Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Syukur dan Pernikahan

Syukur dan Pernikahan

Syukur dan Pernikahan

Ahmad Bahrudin

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Seperti biasa setiap tanggal 1 saya Kulsap, hehe.. kali akan menyampaikan pengalaman saya tentang Syukur dan Pernikahan.

Bismillah, pertama simak ayat berikut ini :
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”(QS. an-Nur :32)

Dalam kalimat ayatnya disana menggunakan kata Fuqara yang artinya adalah fakir, jika dikorelasikan dengan ayat tersebut bahwa bukan hanya dalam keadaan miskin tetapi ketika dalam keadaan fakirpun jangan takut untuk meikah. Inilah janji Allah bahwa Allah akan mencukupkan segala kehidupan setelah pernikahan.

Inilah ayat Quran yang membuat saya selalu terngiang di kepala waktu sebelum dapat jodoh. Ada keinginan menikah tapi secara finansial belum ada, ya cuma keyakinan saja pada ayat ini, semua sudah tahu kalau itu ayat adalah janji Allah pada hamba-hambanya yang ingin menikah tetapi kondisi ekonomi belum mendukung.

Doa dan Ikhtiar adalah sebagian kunci bisa menikah, iya dong kalau tidak ada Ikhtiar untuk datang kerumah calon mertua bawa kedua orang tua ya bakal lama nikahnya walau setiap malam berdoa supaya segera dapat jodoh dan menikah.

Selain Doa dan Ikhtiar ini juga sangat penting, Sabar dan Syukur pada Allah, sabar dalam menanti jodoh sudah pasti mengalami, sabar atas ketentuan Allah juga sangat penting, jika telah khitbah (Lamar) Sabar selanjutnya adalah sabar menanti Pernikahan, Saya taaruf tiga minggu, taaruf pada Akhwat yang tak kenal sebelumnya, khitbah dan menanti pernikahan selama tiga bulan..
Terus syukurnya dimana?

Oke, saya bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada saya yang sangat banyak, saya bersyukur telah diberikan banyak ilmu banyak pengetahuan terkait dengan ilmu jodoh, bagaimana prosesnya secara syar’i, bersyukur karena sudah berpenghasilan walaupun itu tak cukup kalau dihitung secara dunia, bersyukur bisa yakin pada Surat An Nur ayat 32 di atas, bersyukur dapat istri sholehah. Banyaklah pokoknya.

Menurut Ibnul Qayyim Al Jauzi, Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembahmenyembah”(QS. Al Baqarah: 172).

Sederhananya, apa yang Allah telah berikan pada kita, ya syukuri saja. Kita pun sudah hafal ayat yang bila bersyukur maka nikmat Allah akan ditambah. Syukur dan sabar tak dapat dipisahkan, kita butuh keduanya dalam menjalani hidup ini.

Bersyukur telah menikah, banyak hal yang tak terduga setelah menikah, salah satunya adalah Quran Surat An Nur ayat 32 itu sangat terbukti, Allah tak akan melupakan janjinya akan mencukupi hamba Nya yang menikah. Banyak rezeki yang tak terduga, bagi saya menikah itu yang tadinya tak ada menjadi ada.
Contohnya adalah perabotan rumah, sebelum nikah mungkin kita tak punya perabot tersebut, tetapi setelah menikah kita punya perabot tersebut, bukankah itu nikmat Allah yang harus disyukuri? Salah satu yang paling saya syukuri ketika setelah menikah adalah punya Perpustakaan sendiri di rumah berkolaborasi dengan istri membangun perpustakaan, walau saat ini masih ukuran kecil. Dalam hal ekonomi kehidupan bersama istripun Alhamdulillah tak pernah kurang, selalu dicukupkan oleh Allah.

Bersyukur pula bisa berteman dan bersahabat dengan teman-teman istri, saya dan istri beda kampus dia dari UIN SMH Banten saya dari Untirta. Lumayan untuk menambah jaringan dan relasi.

Nikmat bersyukur setelah menikah itu sangat banyak, tak bisa dihitung, dengan bersyukur saja nikmat Allah yang diberikan sangat banyak apalagi dengan kesabaran.

Untuk yang mau menikah yakinlah pada Allah bahwa Allah tak akan bohong pada janjinya.

Menjalani hidup setelah pernikahan harus bersyukur bila diberi nikmat dan bersabar ketika ditimpa ujian. So.. Bersyukurlah..

Salah satu cara bersyukur ialah Senantiasa berusaha membandingkan kenikmatan duniawi yang kita rasakan dengan kenikmatan orang yang secara duniawi berada di bawah kita. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menasihatkan, “Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, sebab hal itu akan mendidik kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim)

Demikian Kulsap saya bulan ini semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi..

About Admin

Check Also

SI-Nyelekit

Si Nyelekit Debby Zalina Setiap orang pasti punya sekelompok teman dekat, termasuk aku. Aku memiliki ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *