Tempe

Tempe

19-24-12-Sliced_tempeh.jpg.cf

Siapa disini yang belum pernah makan tempe? Pasti sudah semua kan ya. Tempe sangat mudah di temukan, bahkan sudah diproduksi di Jepang, Perancis, Inggris, Australia,dan Amerika Serikat . Di Jepang tempe dikenalkan oleh Rustono yang berkebangsaan Indonesia, sejak tahun 1998 dengan produk Rusto’s Tempeh, tempe dri Rustono ini telah menembus pasar Korea, Meksiko, Brazil, Polandia, dan Hongaria. Rusto’s Tempeh juga digunakan sebagai menu dalam penerbangan maskapai Garuda Indonesia rute Osaka Denpasar. Di Eropa, Prancis, tempe di lahirkan dari Ana Larderet, seorang wanita eropa yang pernah menepuh kuliah di UGM yogyakarta. Di Inggris, tempe dikenalkan oleh William Mitchel. Yang pernah mengajar di Jakarta dan belajar membuat tempe di Malang, dan telah membuka usahanya di London, Inggris. Di Amerika Serikat, Seth Tibott merupakan produsen tempe terbesar kedua Di Australia,. Amita Buissink sukses memperkenalkan tempe dan menobatkan dirinya sebagai Duta tempe Australia (sumber Ulinulin.com diakses 27 mei 2018).

Ternyata tempe sehebat itu ya, sudah melalang buana kemana mana. Dimana penghasil tempe terbesar? Tentu Indonesia, tapi terkadang masyarakatnya yaaa biasa saja sama tempe, sudah sering ketemu soalnya. Apalagi daerah Jawa. Mahasiswa yang merantau di Jawa sering berceloteh, seringnya makan tempe disana sudah seperti makan ikan di Sulawesi, tiap hari tempe tahu. Tempe di Jawa adalah Ikan Laut di Sulawesi.

Indonesia merupakn penghasil tempe terbesar didunia, Tempe merupakan olahan dari kedelei yang di fermentasi kapang jenis Rhizopus sp. Dalam pemasarannya Tempe ada yg dibungkus dengan plastik atau terkadang dengan daun pisang, nah perbedaan pembungkus ini menentukan juga kualitas dan harga jualnya, tempe yang di bungkus dgn daun pisang menawarkan aroma dan rasa yang berbeda dengan plastik. Dan tentu harganya sedikit mahal dari tempe yang di bungkus plastik. Dan lebih gurih jika digoreng,
Nah bagaimana ciri ciri tempe yang baik?

Menurut Astawan (2004) dan Lestari (2005)ciri-ciri tempe yang baik adalah memiliki struktur kompak dan homogen yang terikat oleh Mycelium sehingga terlihat berwarna putih bersih yang merata pada permukaannya, bila diiris terlihat keeping kedelai, serta berasa, berbau dan beraroma khas tempe. Sedangkan Tempe dengan kualitas buruk ditandai dengan permukaannya yang basah, struktur tidak kompak, adanya bercak bercak hitam, adanya bau amoniak dan alkohol, serta beracun. Tempe yang sudah di lepas dari bungkusannya sebaiknya tidak lagi disimpan, langsung diolah saja, karena rentan rusak. Bahkan biar disimpan dalam kulkaspun tetap akan rusak. Kalau mamak saya, menyiasati jika mau menyetok tempe dirumah, tempenya dikukus dulu baru disimpan dikulkas, lebih tahan lama katanya.
Apa sih kandungan dan manfaat Tempe bagi kesehatan?

Fermentasi dalam pembuatan tempe berfungsi juga dalam mningkatkan nilai kandungn gizi dari kedelai tersebut. Muchtadi (2010) menjelaskan bahwa proses fermentasi mempertahankan sebagian besar zat-zat gizi yang terkandung dalam kedelai, meningkatkan daya cerna proteinnya, serta meningkatkan kadar beberapa macam vitamin B. Penelitian yang dilakukan oleh Mursyid (2014) menyatakan bahwa tempe yang diolah menjadi tepung tempe mengandung Vit E, dan senyawa isoflavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Tempe tidak hanya digunakan sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai makanan fungsional yang dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratif seperti penuaan dini, jantung koroner dan hipertensi. Vitamin B12 sangat berguna untuk membentuk sel-sel darah merah dalam tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit anemia. Selain itu, tempe juga banyak mengandung mineral, kalsium dan fosfor (Supriyono, 2003).

Tempe juga mengandung superoksida dismutase yang dapat menghambat kerusakan sel dan proses penuaan.

Dalam sepotong tempe, terkandung berbagai unsure yang bermanfaat, seperti protein, lemak, hidrat arang, serat, vitamin, enzim, deidzein, genestein serta komponen antibakteri dan zat antioksidan yang berkhasiat sebagai obat, diantaranya genestein, deidzein, fitosterol, asam fitat, asam fenolat, lesitin dan inhibitor protease (Cahyadi, 2006).
Diatas telah disebutkan Tempe yang berbahan dasar kedelai ini mengandung senyawa isoflavonoid. Senyawa ini berguna sebagai antioksidan. Total isoflavonoid dalam tempe lebih besar dibandingkn dengan kedelai (Wang dan Murphy, 1994). Winarsi (2005) dalam bukunya Isoflavon (Berbagai sumber, sifat, dan manfaatnya pada penyakit degeneratif) banyak membahas manfaat isoflavonoid kedelai.

Buku tersebut disusun berdasrkan hasil hsil penelitian terdahulu :
1. Sumplementasi isoflavon dan bntuk kedelai sebanyak 40 gram/hari selama 24 minggu mampu melindungi wanita perimenopause dari stress oksidatif yaitu dengan meningktnya antioksidan plasma
2. Anti osteoprorosis.
Protein kedela yang kaya akan isoflavon menunjukkan efek yang baik dlam menghabat resorpsi tulang (pemecahan tulang) . Isoflavon sbnyak 90 mg/hari u/ wnita postmenopause dapat menurunkan kehilangan massa tulang.
3. Anti atheroklorosis
Atheroklorosis adalah salah satu penyebab Coronary Heart Diseases (CHD). Diet tinggi isoflavonoid memproteksi dari serangan LDL teroksidasi dan mempertahankan kerja system vaskuler
4. Anti kanker
Isoflavon kedelai menurunkan sirkulasi steroid ovarium dan andregon adrenal, meningkatkan panjang siklus menstruasi, efek tsb merupakan bagian dari penurunan resiko kanker payudara, risiko kanker payudara sangat dipengaruhi oleh asupan kedelai selama masa muda hingga dewasa, dan juga pemberian makanan berisoflavon sejak bayi. penelltian in vitro dan in vivo hewan percobaan bahwa isoflavon kedelai mampu menghambat perkembangan kanker prostat.
5. Menurukan simtom menopause
6. Isoflavon kedelai berefek positif terhadap kerja system imun
7. Manfaat isoflavon pada fungsi kognitif, mampu memperbaiki sel sel memori otak, dapat melindungi protein sel jaringan otak, hewan percobaan yang ransum makannnya diberi isoflavon kedelai dapat menurunkan jumlah penumpukkan protein abnormal dalam otak yang merupakan tanda penyakit alzeimer
8. Protein kedelai dapat menurunkan proteinuria dan memperbaiki struktur ginjal.
9. Diet berbasis kedelai berefek positif pada kondisi rendahnya toleransi glukosa, hiperlipidemia, dan sensitivitas insulin, dan baik untuk penderita diabetes. Isoflavonoid mampu menekan kelebihan berat badan, hiperinsulinemia, hiperlipidemia yang merupakan pemicu utama kardiovaskular yang berkaitan dengan obesitas.

Jadi kalau mau diet untuk menurunkan berat badan, rajin komsumsii kedelai, 1 gram protein kedelai mengandung 3,5 mg isoflavon, sebaiknya mengonsumsi isoflavon itu sebanyak 30-100 mg/ hari (Messina dan Messina, 2003). Menurut Winarsi (2005) kedelai dan produk olahannya mengandung isoflavon yang aman dan tidak toksik. Produk olahan kedelai yang terkenal dan memiiliki kadar isoflavon yang tinggi adalah TEMPE. Isoflavon juga dapat mnurunkan kadar lipid darah jika dikonsumsi 35 mg/hari, yaaa kira kira 3 potong tempe ukuran sedang (Utari, dkk., 2010).
Isoflavon adalah senyawa yang cukup rentan terhadap suhu tinggi, baiknya mengkonsumsi tempe dengan cara dikukus.

Nah gimana pandagan kita tentang tempe sekarang ? Saya pun dalam menulis ini, sambil terkaget kaget dgn kemampaun tempe. Sebagai anak rantau Sulawesi yang belum lama tinggal di Jawa, awalnya tempe hanya sebagai pelarian lauk, gegara tidak ada ikan. Ada ding, tapi kebanykan lele, beda dengan di kampong, ikan laut segar, jadi mengobati rindunya ikan dengan tempe hahaha. Tapi semenjak tulisan ini dan buku isoflavon yang sebagai rujukan utama tetunya, saya berpikir untuk mencintai kedelai dan segala macam olahannya tertutama tempe lebih dalam lagi.

Masih malu makan tempe ?
Didetik berakhirnya tulisan ini saya baru menemukan tulisan miti tentang tempe.
JANGAN (MALU) JADI BANGSA TEMPE
http://gopanganlokal.miti.or.id/jangan-malu-jadi-bangsa-tempe/
semoga bermanfaat
Sriwulan Purnamasari

Sumber :
Astawan M. 2004. Tetap Sehat dengan Produk Makanan Olahan. Solo : Tiga Serangkai
Cahyadi, W. 2006. Kedelai Khasiat dan Teknologi. Bumi Aksara. Bandung.
http://ulinulin.com/posts/kisah-sukses-tempe-makanan-khas-rakyat-indonesia-yang-mendunia. Diakses 27 mei 2018.
Messina M dan Messina V. Soy protein and isoflavone intakes for healthy adults : rationale. Nutr Today. 38: 100-9
Muchtadi D. 2010. Kedelai Komponen untuk Kesehatan. Alfabeta. Bandung
Supriyono. 2003. Memproduksi Tempe. DepDikNas. Jakarta.
Utari, D.M., Rimbawan., Hadi R., Muhilal., Purwantyastuti. 2010. Pengaruh pengolahan kedelai menjadi tempe dan pemasakan tempe terhadap kadar isoflavon. PGM. 33(2). 148-153
Wang, H and Murphy PA. 1994. Isoflavone content in commercial soybean foods. J Agric Food Chem. 42 : 1666-73
Winarsi, Hery . 2005. Isoflavon (Berbagai sumber, sifat, dan manfaatnya pada penyakit degeneratif). Gadjah Mada University press. Jogyakarta.

About Admin

Check Also

Teori Pembentukan Bumi

Teori Pembentukan Bumi Pernah kah teman teman berpikir kenapa permukaan bumi ini ga teratur? Kenapa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *