Buku ini itu bagus banget buat kamu yang pengen ada perubahan dalam hidupnya. Jadi di buku ini itu kita diajarin buat hidup dengan minimalis menurut persepsinya penulis. Isi konsepnya sama dengan goodbye dengan Buku Goodbye Things hidup minimalis ala orang Jepang.

Coba perhatikan sekitarmu. Ada banyak benda disekitar kita.

Apakah semua benda itu sudah dimanfaatkan sebaik baiknya? Pernah merasa baru bangun tidur aja itu rasanya udah stress banget sama keadaan sekitar? Rasanya pengap? Mungkin di rumah kita penuh barang barang SAMPAH.

Terkadang kita terjebak dengan persepsi bahwa dengan memiliki banyak hal (barang) artinya kita kaya. Standar kebahagiaan kita malah bergeser kepada apa yang harus kita miliki dalam hidup. Gadget baru. Baju baru. Pasangan baru.

Pola hidup kita jadi dituntun untuk lebih konsumeris. Apa yg orang lain punya, kita juga mesti punya. Padahal. Kita sudah punya benda dengan fungsi yang sama. Akibatnya. Dirumah kita. Barang nya numpuk. Jadi sampah.

Wah sayang dibuang, nanti masih bisa kepakai. Simpan aja dulu….. 10 tahun kemudian, belum kepake juga tuh ternyata ????. Nah, buku ini tu bisa open mind banget buat kita yg punya sifat kayak gini. Banyak banget manfaat nya menurut akuh. Bukan cuma soal penghematan, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Tidak gampang stres lagi. Tidak ribet dan pusing dengan obsesi punya banyak barang yang belum tentu berguna.

“Hidup minimalis” bukan berarti hidup yang serba irit dan mengesampingkan kebahagiaan pribadi. Minimalis memang sering diidentikkan dengan segala sesuatu yang serba cukup. Tapi kadar cukup ini bisa jadi berbeda pada tiap orang. Dengan punya sedikit barang, stres pun bisa berkurang. Bayangin aja dirumah kita banyak barang numpuk yang gak berguna, setiap kali melihatnya pasti bikin stres. Belum lagi dengan waktu yang mungkin harus kita habiskan untuk merawat, membersihkan, atau mengaturnya secara rutin. Pasti juga kadang merasa bersalah banget ketika punya barang tapi ga kepake pake.

Trus kita mesti gimana?Penulis buku ini menggunakan metode STREMLINE yaitu:

  • Start over (mulai dari awal)

Ayo pikir ulang, apa yang paling kita butuhkan dalam hidup. Niatkan untuk merubah mindset kita. Temukan sesuatu untuk diperbaiki atau dirubahan setiap hari

  • Trash, treasure, or transfer(buang, simpan, atau berikan)

Pilah barang2 kita. Putuskan salah satu, apa ini barang sudah patut kita buang, masih bisa disimpan, atau sedekahkan pada yg membutuhkan.

  • Reason for each item(alasan setiap barang)

Untuk setiap barang yg kita simpan. Pastikan ini ada

  • Everything in its place(semua barang pada tempatnya)

Ini PENTING banget. RUMAH yg KACAU=HIDUP yg KACAU.

Bagaimana kehidupan akan bahagia kalau setiap pagi kita rusuh. Kunci mobil mana? Kaus kaki? Manset tangan pasangannya mana? Sisir, sisir? Akibatnya kita bisa telat sekolah/ke kantor

Letakkanlah segala sesuatu pada tempat nya. Kurang kurangi hal yg bikin ribut.

Hiduplah lebih praktis. Cegah sebelum jadi penyakit. Buat tempat khusus untuk gantungan kunci. Sisir juga bisa diikat tali biar ga hilang. Beli kaus kaki selusin dengan warna sama yg tanpa jempol biar kalau hilang jadi ga kanan semua. Dll

  • All surfaces clear(semua permukaan bersih)

Clean ya. Jelas.

  • Modules(ruangan)

Lebih ke konsep lay out dan tata ruang. Semua yang berkaitan, letak nya berdekatan.

Seperti nyuci nya dekat kamar mandi, jarak tempat jemuran 200 meter. Kan cape.

  • Limits(batas)
  • If one comes, one goes out(satu masuk, satu keluar)

Jika punya sesuatu yang baru. Jika yg lama masih bagus. Kita bisa pilih untuk disedekahkan. Biar barang yg lama tidak sekedar jadi pajangan dan berujung nyampah.

  • Narrow down(kurangi)

Jenis barang dengan fungsi yang sama

  • Everyday maintenance(perawatan setiap hari)

Ini berlaku untuk barang2 yg punya masa ekonomis yg panjang.

Metode ini cocok banget buat kita yang mau coba mulai hidup minimalis. Panduannya bisa langsung dicoba. Bisa dimulai dengan kembali memilih dan memilah barang mana yang sudah seharusnya dibuang, disimpan, atau diberikan saja. Konsep Satu Masuk, Satu keluar pun sangat mudah untuk dicoba. Jadi, setiap kali membeli barang baru, kita perlu mengeluarkan barang lama yang sejenis yang sekiranya sudah tak terpakai lagi. Yg membuat hidup kita menjadi kacau ada sampah yang ada di dalam rumah kita semdiri. Ingat, segala sesuatu yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah nanti.

Pastikan Benda yang ada di dalam rumah kita adalah benda yg penuh energi cinta.

Energi kebahagiaan. Wassalam. Ranti Ananda.

About Admin

Check Also

The Desicion Book, 50 models for strategic thingking

📕Judul : The Desicion Book, 50 models for strategic thingking 📝Penulis : Mikael Krogerus dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *