Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / STUNTING

STUNTING

images (3)

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

izin kulsap

STUNTING (KERDIL)

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Jumlah anak Stunting di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara.
Anak Stunting yang terjadi di Indonesia tidak hanya dialami oleh keluarga miskin dan kurang mampu, tetapi juga terjadi pada anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonominya baik. Namun angka kejadiannya lebih tinggi pada anak dari kelompok masyarakat miskin.

Penyebab Stunting :
1. kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan.
2. 60 % dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif
3. 2 dari 3 anak usia 6-24 bulan tidak menerima MP-ASI yang bergizi.

Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (Ante Natal Care), PNC ( Post Natal Care ) dan pembelajaran dini yang berkualitas.
– 1 dari anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar PAUD
– Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu ( dari 79 % di 2007 menjadi 64% di 2013).
– Belum semua ibu hamil mendapatkan akses yang memadai kelayanan imunisasi
– 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi Tablet Tambah Darah yang berisi zat besi dan Asam Folat

Kurangnya akses ke makanan bergizi pada ibu hamil
– Ketersediaan makanan terbatas
– Kurangnya daya beli keluarga
– Kurangnya Konsumsi makanan sumber protein hewani.

Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
– 1 dari 5 rumah tangga masih BAB diruang terbuka
– 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih
– Cuci tangan dengan benar masih rendah

Penanggulangan Stunting:
Intervensi Gizi Spesifik
1. Intervensi dengan sasaran Ibu Hamil
– Memberikan makanan tambahan pada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis.
– Mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat dengan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah.
– Mengatasi kekurangan iodium dengan menggunakan garam beriodium.
– Menanggulangi kecacingan pada ibu hamil.
– Melindungi ibu hamil dari Malaria.
2. Intervensi dengan sasaran Ibu menyusui dan Anak Usia 0-6 bulan
– Mendorong Inisiasi menyusu Dini (IMD) untuk mendapatkan ASI jolong/colostrum
– Mendorong pemberian ASI Eksklusif
– Mendorong ibu mencuci tangan dengan benar
3. Intervensi dengan sasaran Ibu Menyusui dan anak usia 6-24 bulan
– Pemberian MP-ASI sesuai kebutuhan dan bergizi seimbang, serta ASI diteruskan hingga 24 bulan.
– Menyediakan obat cacing.
– Menyediakan suplementasi Zink.
– Melakukan fortifikasi zat besi kedalam makanan.
– Memberikan perlindungan terhadap malaria.
– Memberikan imunisasi lengkap.
– Melakukan pencegahan dan pengobatan Diare.

Intervensi Gizi Sensitif
– Menyediakan dan memastikan akses pada air bersih.
– Menyediakan dan memastikan akses pada sanitasi.
– Melakukan fortifikasi bahan pangan.
– Menyediakan akses kepada layanan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB).
– Menyediakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
– Menyediakan Jaminan Persalinan Universal (JAMPERSAL).
– Memberikan pendidikan Pengasuhan pada orang tua.
– Memberikan pendidikan Anak Usia Dini Universal.
– Memberikan pendidikan Gizi Masyarakat.
– Memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi, serta gizi pada remaja.
– Menyediakan bantuan dan jaminan Sosial bagi keluarga Miskin.
– Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Gizi.

Sekian kulsap singkat dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Supratika, 28 Februari 2019

About Admin

Check Also

Mars n Venus in Case

My kulsap. Suatu waktu seorang teman perempuan curhat mengenai hubungannya dengan atasan yang kurang bagus. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *