Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / SI-Nyelekit

SI-Nyelekit

Si Nyelekit

Debby Zalina

Setiap orang pasti punya sekelompok teman dekat, termasuk aku.

Aku memiliki 4 orang teman dekat, di mana kami dipersatukan di saat makan bareng setelah UAS semester 2. Saat makan bareng, kami (dan mungkin seperti banyak orang lainnya) mengabadikan momen tersebut dengan berfoto-foto ria. Setelah makan bareng kami pun membuat grup Line dengan tujuan awalnya sebenernya hanya untuk saling berbagi foto karena kalo multichat di Line ngga bisa bikin album.

Namun lama kelamaan grup tersebut jadi grup diskusi kami, kadang ngebahas PR, janjian makan setelah selesai kelas, atau yaa julid tipis tipis ala anak cewek pada umumnya. Tak jarang kami sering ngumpul bareng. Atau bahkan saling memberi kejutan di kala salah seorang dari kami berulang tahun.

Kami berlima memiliki tipikal yang berbeda beda, beragam sifat ada di kelompok ini, mulai dari yang sifatnya easy going, santai, rendah hati, sampe yang kalo ngomong suka nyelekit (namun diantara kami berlima anehnya ga ada yg sakit hati dengan omongan si nyelekit ini bila menyinggung salah satu diantara kami).

Sifat salah seorang yang suka nyelekit ini pun sebenernya ga hanya diketahui oleh kami berlima saja, namun hampir semua temen tahu sifat si anak yang ga suka basa basi dan kadang kalo ngomong ngga mikir perasaan lawan bicara.

Kita sebut saja Si ‘Nyelekit’ ini dengan nama ‘Mawar’. Lama berteman dengannya membuat aku dan mungkin beberapa temanku paham dan memaklumi akan kata-katanya yang emang kadang rada nyesek, tapi sialnya bener dan jujur juga. sesekali dua kali perkataannya yang nyelekit pernah ku rasakan pada diriku. Namun ada suatu saat dimana ke-“Nyelekit” an itu mengangguku.

Saat itu adalah hari dimana UAS semester 4.

Saat itu kami sedang duduk di depan kelas menunggu kelas tempat UAS akan dilaksanakan. Salah seorang teman bertanya kepadaku tentang suatu materi yang akan di UAS kan dan aku mencoba menjawab sebisaku. Mawar duduk tak jauh dari sana Setelah mencoba menjawab, si mawar pun nyeletuk.

“Salah Deb, bukan itu jawabannya. Ini itu bla bla bla bla (ngejelasin jawaban dari pertanyaan temenku tadi). Kamu itu kalo ngga ngerti jangan nanya ke Debby, dia lho kadang juga ga ngerti jawabannya apa. Ya kan Deb ?” ujar si Mawar

Aku terdiam. Entah kenapa mengangguk menyetujui pendapatnya sebagai bentuk upaya menghargai pendapat oranglain yang kupelajari di bangku SD. Lalu menunduk sambil berpura-pura membaca buku di depanku. ‘Aduh, sakit euy’ batinku saat mendengar kata-katanya. Iya sih emang bener aku juga rada ga paham. Tapi kan aku udah mencoba berusaha menjawab sebisaku. Salah ya? Tak sadar beberapa saat kemudian air mataku menetes. Aneh, aku ga secengeng ini biasanya. Ga sebaper ini juga. Aku tipe orang yang cuek malahan sama kata-kata orang lain. Mungkin karena si Mawar adalah temen deketku, mungkin juga karena aku lagi tertekan saat detik detik menjelang UAS kali yah, jadi suasana hati ga karuan kaya cewe pas lagi pms.

Malamnya, entah kenapa aku jadi rada kepikiran. Tersinggung sih iya, tapi toh si Mawar juga temenku sendiri. Saat itu aku sedang mengotak atik file laptop sambil memutar video ceramah di Youtube.

Ah, sudah lah, ga usah dibawa hati perkataan si Mawar tadi. Ucapku menghibur diri.

Aku sibuk mengutak atik file di laptop, mencari materi UAS buat keesokan harinya. (makloem belajar H-1) ketika kata-kata ustadz yang ceramah membuatku tertegun.

Manusia tuh aneh, pas doa minta di berikan petunjuk dan jalan yang lurus dari Allah, diberi hidayah untuk berubah jadi lebih baik lagi, eh pas Allah kabulin doanya lewat seseorang yang dateng ke dia, dan ngingetin dia kalo apa yang dia lakukan salah, eh dia malah tersinggung marah-marah.

Eeeeh, pas banget.

Entah kenapa pikiranku kembali ke ucapan si Mawar tadi pagi. Sebenernya, aku ga harus tersinggung sih, toh aku juga sadar bahwa ikhtiarku dalam menuntut ilmu masih kurang maksimal. Toh juga sebenernya Mawar secara ngga langsung pengen ngingetin aku buat belajar lebih giat kan ?

Aku termenung cukup lama, entah kenapa tiba tiba sang ustadz ngasih kata-kata yang membuka pikiranku lagi

“Ketika kita mendapat masalah, yang salah itu bukan soal (masalah) nya, tetapi bagaimana kita menyikapi masalah tersebut, ibarat kita ngerjain soal ujian, bukan soal ujiannya kan yang salah, tapi jawaban kita itu yang tepat atau engga yang menentukan salah benarnya ujian”

Eeeh, kok pas lagi sih.

Ketika aku mendapat sebuah masalah yaitu ‘Ke-Nyelekitan si Mawar terhadap Diriku”, toh sebenernya yang salah bukan si Mawar dan ke-Nyelekit-an nya, tapi lebih ke bagaimana aku memaknai akan apa yang disampaikan Mawar. Kalo aku sedih, baper, dan benci sama Mawar, yang pastinya hanya bikin hatiku makin keruh. Kenapa aku ga memaknai apa yang dilakukan Mawar dengan lebih benar, seperti memacu diriku dan memotivasi diri agar lebih giat lagi, agar nantinya aku bisa nunjukin ke Mawar bahwa aku bisa lebih baik dari yang dia pikirkan.

Lagian, ini sebenernya juga pelajaran buatku, karena dalam kehidupan bersosialisasi pun, kita ga mesti selalu ketemu sama orang yang bakal se frekuensi atau selalu baik sama kita, pasti ada beberapa yang mungkin awalnya kita bakal ngerasa ‘ga cocok’ sama dia. Toh kembali ke pribadi masing-masing mau menyikapi seperti apa. Namanya juga ujian dari Allah dalam bentuk sifat manusia, bila dilewati berarti kita hebat. Itung-itung aja melatih kesabaran. Karena nantinya, mungkin masalah yang kuhadapi bakal lebih dari masalah se-remeh ini. Dan ini salah satu bentuk ujian dari Allah buat ngelatih diriku agar bisa jadi pribadi yang lebih lapang hatinya.

Entah kenapa setelah mendengar ceramah tsb, aku jadi bersyukur bahwa Allah mengirimkan Mawar buatku, sampai sekarang, sifat Nyelekit nya pun masih sama, namun aku terbiasa, aku yakin Allah mengirimkan Mawar kepadaku sebagai reminder buatku juga atas apa yang kulakukan selama ini apakah sudah baik atau belum.

Bukankah sahabat yang mengingatkan kesalahan kita adalah jauh lebih baik?

 

Lagi, 16 meme ini gambarkan asyiknya punya sahabat sejati

About Admin

Check Also

Syukur dan Pernikahan

Syukur dan Pernikahan Ahmad Bahrudin Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Seperti biasa setiap tanggal 1 saya Kulsap, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *